Jumat, 19 Februari 2021

Modul Belajar 4: AgriTan Buah Semusim Kls XI smtr 4

Kegiatan Pembelajaran 4.  Melaksanakan Pengajiran/ Penopang Tanaman Buah Melon 


SETELAH MEMPELAJARI MATERI INI, SILAHKAN KLIK ALAMAT INI:


KEMUDIAN KERJAKAN SOAL ULANGAN 1 PADA FORM TERSEBUT LALU KIRIMKAN DENGAN CARA KLIK PADA TOMBOL SUBMIT PADA LAYER PALING BAWAH!

  1. Deskripsi 


Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Pengajiran/penopang  Tanaman Buah Melon Berisikan Uraian Pokok Materi; Jenis dan bahan ajir, Bentuk dan teknik pengajiran, tujuan pengajiran, faktor-faktor yang mempengaruhi pengajiran, pemasangan ajir, pengikatan tanaman dan buah pada ajir 


  1. Kegiatan Belajar


  1. Tujuan Pembelajaran


Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan pengajiran/penopang tanaman peserta didik mampu melaksanakan teknik pengajiran/penopang tanaman buah melon sesuai standar industri buah


Apa keuntungan dan kerugian dari kedua bentuk pengajiran diatas apabila diterapkan di tanaman melon? 

2. Uraian Materi


Ajir adalah suatu alat yang digunakan dalam budidaya tanaman melon yang berfungsi sebagai alat untuk menopang batang dan cabang  tanaman agar tanaman tersebut berdiri tegak lurus. Suatu bahan yang terbuat dari bahan yang berupa bilahan, bambu, bambu kecil, , kayu yang sudah dibentuk, besi/ pipa kecil, tali atau rafia,  pohon/cabang kayu kecil atau pohon kaso yang tumbuh di pinggir jalan atau diladang belantara. Inilah kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas yang perlu kita agungkan dengan kemurahanya kita disediakan banyak plihan untuk menopang tanaman melon agar tanamannya dapat tumbuh subur dan buahnya berkualitas.

Pengajiran pada tanaman melon dilakukan agar tanaman bisa tumbuh tegak, tidak roboh apabila ada angin besar dan cabangnya tidak patah, buah melon tidak busuk apabila terjadi pada musim hujan juga warna buah merata, bentuk buah bulat dan tidak benjol-benjul dan gepeng,  sehingga menghasilkan buah yang lebat  berkualitas  dan mempermudah pemanenan 

  1. Jenis dan bahan ajir

Jenis-Jenis bahan ajir yang bisa  digunakan diantaranya :

  1. Bahan yang berasal dari cabang-cabang  kayu yang lurus 

  2. Bahan yang berasal dari bambu

  3. Bahan yang berasal dari benang dan kawat

Kelebihan dan kekurang jenis-jenis bahan ajir:

  1. Bahan Yang berasal dari   cabang kayu :

Bahan ini bisa didapat dari cabang-cabang tanaman penghasil kayu sebagai hasil samping dari pemangkasan cabang yang tidak berguna atau berfungsi atau tidak produktif.  Kelemahan dari bahan ini selain mudah diserang rayap juga persediaannya terbatas. Kecuali kalau bahannya dari jenis kayu gelam (dari daerah luar jawa) bisa digunakan berkali-kali. (gambar 4.2)


Gambar 4.2  Cabang Cabang Pohon yang Bisa Digunakan Ajir


  1. Bahan yang berasal dari Tanaman kaso/Glagah  

Bahan ini berasah dari tanaman kaso dan biasanya tumbuh di pinggir-pinggir batangnya berbuku mirip tanaman tebu tetapi diameter batangnya relatif kecil-kecil.  Biasanya  ajir ini sering dilakukan oleh petani untuk berbagai macam tanaman termasuk melon. Harganya relatif mudah dibanding bambu.  Kelemahan dari bahan kaso ini mudah patah dan tidak kuat menanggung bahan yang agak berat sehingga mudah  rusak dan hanya bisa dipergunakan satu musim saja. dan tanaman yang berumur tidak lebih dari tiga bulan (gambar 4.3)


Kaso

                       Gambar 4.3 Tanaman Kaso/Glagah


  1. Bahan yang berasal dari bambu

Beberapa jenis bambu yang yang semuanya bisa dipergunaka sebagai bahan ajir, di antaranya : 

