|
KODE.105.
DKK 4
|
Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
|
|
|
Kompetensi dasar:
|
Mengidentifikasi
gulma
|
|
|
Tujuan:
|
Gulma
yang mengganggu diidentifikasi menurut morfologinya
|
|
Dasar teori:
Pengelolaan
perkebunan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan jumlah tenaga
kerja dan biaya besar. Untuk memperolah pertumbuhan dan produksi tanaman yang
baik, diperlukan usaha pemeliharaan tanaman secara iintensif, antara lain
pemupukan secara tepat dosis dan tepat wakttu, serta pengendalian hama dan
penyakit tanaman maupun gulma.
Berbeda dengan
hama dan penyakit tanaman, pengaruh yang diakibatkan oleh gulma tidak
terlihat secara langsung dan berjalan lambat. Namun, secara akumulatif
kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara,
air sinar matahari, udara dan ruang tumbuh, gulma mampu berkompetensi kuat
dengan tanaman perkebunan.
Selain
berkompetensi dalam memperoleh unsur hara, beberapa jenis gulma dapat
mengeluarkan zat yang bersifat racun bagi tanaman yaitu zat allelophaty. Zat beracun tersebut keluar dari akaran gulma.
Perkembangbiakan gulma sangat mudah dan cepat. Baik secara generatif maupun
vegetatif. Pengaruh gulma sangat nyata terlihat pada tanaman muda. Upaya
pengendalian harus dilakukan lebih intensif dengan memperhatikan faktor
ambang ekonomis. Pengendalian gulma bukan pada upaya memusnakan gulma secara
total tetapi lebih pada upaya menekan pertumbuhan gulma.
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada
waktu dan tempat serta kondisi yang tidak diinginkan manusia. Berdasarkan
morfologinya gulma dibedakan atas gulma berdaun sempit (grasses), gulma teki-tekian (sedges),
gulma berdaun lebar (broad leaves), dan gulma pakis-pakisan (ferns). Secara umum metode
indentifikasi gulma dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
1.
Identifikasi gulma yang masih belum diketahui dalam
ilmu pengetahuan
Tugas ini sepenuhnya diserahkan pada ahli
taksonomi profesional, bukan praktisi.
2.
Identifikasi gulma yang belum dikenal tetapi sudah
diketahui dalam dunia ilmu pengetahuan.
Cara identifikasi dapat dilakukan dengan
menggunakan buku kunci atau pedoman identifikasi, memakai sistem species identification sheet, atau membandingkan gulma yang
akan diidentifikasi dengan specimen herbarium yang sah. Buku kunci atau
pedoman identifikasi biasanya memuat keterangan lengkap berbagai jenis gulma
yaitu; Nama gulma, uraian umum, pertelaan botani, gambar gulma dan uraian
tentang penyebaran dan status gulma.
Bahan dan alat:
a. Bahan
Contoh-contoh gulma, buku pedoman
identifikasi gulma
b. Alat
a. Alat tulis
Keselamatan kerja
(K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
1. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok yang akan
digunakan untuk mengamati dan mengidentifikasikan gulma.
2. Melakukan pencarian gulma ke areal pertanian/perkebunan
3. Mengambil contoh gulma yang akan diidentifikasi lengkap dengan
bagian-bagiannya. Keberadaan bunga atau biji sangat membantu mempercepat
proses identifikasi, terutama untuk gulma golongan rumput
4. Lakukan identifikasi gulma dan catat hasilnya pada tabel pengamatan
(lihat LKS)
5. Kumpulkan gulma yang telah diidentifikasi dan gambarkan gulma tersebut
6. Cocokan sifat umum gulma hasil identifikasi anda dengan gambar
ilustrasi atau foto yang terdapat dalam buku kunci
Catatan lain:
1.
Apabila telah
sesuai, maka contoh gulma tersebut telah sesuai dengan deskripsi gulma yang
ada dalam buku kunci
| ||






0 komentar:
Posting Komentar