Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet identifikasi gulma


KODE.105. DKK 4
Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar: 
Mengidentifikasi gulma
Tujuan:
Gulma yang mengganggu diidentifikasi menurut morfologinya


Dasar teori:
Pengelolaan perkebunan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan jumlah tenaga kerja dan biaya besar. Untuk memperolah pertumbuhan dan produksi tanaman yang baik, diperlukan usaha pemeliharaan tanaman secara iintensif, antara lain pemupukan secara tepat dosis dan tepat wakttu, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman maupun gulma.
Berbeda dengan hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang diakibatkan oleh gulma tidak terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara akumulatif kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, air sinar matahari, udara dan ruang tumbuh, gulma mampu berkompetensi kuat dengan tanaman perkebunan.
Selain berkompetensi dalam memperoleh unsur hara, beberapa jenis gulma dapat mengeluarkan zat yang bersifat racun bagi tanaman yaitu zat allelophaty. Zat beracun tersebut keluar dari akaran gulma. Perkembangbiakan gulma sangat mudah dan cepat. Baik secara generatif maupun vegetatif. Pengaruh gulma sangat nyata terlihat pada tanaman muda. Upaya pengendalian harus dilakukan lebih intensif dengan memperhatikan faktor ambang ekonomis. Pengendalian gulma bukan pada upaya memusnakan gulma secara total tetapi lebih pada upaya menekan pertumbuhan gulma.
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu dan tempat serta kondisi yang tidak diinginkan manusia. Berdasarkan morfologinya gulma dibedakan atas gulma berdaun sempit (grasses), gulma teki-tekian (sedges), gulma berdaun lebar (broad leaves), dan gulma pakis-pakisan (ferns). Secara umum metode indentifikasi gulma dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
1.    Identifikasi gulma yang masih belum diketahui dalam ilmu pengetahuan
Tugas ini sepenuhnya diserahkan pada ahli taksonomi profesional, bukan praktisi.
2.    Identifikasi gulma yang belum dikenal tetapi sudah diketahui dalam dunia ilmu pengetahuan.
Cara identifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan buku kunci atau pedoman identifikasi, memakai sistem species identification sheet, atau membandingkan gulma yang akan diidentifikasi dengan specimen herbarium yang sah. Buku kunci atau pedoman identifikasi biasanya memuat keterangan lengkap berbagai jenis gulma yaitu; Nama gulma, uraian umum, pertelaan botani, gambar gulma dan uraian tentang penyebaran dan status gulma.
Bahan dan alat:
a.    Bahan
 Contoh-contoh gulma, buku pedoman identifikasi gulma

b.    Alat
a.    Alat tulis

Keselamatan kerja (K3LH):

a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:

1.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok yang akan digunakan untuk mengamati dan mengidentifikasikan gulma.
2.    Melakukan pencarian gulma ke areal pertanian/perkebunan
3.    Mengambil contoh gulma yang akan diidentifikasi lengkap dengan bagian-bagiannya. Keberadaan bunga atau biji sangat membantu mempercepat proses identifikasi, terutama untuk gulma golongan rumput
4.    Lakukan identifikasi gulma dan catat hasilnya pada tabel pengamatan (lihat LKS)
5.    Kumpulkan gulma yang telah diidentifikasi dan gambarkan gulma tersebut
6.    Cocokan sifat umum gulma hasil identifikasi anda dengan gambar ilustrasi atau foto yang terdapat dalam buku kunci

Catatan lain:
1.    Apabila telah sesuai, maka contoh gulma tersebut telah sesuai dengan deskripsi gulma yang ada dalam buku kunci






0 komentar:

Posting Komentar