Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Selasa, 14 Januari 2014

LKS Identifikasi bibit




Kelompok
:
....
Anggota
:
1.    ...
2.    ...
3.    ...
4.    ...
5.    ...
Kelas/semester
:
....
Mata Pelajaran
:
Kompetensi Kejuruan Agribisnis Tanaman Perkebunan
Hari/Tanggal
:
.....
Judul LKS
:
Menanam tanaman perkebunan


A.   Indikator
Bibit normal dan bibit tidak normal diidentifikasi berdasarkan tanda atau ciri-ciri yang ada

B.   Tujuan pembelajaran
Siswa dapat mengidentifikasi bibit normal dan bibit tidak normal berdasarkan tanda atau ciri-ciri yang ada dengan benar di akhir pembelajaran

C.   Petunjuk pengisian
1.    Berikan tanda centang (√) pada kotak yang menurut kelompok anda sesuai dengan deskripsi morfologis gejala pada tanaman yang ditemukan
2.    Pengisian langsung dilakukan di lokasi pembibitan dengan menggunakan pensil 2B
3.    Lakukan pengamatan dengan teliti untuk setiap jenis bibit di lokasi pembibitan tanaman
4.    Pengamatan difokuskan pada gejala-gejala yang nampak pada daun, tulang daun, pucuk dan batang bibit tanaman
5.    Masukan data yang dicentang (√) pada tabel 1 (lembar pengamatan) , kedalam tabel 2 (tabulasi hasil pengamatan).
6.    Berdasarkan data hasil pengamatan lakukan analisis secara sederhana, apakah bibit yang diamati termasuk kriteria bibit normal ataukah bibit tidak normal
7.    Hasil pengamatan kelompok dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya

 D.   Lembaran pengamatan identifikasi bibit tanaman di persemaian

Jenis tanaman/ bibit
:.....
No bibit
:....
Pengamatan
: tgl,      bln,      thn,
Lokasi
:....
Observator
:....
Guru pamong
:.....

Tabel 1. Lembar pengamatan
GEJALA PADA TANAMAN
Keterangan
Ya
Tidak
Daun
Warna daun menjadi kuning pucat


Daun mengerut atau keriting


Warna daun hijau tua dan permukaannya terlihat mengkilap kemerah-merahan dan daun berbentuk pendek-pendek


Tepi daun mengecil


Daun kering dan mati


Helaian pendek dan keras


Timbul bercak kuning pada daun serta mengering seperti hangus terbakar


Daun kecoklat-coklatan dan merah keunguan


Daun tua menguning secara merata, tetapi tulang daun berwarna hijau


Daun muda berwarnah kuning dan terkadang tidak merata


Daun lebar dan berwarna hijau


Tulang daun
Warna disekitar tulang daun kuning terang


Tulang daun tetap hijau


Pucuk
Bagian pucuk banyak daun yang gugur dan mati


Kuncup daun yang masih muda mengalami kematian/kering


Batang
Batang mengecil serta berwarna merah keunguan


Pertumbuhan terhambat


Pendek, kurus dan kerdil


Bibit tanaman menjadi layu


Batang bawah membengkak


Batang kokoh dan pertumbuhan sehat


Perakaran
Perakaran membusuk


Perakaran kokoh dan tidak membusuk





E.   Hasil
Tabel 2. Tabulasi hasil pengamatan
No Bibit
Kriteria bibit tanaman yang nampak




















F.    Kesimpulan


Job Sheet membiakan tanaman secara generatif



KODE.105. DKK 4
Membiakan Tanaman Secara Generatif
Kompetensi dasar: 
Melakukan Pembiakan Tanaman Secara Generatif
Tujuan:
Siswa dapat melaksanakan penyemaian benih tanaman sesuai jenis benih dan metode yang digunakan dengan benar di akhir pembelajaran



