Dasar teori:
Waktu penanaman
hanya dilakukan jika kadar air dalam tanah cukup sehingga tanaman tidak
mengalami ”transplanting shock”.
Penanaman biasanya dilakukan
bertepatan dengan awal musim hujan. Pada tanah mineral bibit ditanam dengan
bonggol sejajar dengan tanah. Pada tanah gambut dibuat lubang di dalam
lubang.
Sehari sebelum penanaman, bibit sudah
diecer ke dalam blok bersama-sama dengan kantong yang berisi 150 g pupuk TSP
dan 300 g pupuk Meister. ”Topsoil” diletakkan di satu sisi dari lubang dan
”subsoil” pada sisi yang lain. ”Top soil” dicampur dengan pupuk fosfat,
kemudian campuran tanah dan pupuk ini diletakkan pada dasar lubang setebal 4
cm. Pemberian pupuk posfat pada dasar dan dinding lubang tanam dimaksudkan
untuk merangsang pertumbuhan akar.
Bahan dan alat:
a. Bahan
Bibit tanaman kelapa sawit
di persemaian
b. Alat
a. Cutter
b. Mall lubang tanam
c. Cangkul
d. Sekop
Keselamatan kerja
(K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
1. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
2. Bersihkan areal tanam. Semak belukar dan batang-batang kayu disekitar
pancang tanam (pancang hidup) sampai radius 1 meter
3. Ratakan tanah pada posisi lubang tanam bila permukaannya miring atau
terdapat gundukan tanah dengan radius 1m dari pancang tanam.
4. Buat lubang berbentuk bujur sangkar, dengan titik tengah bujur sangkar
tepat berada pada titik pancang. Ukuran lubang tanam tersebut adalah:
a. Lubang bagian atas bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
b. Lubang bagian bawah bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
c. Kedalaman lubang adalah 60 cm
5. Penempatan
tanah galian adalah sebagai berikut:
a. Tanah
galian bagian atas (top soil) diletakan di sebelh timur lubang
b. Tanah
galian bagian bawah (sub soil) diletakan di sebelah
barat lubang
6. Pemeriksaan
ukuran lubang tanam. Dilakukan pengecekan dengan mal lubang tanam sesuai
dengan ukuran yang sudah ditentukan yaitu; 60 cm x 60 cm x 60 cm. Mal lubang
tanam dapat dibuat dari bambu atau kayu
7. Lubang
dibiarkan terbuka kurang lebih 2 (dua) minggu untuk menciptakan kondisi aerob
dan mengurangi tingkat kemasaman tanah bagi perakaran bibit kelapa sawit yang
akan ditanam
8. Masukan
sebagian tanah bagian atas (top soil) ke dasar lubang ditambah dengan separuh
dosis pupuk lubang, yaitu TSP atau SP 36 sebanyak 250 gram. Ukur kembali
dengan mal untuk mengecek kedalaman lubang tanam setelah diberi tanah dan
pupuk fosfat apakah masih tepat setinggi tanah polybag. Mal ini adalah mal
tinggi tanah polybag bukan mal lubang tanam. Ukuran kedalaman mal adalah ± 36
cm. Dengan demikian permukaan tanah dalam polybag akan sama levelnya dengan
permukaan tanah di luar polybag.
9. Untuk
tanah-tanah bertekstur pasir, kedalam lubang dapat dimasukan tandan kosong (tankos)
kelapa sawit sebanyak satu lapis atau bahan organik lainnya seperti pupuk
kandang atau lainnya. prosedur selanjutnya sama dengan butir 5 di atas, yaitu
pengukuran kembali kedalaman lubang dengan menggunakan mal setelah dimasukan
bahan organik lainnya kedalam lubang.
10. Pengangkutan
bibit dari pembibitan. Dua minggu sebelum ditanam bibit di putar supaya akar
tanaman yang menemb us polybag ke tanah terputus dan beregenerasi. Sebelum
diangkut bibit harus disiram dengan air cukup banyak sampai air dalam tanah
cukup jenuh air. Hal ini dimaksudkan agar ada cukup persediaan air bagi bibit
setelah ditanam di lapangan, bila selama beberapa hari tidak ada hujan. Melihat
kondisi lapangan bibit harus disemprot dengan insektisida dan fungisida
sebelum diangkut. Bibit diangkut dan dikumpulkan di tempat-tempat pengumpulan
(supply point) di tepi blok yang akan ditanami. Pada saat mengangkat bibit
harus dipegang dasar polybagnya jangan pada leher akarnya.
11. Bibit
berada di supply point paling lama 24 jam. Ambil bibit dari supply point dan
ecer bibit ke lokasi lubang tanam.
12. Dasar
plastik polybag disayat terlebih dahulu dengan pisau silet atau cutter
sebelum dimasukan kedalam lubang, lalu masukan bibit kedalam lubang secara
perlahan-lahan. Perhatikan agar tinggi tanah dalam polybag sama dengan tinggi
tanah di luar polybag.
13. Masukan top soil sampai pertengahan lubang
tanam, lalu padatkan dengan alu atau kaki, kemudian masukan separuh dari
pupuk lubang yang masih tersisi (tsp atau sp 36 = 250 gram) kedalam lubang
tanam
14. Kemudian
masukan tanah bagian dalam (sub soil) sampai di atas lubang lalu padatkan
tanah disekeliling tanah polybag sehingga bibit dapat tegak dan kokoh.
15. Ratakan
tanah melingkar disekeliling tanaman dengan menggunakan cangkul dengan radius
piringan selebar 1 meter yang akan menjadi piringan tanaman
Catatan lain:
1.
Untuk tujuan
perlindungan/proteksi tanaman, plastik polybag bekas bibit dapat ditutupkan
pada pangkal batang tanaman dan diikat pada pangkal batang tersebut untuk
mencegah serangan hama tikus
|