  1. Bambu petung yang biasanya dipergunakan untuk material bangunan rumah.  Relatif paling kokoh, keras, dengan serat besar. Berdiameter 10-15 cm, tebal 50 mm, jarak antar ruas 40-60 cm, dan panjang batang mencapai 20-25 m, bahkan lebih. Karena relatif paling besar, bambu petung/betung biasa dipakai sebagai elemen struktur bangunan.   Dua jenis yang paling sering dipakai, yakni petung hijau dan petung hitam, bambu ini sangat cocok  digunakan sebagai bahan ajir. (gambar 4.4)


image                             

Gambar 4.4 Bambu Petung yang Siap Dijadikan Ajir

 

  1. Bambu kuning biasanya banyak orang dipelihara di pekarangan-pekarangan rumah atau di taman-taman sebagai tanaman hias, karena warna kuning sehingga indah di pandang.  Untuk bahan ajar lebih bagus yang masih muda karena bentuk bambunya utuh tidak dibelah dan lebih kuat, apalagi yang sudah tua bisa dibelah-belah dan dipotong sesuai kebutuhan ukuran ajir. (gambar 4.5)

http://rahmanilmu.files.wordpress.com/2011/11/rebung-bambu-kuning.jpg

                                 Gambar 4.5 Bambu Kuning 


  1. Bambu gombong: jenis bambu ini selain diameternya lebih besar dan dagingnya lebih tebal tanamannya lebih tinggi/panjang sehingga banyak dipergunakan orang untuk bahan bangunan dan sangat cocok untuk bahan pembuatan ajir. Bahan ajir dari jenis bambu gombong ini relatif kuat asal pembagianya tidak terlalu kecil. Pembelahannya mudah dan  bisa merata.  Dan bisa dipergunakan sampai beberapa musim asal penyimpanannya tidak terkena air hujan dan percikan tanah yang akan menimbulkan tumbuhnya rayap.  Lebih baik lagi sebelum dipergunakan atau disemprot anti rayap.  ( Lihat gambar 4.6)


Gigantochloa pseudoarundinacea var. Gombong Batu

Gambar 4.6. Bambu Gombong Batu


 Masih banyak jenis bambu yang lainnya seperti bambu apus,  wulung, tutul dll yang semuanya bisa digunakan untuk bahan ajir


  1.  Bahan ajir dari benang atau kawat biasanya digunakan di lingkungan agribisnis hidroponik karena ruangannya tertutup jadi bahan yang relatif rentan rusak bisa dihindari karena bahan ajir tersebut tidak kena langsung mataharian  dan terpaan  hujan  sehingga agak tahan pemakaiannya. (Gambar 4.7)


http://jirifarm.files.wordpress.com/2011/09/hidroponik-jirifarm-1-melon-mulai-berbunga.jpg

Gambar  4.7 Ajir dari Benang

       

  1. Bentuk dan Teknik Pengajiran

Pengajiran bertujuan agar tanaman melon dapat menjalar secara vertikal/tegak,  sinar matahari secara maksimal menyebar keseluruh area tanaman, proses potosintesis berjalan maksimal sehingga pertumbuhan tanaman baik vegetatif dan generatif  menjadi lebih baik.


Bentuk pengajiran di tanaman melon yang biasa dilakukan ada 2 macam

  1. Sistem ajir miring 

Sistem ajir miring sesuai dengan namanya, pada sistem ini tanaman ditopang  ajir yang ditancapkan miring.  Ajir miring ini dipasang satu ajir untuk 1 tanaman. Dalam bentuk ini ada yang ajir sebagai vertikar/miring ada ajir yang dipasang mendatar,  Ajir yang dipasang vertikal/miring membentuk sudut 45 dengan batang tanaman.  Ukuran ajir vertikal  panjang 1,8-2,0 m lebar  ± 4 cm, dan tebal 2,5 cm.  Untuk ajir yang horisontal bagian bawah dipasang pada ketinggian ± 50 cm dari permukaan bedengan menempel ajir vertikal/miring mempunyai fungsi untuk tumpuan buah. Ajir horisontal kedua dipasang pada ketinggian ± 130 cm dari permukaan bedengan. 

Gambar 4.8 Ajir Miring


  1. Sistem ajir tegak 

Sistem ajir tegak prinsip pembuatannya sama dengan ajir miring hanya pisisi ajir vertikalnya berdiri tegak, ukuran, posisi kedekatan dengan tanaman, tingginya 2 ajir horisontal, kedalaman masuk kebedengan, hampir sama kecuali tegakan ajir vertikal dalam baris  dihubungkan dengan vertikal dalam baris lainnya menggunakan bantuan belahan bambu, sehingga posisinya kokoh. Didalam ajir tegak ini agak boros biayanya karena adanya tambahan belahan bambu penghubung (lihat gambar 4.9). 


