Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Sabtu, 10 September 2011

Dapatkan Kemudahan Anda




Ketika dibangku kuliah banyak hal yang telah saya pelajari. semua data perkuliahan saya selalu menjaganya. sebab saya beranggapan bahwa data itu adalah kehidupan saya. Dimanapun dan kapan pun saya merasa akan hidup kembali saat saya membuka lagi data itu. Oleh karena itu, sebagai bentuk perhomatan saya akan data-data itu, saya abadikan dia ddalam situs saya ini.Download disini














Kamis, 01 September 2011

LAPORAN PKL 2011

Cover HALAMAN PERNYATAAN Abstract Ringkasan Halaman Judul LEMBAR PENGESAHAN.docx MOTO Per Sem Bah An KATA PENGANTAR DATAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR Glossary BAB I BAB III BAB IV BAB V

Minggu, 28 Agustus 2011

Pemanfaatan Tanaman Kersen Sebagai Pengikat Debu di Udara


PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang
Isu lingkungan akhir-akhir ini menjadi pemberitaan hangat di berbagai media masa, baik media cetak maupun media elektronik, terutama yang berhubungan dengan polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi udara tentunya menjadi ancaman serius bagi penghuni jagad raya ini. Banyaknya partikel debu di udara yang dihasilkan dari aktifitas manusia, merupakan bentuk ketidakadilan yang dilakukan manusia terhadap lingkungannya. Manusia memanfaatkan keagungannya terhadap mahluk lain di bumi dengan menekan lingkungan sendiri yang justeru berdampak negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri.
Tingginya tingkat pencemaran lingkungan oleh partikel debu di udara akan menyebabkan semakin tingginya tingkat penyebaran penyakit. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kita dapat memanfaatkan tanaman-tanaman kehutanan yang tersedia di alam yang mampu mengikat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar guna meminimalisir kuantitas partikel debu di udara. Salah satu contoh jenis tanaman yang mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar adalah “Pohon Kersen”. Tanaman Kersen merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan yang telah dikenal namun belum banyak dimanfaatkan dan juga belum banyak dibudidayakan. Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis.
Tanaman kersen termasuk jenis Perdu atau pohon kecil, tinggi sampai 12 m, meski umumnya hanya sekitar 3-6 m saja. Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya; membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar; demikian pula daunnya. Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing.
Umumnya  kersen dimanfaatkan masyarakat untuk di ambil kayunya sebagai kayu bakar, dan juga buahnya dapat dimakan. Pohon kersen dikenal oleh masyarakat oleh karena buahnya saja, tetapi sebenarnya tanpa disadari dedaunnya sangat berperan dalam menjerat partikel debu atau material-material halus yang berterbangan di udara.
Di daerah perkotaan, tanaman kersen ini sangat cocok untuk dikembangkan, sebab mampu menjerat partikel debu dalam jumlah yang besar. Dengan tekstur daun yang berbulu kasar, pohon kersen mampu mengurangi polusi udara dan mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar. Bila di antara kita mengetahui akan fungsi dan manfaat lain pohon kersen terhadap lingkungan, tentunya pohon kersen tidak hanya ditanam sebagai tanaman peneduh di halaman rumah, melainkan juga di tanam di pinggir-pinggir jalan sebagai tanaman yang difungsikan sebagai penjerat partikel debu di udara. Maka dari itu, secara ekologis perlunya dilakukan pemanfaatan tanaman kersen, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penjerat partikel debu di udara.
1.2.        Tujuan
-       Menigkatkan tatanan lingkungan yang sehat dari bahaya partikel debu di udara.
-       Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat tanaman kersen terhadap lingkungan.

Hingga saat ini, tingginya tingkat pencemaran lingkungan oleh partikel debu di udara masih belum dapat diminimalisir dan disertai juga oleh kurangnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kehutanan yang ada disekitarnya yang mampu menjerat banyaknya partikel debu di udara seperti halnya pohon kersen.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.        Pengertian Pencemaran udara.
Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara.
Pencemaran udara dapat didefinisikan sebagai hadirnya substansi di udara dalam konsentrasi yang cukup untuk menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, tanaman maupun material. Substansi ini bisa berupa gas, cair maupun partikel padat. Ada lima jenis polutan di udara, yaitu partikulat dengan diameter kurang dari 10 µm (PM10), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO) dan timbal (Cooper,1994).
Pencemaran udara karena partikel debu biasanya menyebabkan penyakit pernapasan kronis seperti bronchitis khronis, emfiesma paru, asma bronchial dan bahkan kanker paru-paru. Kadar timbal yang tinggi di udara dapat mengganggu pembentukan sel darah merah.
Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraan bermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut.

