Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet Menghitung kerusakan akibat Hama


KODE.105. DKK 12
Mengendalikan Hama Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar: 
Menghitung kerusakan akibat gangguan hama
Tujuan:
Siswa mampu melakukan perhitungan intensitas kerusakan oleh hama dilapangan

Dasar teori:
Teknik Pengambilan Sampel yaitu  teknik memperoleh dan mengumpulkan serta menghitung individu serangga yang diamati pada sampel yang telah ditentukan. Semua individu serangga yang ada dalam satu unit sampel harus dapat dikumpulkan dan dihitung dengan tepat. Jangan sampai ada individu yang ketinggalan dan tidak dihitung atau sebaliknya dihitung lebih dari satu kali. Teknik pengambilan sampel yang sering dipraktikkan, antara lain:
a)      Pengamatan langsung di lapangan
yaitu menghitung langsung individu serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai pada unit sampel yang telah ditentukan. Hasil penghitungan langsung dimasukkan dalam format pengamatan untuk bahan laporan.
b)      Pengumpulan serangga, baik secara langsung maupun tidak langsung
  • Pengumpulan langsung dengan tangan, jaring ayun, mengoyang tanaman dan menampung serangga yang jatuh dengan  menggunakan alas kain dan dengan alat lain yang berupa perangkap serangga.
  • Pengumpulan tidak langsung dengan mengumpulkan contoh medium atau tempat serangga hidup seperti daun, batang, buah, tanah, kemudian dilakukan ekstraksi serangga, bisa dengan ayakan tanah, penyikatan, dll.
c)      Penarikan contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang cepat dan efisien dan dapat mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah melebihi ambang tindakan atau belum (perlu pengendalian/tidak).
Jika kepadatan  hama sangat tinggi atau  sangat rendah, dari beberapa contoh yang ditarik sudah cukup untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Sebagai contoh: bila Ambang Tindakan (AT) ditetapkan 5 ulat/tanaman, jika kepadatan  hama dari 5 contoh tanaman adalah 0, 0, 0, 1, 0 dapat disimpulkan hama < AT, artinya tidak perlu pengendalian dan sampel tidak perlu ditambah. Jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah 10, 7, 9, 8, 12, dapat disimpulkan bahwa > AT, artinya perlu pengendalian dan pengambilan sampel dihentikan. Tapi bila nilai rataan dari contoh yang diamati berada di sekitar 5 ulat/ tanaman, maka pengambilan sampel perlu ditambah, sampai diperoleh keputusan perlu pengendalian atau tidak.
A.    Menghitung tingkat kerusakan tanaman oleh hama di lahan
Tingkat kerusakan tanaman akibat hama dikenal dengan sebutan intensitas serangan atau intensitas kerusakan, besarnya dinyatakan dengan angka dalam satuan persen.
1)      Untuk hama yang merusak bunga pada tanaman hias karena nilai ekonominya tinggi, intensitas kerusakannya ditentukan dengan rumus:







              n
P =       ¾¾ x 100%
              N







Keterangan:                      P =    intensitas kerusakan (%)
                                         n =    jumlah tanaman yang bunganya terserang
                                         N      =       jumlah tanaman yang diamati
Bahan dan alat:
a.       Bahan
a)      Kebun tanaman, tanaman yang terserang hama
b)      Format tabel pengamatan
b.      Alat
a)      Meteran
b)      Tali rapia
c)      Kalkulator
d)     Pulpen
e)      patok kayu
Keselamatan kerja (K3LH):
a.       Pakailah pakaian praktek lapangan
b.      Gunakan topi, sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.       Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
a)      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam  penghitungan intensitas kerusakan tanaman.
b)      Lakukan pengecekan, apakah alat-alat yang tersedia sudah seusai (jenis, ukuran dan jumlahnya), kalau belum pilihlah alat dan bahan yang sesuai.
c)      Kumpulkan alat-alat yang sudah digunakan dan bersihkan sampai bersih dari tanah atau kotoran lain.
d)     Simpan alat yang sudah kering pada tempatnya.
e)      Tentukan jumlah unit sampel yang akan diamati dari populasi tanaman yang ada pada bedeng tanaman
f)       Buatlah pola pengambilan sampel secara sistematik dengan pola zig-zag pada bedeng tanaman
g)      Berilah patok sebagai tanda pada setiap tanaman  sampel tersebut
h)      Lakukan kegiatan pengamatan dan berikan nilai numerik (skor) pada setiap daun yang rusak berdasarkan kriteria serangan hama di bawah ini :
 
Nilai Numerik (Skor)
Persentase Daun Yang Terserang
0
1
2
3
4
5
0
0    < x   <   20
20  < x   <   40
40  < x   <   60
60  < x   <   80
80  < x   <   100
i)        Buat format tabel pengamatan untuk menghitung tingkat kerusakan tanaman oleh hama
contoh: Ada 3 bedeng pengamatan, dari setiap bedeng diambil 10 tanaman
Persentase daun yang terserang hama
No
Bedeng 1
Bedeng 2
Bedeng 3
Tanaman
sampel ke-
Tanaman
sampel ke-
Tanaman sampel ke-
1
2
3
.
.
10



j)        Hitung intensitas kerusakan hama dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
            z
            å
            i = 0 (ni x vi)
I    =    ¾¾¾¾¾¾ x 100%
               Z x N

Catatan lain:
Diskusikan hasil pengamatan dan perhitungan tingkat kerusakan tanaman tersebut bersama teman dan guru pembimbing


Kepala Sekolah                                                             SMK Negeri 1 Muara Wahau


Ir. Harmiyanto, MP
NIP. 196304192007 01 1 005
Muara Wahau,     Agustus 2013

Mahasiswa PPL



Hendrikus Charles Mbelo Enge, SST
NIM. 12521299009






0 komentar:

Posting Komentar