Gambar 4.9  Ajir Tegak


Faktor-faktor  yang mempengaruhi pengajiran, diantaranya adalah:

  • Jenis tanaman, semua tanaman yang hidupnya merambat hampir dapat dilakukan pengajiran agar pertumbuhan vegetative dan generatifnya dapat hidup optimal.

  • Jenis bahan ajir, makin keras bahan ajir semakin kuat menopang tanaman

  • Cara pengajiran, cara pengajiran yang tepat akan mengurangi kerusakan tanaman.

                

  1. Pemasangan Ajir


Pemasangan ajir dengan maksud untuk mencegah tanaman yang masih muda roboh. Pemasangan ajir  harus dipasang sedini mungkin yaitu dilakukan 3 hari setelah tanam agar tidak mengganggu perkembangan akar, pemasangan ajir yang terlambat akan mengakibatkan akar tanaman rusak,  lebih baik kalau pemasangan ajir dilakukan sebelum tanam. 

Penempatan ajir dekat batang tanaman dengan jarak ± 10 cm apabila dikenhadaki satu tanaman satu batang tetapi kalau satu tanaman menjadi 2 cabang berarti ajir dengan batang utama berjarak ± 30 cm  karena posisi tanaman tempatnya ditengah-tengah antara 2 ajir  vertikal. Ajir vertikal pada bagian pangkalnya dimasukkan kepermukaan bedengan sedalam 25 cm, bagian atas ajir dipertemukan dan  di silangkan dengan ajir yang lainnya sehingga membentuk segitiga (ajir miring)  pertemuan ke dua ajir bagian bawah sampai ke permukaan bedengan tingginya  ± 130 cm semu. Fungsi ajir horisontal bagian atas adalah tempat tumpuan cabang tanaman terakhir.  Untuk ajir horisontal bagian bawah ditempatkan pada ketinggian 50 cm dari permukaan bedengan menempel setiap  ajir horisonal sepanjang bedengan,  fungsi ajir ini adalah untuk tempat bantuan menggantungnya buah. Setiap pertemuan ajir miring dan horisontal diikat dengan tali rafia atau kawat. Untuk pemasangan bentuk Ajir tegak hampir sama dengan bentuk ajir  miring.

Keunggulan Ajir miring adalah lebih kokoh dibanding ajir tegak karena ajir  satu dengan yang lainnya saling berhubungan erat. Untuk ajir tegak agar dapat kokoh posisinya maka perlu bantuan bambu/kayu penghubung sehingga setiap tegakan ajir dalam baris dihubungkan dengan ajir dalam baris lainnya. Sehingga dalam ajir tegak untuk memperkokoh posisi perlu tambahan  material yaitu bambu/kayu penghubung. Keuntungannya dibanding dengan ajir miring adalah semua permukaan daun sedikit sekali ternaungi antar daun, sirkulasi CO2, O2 sinar matahari lebih optimal, sehingga hasil potosintesis lebih optimal. Mengurangi kelembaban didalam kanopi sehingga hama penyakit relatif berkurang. 


  1. Pengikatan tanaman dan buah dengan ajir


Pengikatan batang tanaman ke ajir dimulai tanaman bercabang 6-7. dilakukan pada setiap 1-2 ruas tanaman sampai mencapai ujung ajir  dengan sistem tali wangsul  atau tali mati  sehingga posisi nya kokoh/kuat tidak berubah (Gambar 4.10.1),  Untuk buah diikatkan  pada ajir horisontal setelah buah hasil seleksi sebesar telur, tanaman berumur 32-35 setelah tanam dengan cara mengikat  antara tangkai buah dan cabang tanaman (gambar 4. 10.2). 


Gambar 4. 10 Pengikatan Batang (1), Pengikatan Buah (2)


Dengan dilakukan pengikatan pada ajir maka;

  • Pertumbuhan tanaman lebih teratur karena jarak tanaman menjadi lebar, sinar matahari dapat masuk ke sela-sela tanaman, dan sirkulasi udara berjalan lancar; 

  • lebih mudah melakukan perawatan dan seleksi bunga/buah; 

  • tanaman tidak mudah roboh oleh terpaan angin atau air hujan.

0 komentar:

Posting Komentar