Deskripsi
Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Pemasangan Mulsa Lahan Tanaman Buah Berisikan Uraian Pokok Materi; pengertian mulsa, tujuan pemulsaan, jenis mulsa, manfaat mulsa, keuntungan menggunakan mphp, perhitungan kebutuhan mulsa, memasang mulsa, pembuatan dan penggunaan alat pelubang tanam.
Kegiatan Belajar
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan pemasangan mulsa peserta didik mampu melaksanakan teknik pemasangan mulsa tanaman buah semusim melon sesuai standar industri buah.
Uraian Materi
Perlu diingat setelah MPHP sudah tidak dipakai harus ditangani secara serius karena limbahnya sangat berbahaya untuk umat manusia, pengabdian inilah yang bisa kita berikan kepada sesama makhluk Tuhan karena dengan demikian mudah-mudahan Tuhan akan membalas akan keiklasan kita mudah-mudahan kita senantiasa diselamatkan dan mendapat perlindungannya. Amien.
Perhitungan keperluan MPHP
Keperluan MPHP untuk agribisnis melon lebih besar dibanding dengan keperluan pada agribisnis semangka karena jumlah bedengannya lebih banyak. Perhitungan keperluan PMHP menggunakan rumus sebagai berikut:
Jika luasan 1 hektar kita umpamakan 100 m x 100 m pada hal lebar bedengan melon 120 cm, lebar saluran drainase 60 cm artinya dalam panjang 100 meter ada bedengan sebanyak 55 bedengan. Sedangkan panjang bedengan maksimal 15 meter dengan saluran drainase 0,6 artinya panjang efektif bedengan adalah ± 96 meter
Jadi keperluan panjang MPHP 1 hektar adalah:
Mp total = P x Np
= 55 x 96 x 1 meter
= 5280 meter lari
Kalau dalam 1gulung MPHP seberat ± 20 kg dengan panjang ± 500 meter maka keperluan untuk 1 hektar ± 11 gulung.
Pemasangan mulsa
Memasangan mulsa untuk agribisnis melon tidak jauh berbeda dengan pemasangan pada agribisnis tanaman yang lainnya yang menggunakan MPHP.
Pemasangan mulsa dilakukan paling lambat 3 hari sebelum tanam, tetapi ada yang berpendapat apabila pupuk kandangnya belum masak sebaiknya pemasangan dilakukan jauh hari, sambil proses dekomposisi pupuk kandang berjalan sehingga pupuk menjadi masak selain itu pupuk kimia yang diberikn dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat terserap tanaman.. MPHP yang digunakan dengan lebar 120 cm, sisi plastik yang berwarna perak menghadap keatas, sedangkan yang berwarna hitam menghadap ke bawah (menempel ke permukaan tanah).
Sebelum MPHP dipasang bedengan disiram basah, pemasangan MPHP diusahakan pada waktu terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan, gunakan penjepit dari bambu atau kawat berbentuk U. (gambar 3.2)
Gambar 3.2 Pemasangan Mulsa Dengan Penjepit Bambu
Pembuatan alat pelubang
Setelah mulsa terpasang dan menutupi permukaan bedengan segera menyiapkan alat pembuat lubang. Pembuatan alat pelubang MPHP dapat menggunakan kaleng bekas susu cair berdiameter ±10 cm atau dengan bahan yang sejenis, sisi kaleng dilubangi dengan paku agar sirkulasi udara mengatur panas nya bara api yang ada didalam kaleng. Jumlah lubang semakin banyak semakin bagus karena akan menjaga kestabilan bara api. Agar pembuat lubang memegangnya nyaman maka kaleng diberi pegangan dari bahan kayu atau dari kayu (gambar 33)
Gambar 3.3 Alat Pembuat Lubang Tanam dari Kaleng Bekas dengan Bara Arang
Pembuatan lubang
Setelah alat pelubang tanam siap, maka selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam, akan tetapi sebelum lubang tanam dibuat dengan menggunakan alat tersebut, maka terlebih dahulu bedengan mulsa diberi tanda, tanda tersebut bisa menggunakan lidi atau bambu kecil, penandaan harus sesuai dengan jarak tanam yang akan digunakan. Satu bedengan berisi dua baris tanaman, dengan jarak antar baris 60 cm, dan dalam baris 60 cm.(gambar 3.4), tetapi kadang-kadang jarak tanam dipengaruhi oleh musim misalnya kalau musim kemarau jaranya agak sempit dibanding musim hujan ( 50 x 60 cm musim kemarau, 60 x 70 musim hujan). Pemberian tanda tersebut dimaksudkan, agar dalam melakukan pembuatan lubang tanam tidak mengalami kesalahan, apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan lubang tanam, maka akan merusak bedengan mulsa tersebut.
Pembuatan lubang tanam dengan menggunakan bara arang menimbulkan panas yang ada pada dasar kaleng tersebut diharapkan mulsa dari plastik dapat meleleh sesuai dengan permukaan kaleng tersebut. Setelah meleleh, maka terbentuklah lubang tanam. ( gambar 3.5)
Gambar 3.4 Jarak Tanam
Ulangan Harian
Bagaimana caranya menghitung keperluan MPHP? Berilah contohnya!
Berapa jarak tanam yang digunakan di penanaman bibit melon? Kenapa menggunakan ukuran jarak tanam tersebut!
Bolehkah MPHP diganti dengan mulsa yang lain? Jelskan pendapat Anda!
Bagaimana prosedur pemasangan MPHP? Jelaskan thapannya.
Bagaimana prosedur pembuatan lubang MPHP
Bagaimana seandainya cara pembuatan lubang MPHP memakai pisau yang tajam? Berilah penjelasan jawaban Anda!








0 komentar:
Posting Komentar