Dasar teori:
Pengecambahan merupakan proses menumbuhkan bakal tanaman yang berupa tunas dan menyeragamkan pertumbuhan bibit sebelum tanam. Ada beberapa benih tanaman perkebunan yang mudah dikecambahkan misalnya kakao, kopi dan karet. Sebaliknya ada beberapa benih tanaman perkebunan yang tidak mudah dikecambahkan, misalnya kelapa sawit, sehingga diperlukan metoda perkecambahan secara khusus.
Ada beberapa metoda pengecambahan kelapa sawit antara lain:
1.  Pengecambahan terbuka
Cara pengecambahan ini adalah yang paling sederhana dan paling sering dilakukan orang. Biji-biji disemaikan di dalam bedengan-bedengan terbuka dengan media pasir dan tanah setebal 20 cm. Biji-biji dideder setebal kurang lebih 3 cm dibawah media dan disiram sekali sehari.
2.  Pengecambahan dalam peti (fermentasi)
Biji-biji yang akan disemai dimasukan ke dalam peti pengecambahan setelah dicampur serbuk arang dengan perbandingan isi yang sama. Di atas campuran tersebut diberi serbuk arang sampai penuh. Peti-peti pengecambahan dimasukkan ke dalam peti pemeraman yang telah diisi bahan pemeram (daun-daunan) setebal 20 cm.
3.  Pengecambahan dengan pipa air panas
Pengecambahan dengan cara ini memerlukan alat berupa rumah kecambah yang dapat dipanaskan dengan uap air dari pabrik dan kotak seng berukuran 40 x 25 x 25 cm.
4.  Pengecambahan di dalam rumah kecambah (germinator).
Cara ini dianggap yang terbaik di antara ketiga cara yang telah diuraikan di atas, karena suhu dan kelembaban udara di dalam germi nator dapat diatur secara otomatis.
5.  Pengecambahan dengan pemanasan kering
Biji kelapa sawit dimasukkan ke dalam alat pengecambahan dengan suhu 38ºC-40ºC selama 40 hari. Dalam proses ini, kadar air biji diatur agar tidak melebihi 18% sehingga biji tidak berkecambah.

Bahan dan alat:
a.    Bahan
a.    Benih kelapa sawit
b.    Media tanam (tanah, dan pasir halus)
b.    Alat
a.    Sekop kecil
b.    Sprayer kecil
c.    Cangkul
d.    Peralatan tulis

Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik seperti sekop dan pacul dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:
a.    Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c.    Tiap kelompok mencangkul tanah sedalam 20 cm, digemburkan lalu dicampur dengan pasir yang disterilkan
d.    Siramlah media dengan Parathion sebanyak 8 g dalam 9 liter air agar media menjadi steril
e.    Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan panjang 300 cm (Panjang dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
f.     Bedengan yang dibuat adalah model bedengan terbuka (lihat gambar a)
g.    Ketinggian bedengan 20 cm








h.    Gunakan bambu, kayu ataupun batu bata sebagai penopang tanah disekeliling bedengan
i.     Siram media dalam bedengan sebelum melakukan penanaman penanaman binih
j.     Biji-biji dideder setebal 3 cm di bawah media
k.    Jarak antar benih yang dideder 3 cm x 3 cm


l.     Lakukan pemeliharaan lanjutan terhadap benih yang telah di tanam oleh kelompok secara mandiri dengan cara disiram minimal sekali sehari

Catatan lain:
a.    Tipe pengecambahan yang dipraktikan adalah pengecambahan terbuka
b.    Pekerjaan kelompok yang berhasil akan mendapatkan nilai yang sempurna
c.    Bibit kelapa sawit dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu benih dan bibit liar, bibit unggul, serta bibit kultur jaringan (Fauzi, Y; Widyastuti. Y. E; dkk. 2012. Kelapa sawit. Budidaya. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Analisis Usaha dan Pemasaran. Bogor. Penebar Swadaya).
d.    Benih kelapa sawit memerlukan perlakuan khusus dan dalam waktu yang cukup lama maka dalam proses pengecambahannya secara generatif. Maka, untuk keperluan praktik ini, digunakan benih liar yang terdapat di kebun praktik sekolah untuk memenuhi tujuan kompetensi.