|
KODE.105. DKK
12
|
Mengendalikan Hama Pada Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kompetensi
dasar:
|
Menghitung
kerusakan akibat gangguan hama
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan:
|
Siswa
mampu melakukan perhitungan intensitas kerusakan oleh hama dilapangan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
Dasar teori:
Teknik
Pengambilan Sampel yaitu teknik
memperoleh dan mengumpulkan serta menghitung individu serangga yang diamati
pada sampel yang telah ditentukan. Semua individu serangga yang ada dalam
satu unit sampel harus dapat dikumpulkan dan dihitung dengan tepat. Jangan
sampai ada individu yang ketinggalan dan tidak dihitung atau sebaliknya
dihitung lebih dari satu kali. Teknik pengambilan sampel yang sering
dipraktikkan, antara lain:
a)
Pengamatan langsung di lapangan
yaitu menghitung langsung
individu serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai pada unit sampel yang
telah ditentukan. Hasil penghitungan langsung dimasukkan dalam format
pengamatan untuk bahan laporan.
b)
Pengumpulan serangga, baik secara langsung maupun tidak langsung
c)
Penarikan contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang cepat dan
efisien dan dapat mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah melebihi
ambang tindakan atau belum (perlu pengendalian/tidak).
Jika kepadatan hama sangat tinggi atau sangat rendah, dari beberapa contoh yang
ditarik sudah cukup untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Sebagai contoh: bila Ambang
Tindakan (AT) ditetapkan 5 ulat/tanaman, jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah 0, 0, 0,
1, 0 dapat disimpulkan hama < AT, artinya tidak perlu pengendalian dan
sampel tidak perlu ditambah. Jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah
10, 7, 9, 8, 12, dapat disimpulkan bahwa > AT, artinya perlu pengendalian
dan pengambilan sampel dihentikan. Tapi bila nilai rataan dari contoh yang
diamati berada di sekitar 5 ulat/ tanaman, maka pengambilan sampel perlu
ditambah, sampai diperoleh keputusan perlu pengendalian atau tidak.
A.
Menghitung tingkat
kerusakan tanaman oleh hama di lahan
Tingkat kerusakan tanaman akibat hama dikenal
dengan sebutan intensitas serangan atau intensitas kerusakan, besarnya
dinyatakan dengan angka dalam satuan persen.
1)
Untuk hama yang merusak bunga pada tanaman hias karena nilai
ekonominya tinggi, intensitas kerusakannya ditentukan dengan rumus:
Keterangan: P = intensitas kerusakan (%)
n = jumlah
tanaman yang bunganya terserang
N = jumlah tanaman
yang diamati
Bahan
dan alat:
a. Bahan
a) Kebun tanaman, tanaman yang terserang hama
b) Format
tabel pengamatan
b. Alat
a) Meteran
b) Tali
rapia
c) Kalkulator
d) Pulpen
e) patok
kayu
Keselamatan kerja (K3LH):
a.
Pakailah pakaian praktek lapangan
b.
Gunakan topi, sepatu boot dan sarung tangan selama
praktik
c.
Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar
tidak sampai melukai badan
Prosedur:
a)
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
dalam penghitungan intensitas
kerusakan tanaman.
b) Lakukan pengecekan, apakah alat-alat yang tersedia
sudah seusai (jenis, ukuran dan jumlahnya), kalau belum pilihlah alat dan
bahan yang sesuai.
c)
Kumpulkan alat-alat yang sudah digunakan dan
bersihkan sampai bersih dari tanah atau kotoran lain.
d)
Simpan alat yang sudah kering pada tempatnya.
e)
Tentukan jumlah unit sampel yang akan diamati dari
populasi tanaman yang ada pada bedeng tanaman
f)
Buatlah pola pengambilan sampel secara sistematik
dengan pola zig-zag pada bedeng tanaman
g)
Berilah patok sebagai tanda pada setiap
tanaman sampel tersebut
h)
Lakukan kegiatan pengamatan dan berikan nilai numerik
(skor) pada setiap daun yang rusak berdasarkan kriteria serangan hama di
bawah ini :
i)
Buat format tabel pengamatan untuk menghitung
tingkat kerusakan tanaman oleh hama
contoh: Ada 3 bedeng pengamatan, dari
setiap bedeng diambil 10 tanaman
j)
Hitung intensitas kerusakan hama dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
z
å
i
= 0 (ni x vi)
I = ¾¾¾¾¾¾ x 100%
Z
x N
Catatan
lain:
Diskusikan
hasil pengamatan dan perhitungan tingkat kerusakan tanaman tersebut bersama
teman dan guru pembimbing
|
||||||||||||||||||||||||||||||||






0 komentar:
Posting Komentar