KabarWarga
Menyonsong Bulan Maria, warga gotong royong membersihkan Gua Maria
DakuPos, Labuan Bajo/25 April 2014
Bulan Mei dan Oktober di sebut juga sebagai bulan Maria oleh umat Katolik sejagad. Pada Bulan tersebut umat Katolik melakukan Do'a Rosario secara bergilir dari rumah ke rumah. Do'a bergilir yang dilakukan sepanjang Bulan tersebut sebagai wujud penghormatan kepada hati tersuci Santa Perawan Maria. Deskripsi Maria sebagai Bunda segala bangsa lahir dan selalu hidup dalam kehidupan umat Katolik.
Gua Maria Ratu Dunia yang kini menjadi bagian dari umat Katolik Paroki Roh Kudus Labuan Bajo dan menjadi pusat perhatian umat menjelang bulan Maria. Menjelang bulan Mei, kesibukan dan mobilitas warga ke Gua Maria mulai nampak. "Setiap menjelang Bulan Maria kelompok Santa Yuliana diberi tanggungjawab oleh pihak paroki untuk mengurus Gua ini", tegas Agus Tutung. Ditambahkannya bahwa tanggungjawab kebesihan Gua menjelang bulan Maria merupakan tanggungjawab kolaboratif semua lapisan.
Sebagai ketua kelompok ia mengkoordinir anggota kelompok untuk bakti bersama membersihkan areal sekitar gua Maria. Pria dan wanita, tua maupun muda, secara kolektif ikut berpartisipasi dalam kerja bakti kelompok. Meskipun beberapa diantaranya tidak datang tepat waktu, tetapi tetap berantusias mengadapi sampah dan seresah tumbuhan yang berada di hadapannya. Sapu dan ember menjadi senjata kaum Ibu dan Pemudi membersihakan areal sekitar gua Maria. Kaum pria bertugas di kiri dan kanan jalan menuju gua. Sabit dan parang menjadi peralatan wajib Bapak-bapak dan para Pemuda untuk melumpuhkan rerumputan tebal nan ganas di tepi jalan.
Cukup banyak yang hadir kerja bakti di hari Jumaat itu. Selain kelompok Santa Yuliana turut hadir juga dari kelompok Yohanes Pemandi dan juga kelompok lain yang berdekatan. Ketua RT 019, Wilem Enge mengkui bahwa, "masih banyak warga yang belum sempat hadir”. Lebih lanjut ia tegaskan “lebih banyak Bapak-bapak dan pemuda yang tidak hadir sore ini. harapannya kedepan lebih banyak lagi yang hadir", imbuhnya.
Meski demikian berdasarkan pantauan saya yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut, memperkirakan bahwa kerja bakti tersebut selesai dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Setelahnya, beberapa warga ada yang memilih langsung pulang, ada juga yang tetap bertahan istirahat sejenak hilangkan lelah sambil bercengkeramah satu sama lain. Akhir kerja bakti yang melelahkan itu ditutup dengan minum kopi bersama. Keluarga Mr. Adrian warga berkebangsaan Belanda yang menyajikannya.
Untuk diketahui misa pembukaan Bulan Maria di Bulan Mei berlokasi di Gua Maria Ratu Dunia. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggungan kelompok untuk melakukan segala persiapannya.
Penulis
Hendrikus Enge







0 komentar:
Posting Komentar