Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Senin, 20 Januari 2014

Jobs heet menghitung kerusakan akibat gangguan gulma


KODE.105. DKK 4
Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar: 
Menghitung kerusakan akibat gangguan gulma
Tujuan:
Siswa dapat mengitung besarnya kerusakan akibat gangguan gulma dengan tepat di akhir pembelajaran

Dasar teori:
Kerugian yang disebabkan oleh kehadiran gulma dalam suatu usaha tani sering kali dikaitkan dengan kemampuan gulma sebagai pesaing atau kompetitor tanaman yang kuat atau kompetitif. Kompetensi gulma tanaman pada sistem produksi tanaman dikaitkan dengan ketersediaan sarana tumbuha yang terbatas jumlahnya, seperti air, hara, cahaya, CO2 dan ruang tumbuh.

Bahan dan alat:
a.    Bahan
Lahan tanaman perkebunan bergulma
b.    Alat
a.    Alat tulis
b.    Meter
c.    Tali rafia
Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
1.    Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.    Lakukan pencarian gulma ke areal pertanian
3.    Buatlah petak berukuran 2 m x 2 m pada areal yang bergulma
4.    Batasi petak ukur dengan tali rafia yang telah disiapkan
5.    Catat presentase luasan gulma yang terdapat dalam setiap petak ukur yang telah dibuat, misalnya 25 %, 20 %, 15 %
6.    Hitung rata-rata luasan gulma yang terdapat pada petak berukuran 2 m x 2 m (luas 4 m2) misalnya 20%
7.    Hitung luas kerusakan akibat gulma di lahan tersebut berdasarkan persentase luasan gulma yang diketemukan berbanding luas perkebunan seluruhnya. Misalnya 20% x 90 Ha= 18 Ha
Catatan lain:
1.    Untuk mengetahui presentase luasan gulma dilakukan dengan cara perkiraan pada areal yang diamati.
2.    Pengendalian gulma umum dilakukan pada kondisi penutupan gulma 30%-50%





Job Sheet identifikasi gulma


KODE.105. DKK 4
Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar: 
Mengidentifikasi gulma
Tujuan:
Gulma yang mengganggu diidentifikasi menurut morfologinya


Dasar teori:
Pengelolaan perkebunan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan jumlah tenaga kerja dan biaya besar. Untuk memperolah pertumbuhan dan produksi tanaman yang baik, diperlukan usaha pemeliharaan tanaman secara iintensif, antara lain pemupukan secara tepat dosis dan tepat wakttu, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman maupun gulma.
Berbeda dengan hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang diakibatkan oleh gulma tidak terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara akumulatif kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, air sinar matahari, udara dan ruang tumbuh, gulma mampu berkompetensi kuat dengan tanaman perkebunan.
Selain berkompetensi dalam memperoleh unsur hara, beberapa jenis gulma dapat mengeluarkan zat yang bersifat racun bagi tanaman yaitu zat allelophaty. Zat beracun tersebut keluar dari akaran gulma. Perkembangbiakan gulma sangat mudah dan cepat. Baik secara generatif maupun vegetatif. Pengaruh gulma sangat nyata terlihat pada tanaman muda. Upaya pengendalian harus dilakukan lebih intensif dengan memperhatikan faktor ambang ekonomis. Pengendalian gulma bukan pada upaya memusnakan gulma secara total tetapi lebih pada upaya menekan pertumbuhan gulma.
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu dan tempat serta kondisi yang tidak diinginkan manusia. Berdasarkan morfologinya gulma dibedakan atas gulma berdaun sempit (grasses), gulma teki-tekian (sedges), gulma berdaun lebar (broad leaves), dan gulma pakis-pakisan (ferns). Secara umum metode indentifikasi gulma dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
1.    Identifikasi gulma yang masih belum diketahui dalam ilmu pengetahuan
Tugas ini sepenuhnya diserahkan pada ahli taksonomi profesional, bukan praktisi.
2.    Identifikasi gulma yang belum dikenal tetapi sudah diketahui dalam dunia ilmu pengetahuan.
Cara identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan buku kunci atau pedoman identifikasi, memakai sistem species identification sheet, atau membandingkan gulma yang akan diidentifikasi dengan specimen herbarium yang sah. Buku kunci atau pedoman identifikasi biasanya memuat keterangan lengkap berbagai jenis gulma yaitu; Nama gulma, uraian umum, pertelaan botani, gambar gulma dan uraian tentang penyebaran dan status gulma.
Bahan dan alat:
a.    Bahan
 Contoh-contoh gulma, buku pedoman identifikasi gulma

b.    Alat
a.    Alat tulis

Keselamatan kerja (K3LH):

a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:

1.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok yang akan digunakan untuk mengamati dan mengidentifikasikan gulma.
2.    Melakukan pencarian gulma ke areal pertanian/perkebunan
3.    Mengambil contoh gulma yang akan diidentifikasi lengkap dengan bagian-bagiannya. Keberadaan bunga atau biji sangat membantu mempercepat proses identifikasi, terutama untuk gulma golongan rumput
4.    Lakukan identifikasi gulma dan catat hasilnya pada tabel pengamatan (lihat LKS)
5.    Kumpulkan gulma yang telah diidentifikasi dan gambarkan gulma tersebut
6.    Cocokan sifat umum gulma hasil identifikasi anda dengan gambar ilustrasi atau foto yang terdapat dalam buku kunci

Catatan lain:
1.    Apabila telah sesuai, maka contoh gulma tersebut telah sesuai dengan deskripsi gulma yang ada dalam buku kunci






Job Sheet melaksanakan penanaman


KODE.105. DKK 4
Menanam tanaman perkebunan
Kompetensi dasar: 
Melakukan teknis penanaman
Tujuan:
Siswa dapat melakukan penanaman bibit tanaman perkebunan sesuai ketentuan di dunia industri dengan benar di akhir pembelajaran.


Dasar teori:
Waktu penanaman hanya dilakukan jika kadar air dalam tanah cukup sehingga tanaman tidak mengalami ”transplanting shock”.
Penanaman biasanya dilakukan bertepatan dengan awal musim hujan. Pada tanah mineral bibit ditanam dengan bonggol sejajar dengan tanah. Pada tanah gambut dibuat lubang di dalam lubang.
Sehari sebelum penanaman, bibit sudah diecer ke dalam blok bersama-sama dengan kantong yang berisi 150 g pupuk TSP dan 300 g pupuk Meister. ”Topsoil” diletakkan di satu sisi dari lubang dan ”subsoil” pada sisi yang lain. ”Top soil” dicampur dengan pupuk fosfat, kemudian campuran tanah dan pupuk ini diletakkan pada dasar lubang setebal 4 cm. Pemberian pupuk posfat pada dasar dan dinding lubang tanam dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan akar.

Bahan dan alat:

a.    Bahan
Bibit tanaman kelapa sawit di persemaian

b.    Alat
a.    Cutter
b.    Mall lubang tanam
c.    Cangkul
d.    Sekop

Keselamatan kerja (K3LH):

a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan


Prosedur:

1.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
2.    Bersihkan areal tanam. Semak belukar dan batang-batang kayu disekitar pancang tanam (pancang hidup) sampai radius 1 meter
3.    Ratakan tanah pada posisi lubang tanam bila permukaannya miring atau terdapat gundukan tanah dengan radius 1m dari pancang tanam.
4.    Buat lubang berbentuk bujur sangkar, dengan titik tengah bujur sangkar tepat berada pada titik pancang. Ukuran lubang tanam tersebut adalah:
a.    Lubang bagian atas bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
b.    Lubang bagian bawah bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
c.    Kedalaman lubang adalah 60 cm
5.    Penempatan tanah galian adalah sebagai berikut:
a.    Tanah galian bagian atas (top soil) diletakan di sebelh timur lubang
b.    Tanah galian bagian bawah (sub soil) diletakan di sebelah barat lubang
6.    Pemeriksaan ukuran lubang tanam. Dilakukan pengecekan dengan mal lubang tanam sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan yaitu; 60 cm x 60 cm x 60 cm. Mal lubang tanam dapat dibuat dari bambu atau kayu
7.    Lubang dibiarkan terbuka kurang lebih 2 (dua) minggu untuk menciptakan kondisi aerob dan mengurangi tingkat kemasaman tanah bagi perakaran bibit kelapa sawit yang akan ditanam
8.    Masukan sebagian tanah bagian atas (top soil) ke dasar lubang ditambah dengan separuh dosis pupuk lubang, yaitu TSP atau SP 36 sebanyak 250 gram. Ukur kembali dengan mal untuk mengecek kedalaman lubang tanam setelah diberi tanah dan pupuk fosfat apakah masih tepat setinggi tanah polybag. Mal ini adalah mal tinggi tanah polybag bukan mal lubang tanam. Ukuran kedalaman mal adalah ± 36 cm. Dengan demikian permukaan tanah dalam polybag akan sama levelnya dengan permukaan tanah di luar polybag.
9.    Untuk tanah-tanah bertekstur pasir, kedalam lubang dapat dimasukan tandan kosong (tankos) kelapa sawit sebanyak satu lapis atau bahan organik lainnya seperti pupuk kandang atau lainnya. prosedur selanjutnya sama dengan butir 5 di atas, yaitu pengukuran kembali kedalaman lubang dengan menggunakan mal setelah dimasukan bahan organik lainnya kedalam lubang.
10. Pengangkutan bibit dari pembibitan. Dua minggu sebelum ditanam bibit di putar supaya akar tanaman yang menemb us polybag ke tanah terputus dan beregenerasi. Sebelum diangkut bibit harus disiram dengan air cukup banyak sampai air dalam tanah cukup jenuh air. Hal ini dimaksudkan agar ada cukup persediaan air bagi bibit setelah ditanam di lapangan, bila selama beberapa hari tidak ada hujan. Melihat kondisi lapangan bibit harus disemprot dengan insektisida dan fungisida sebelum diangkut. Bibit diangkut dan dikumpulkan di tempat-tempat pengumpulan (supply point) di tepi blok yang akan ditanami. Pada saat mengangkat bibit harus dipegang dasar polybagnya jangan pada leher akarnya.
11. Bibit berada di supply point paling lama 24 jam. Ambil bibit dari supply point dan ecer bibit ke lokasi lubang tanam.
12. Dasar plastik polybag disayat terlebih dahulu dengan pisau silet atau cutter sebelum dimasukan kedalam lubang, lalu masukan bibit kedalam lubang secara perlahan-lahan. Perhatikan agar tinggi tanah dalam polybag sama dengan tinggi tanah di luar polybag.
13.  Masukan top soil sampai pertengahan lubang tanam, lalu padatkan dengan alu atau kaki, kemudian masukan separuh dari pupuk lubang yang masih tersisi (tsp atau sp 36 = 250 gram) kedalam lubang tanam
14. Kemudian masukan tanah bagian dalam (sub soil) sampai di atas lubang lalu padatkan tanah disekeliling tanah polybag sehingga bibit dapat tegak dan kokoh.
15. Ratakan tanah melingkar disekeliling tanaman dengan menggunakan cangkul dengan radius piringan selebar 1 meter yang akan menjadi piringan tanaman

Catatan lain:
1.    Untuk tujuan perlindungan/proteksi tanaman, plastik polybag bekas bibit dapat ditutupkan pada pangkal batang tanaman dan diikat pada pangkal batang tersebut untuk mencegah serangan hama tikus