2.2.        Klasifikasi Ilmiah Tanaman Kersen
Kersen Atau Talok adalah nama tanaman yang memiliki buah kecil berwarna merah seperti cery bila buahnya matang maka rasanya manis. Nama latin atau nama ilmiah untuk tanaman ini adalah Muntingia calabura, tanaman ini banyak di temui di daerah tropis. banyak juga ditemui di pinggir selokan, retakan dinding, bahkan penulis juga pernah menemukan tanaman ini di tebing yang curam mungkin karena ketahananya ini tanaman ini juga di sebut tanaman pionir.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan        :Plantae
Divisi              :Magnoliophyta
Kelas              : Magnoliopsida
Ordo               : Malvales
Famili             : Muntingiaceae
Genus            : Muntingia
Spesies          : M. calabura
2.3.        Ciri-Ciri Fisik
Tanaman ini biasanya tumbuh dengan ukuran kecil namun kadang juga bisa berukuran besah bahkan ada yang bisa mencapai tinggi hingga 12 Meter. selalu hijau terus menerus, berbunga dan berbuah sepanjang tahun Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya. membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula daunnya.
Daun tanaman ini memiliki sistem pertulangan yang menyirip, daun tidak simetris dan tepinya bergerigi sedangkan bunganya berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya. buah memiliki diameter hingga 1.5 cm berbentuk seperti cerry jika matang maka akan berwarna merah dan terasa manis.
2.4.        Manfaat Tanaman
Buah kersen biasanya disukai anak-anak dan merupakan sumber makanan bagi beberapa secies seperti codot (kelelawar pemakan buah) dan banyak species burung anak sekolah suka sekali bermain pada pohon ini biasanya mereka juga mencari-cari buah yang sudah masak diantar dedaunan. Burung-burung pemakan buah, seperti kelompok merbah dan burung cabe, sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan codot, karena itu kedua kelompok hewan ini sekaligus berfungsi sebagai penyebar bijinya.  
Pohon kersen sangat bermanfaat sebagai peneduh jalan karena daunya yang lebat dan batangnya yang lebih lentur namun kuat mungkin karena kotoran kelelawar dan burung-burung pohon ini banyak di temui di tempat yang tidak terurus.  Di samping itu maafaat ekologisdari tanaman kersen adalah mampu mengikat partikel debu di udara.  Kayu dari tanaman ini juga cukup kuat sehingga banyak yang dipakai untuk membuat perabotan dan manfaat lainya tentu saja sebagai kayu bakar

HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.        Pengaruh tanaman kersen terhadap tatanan lingkungan yang sehat.
Tanaman kersen ikut berperanan dalam mengurangi partikel debu yang bertebaran di udara. Manfaat ekologis dari kersen sangat besar terhadap lingkungan tempat kita beraktifitas. Terlepas dari itu tanaman kersen hingga saat ini masih belum banyak yang membudidayakannya. Bedasarkan penelitian dari beberapa pakar di bidang lingkungan menyatakan bahwa daun tanaman kersen mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang banyak. Dengan demikian tanaman kersen dipecaya berperan dalam memperbaiki dan manjaga keseimbangan tantanan lingkungan perkotaan yang kondisi lingkungannya semakin memprihatinkan.
Berdasarkan pemikiran di atas, tanaman kersen ini sudah saatnya dimanfaatkan bukan karena buahnya ataupun kayunya melainkan fungsi yang lebih besar terhadap manusia yaitu sebagai tanaman penjerat partikel debu di udara. Sehingga akan semakin meningkatnya lingkungan kita yang bebas dari partikel debu.
Pengaruh lainnya terhadap tatanan lingkungan kita yaitu dapat meningkatkan tingkat kesejukan udara dimana tempat kita tinggal. Udara yang bebas partikel debu tentunya akan mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang diakibatkan partikel debu ataupun debu yang merupakan media penyebaran penyakit tersebut.
3.2.        Pemahaman masyarakat tentang tanaman kersen terhadap lingkungan.
Disadari bahwa pemahaman mansyarakat akan pentingnya tanaman kersen terhadap lingkungan, terutama dalam hal sebagai penjerat partikel debu di udara masih sangat kurang. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pohon kersen yang yang tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat maupun pemerintah.
Masyarakat cenderung tak pernah membudidyakan kersen dan umumnya tanaman kersen yang ada adalah pohon kersen yang tumbuh secara alami. Walaupun ada yang sengaja ditanam, itupun hanya ditanam di depan halaman rumah saja sebagai tanaman peneduh. Tetapi bila kita perhatikan, tanaman kersen ini sangat cocok ditanam di pinggiran jalan, di sekitar daerah pertokoan, dan daerah-daerah industri, sehingga mampu menjerat partikel debu maupun timbal darikendaraan bermotor.


PENUTUP
Pemanfaatan tanaman kersen secara baik pada saat ini sangat signifikan terutama pada daerah-daerah perkotaan yang tingkat pencemaran udara  akibat partikel debu sangat tinggi.
Kemampuan tanaman kersen dalam menjerat partikel debu di udara secara tidak langsung akan menciptakan tatanan lingkungan yang sehat.
Namun, realitanya dalam masyarakat tanaman kersen belum dimanfaatkan  dan  belum ada yang membudidayakan tanaman ini.
Hal ini di pengaruhi oleh pengetahuan masyarakat akan manfat ekologis tanaman kersen dalam menjerat partikel debu di udara masih sangat kurang.


Tahapan Inventarisasi Hutan


Persiapan-Persiapan Yang Dilakukan Oleh Seorang Inventarisasi Sebelum Melakukan Kegiatan Inventarisasi Satwa Liar
Oleh : Hendrikus Charles Mbelo Enge
I
nventarisasi hutan adalah kegiatan pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya hutan untuk perencanan pengelolaan sumber daya tersebut. Ruang lingkup Inventarisasi Hutan meliputi; survei mengenai status dan keadaan fisik hutan, flora dan fauna, sumber daya manusia, serta kondisi sosial masyarakat di dalam dan disekitar hutan. Inventarisasi hutan wajib dilaksanakan karena hasilnya digunakan sebagai bahan perencanan pengelolaan hutan agar diperoleh kelestarian hasil. Hirarki inventarisasi hutan adalah Inventarisasi hutan tingkat Nasional, Inventarisasi hutan tingkat Wilayah, Inventarisasi hutan tingkat Daerah Aliran Sungai, Inventarisasi hutan tingkat Unit Pengelolaan.

Diktak Ilmu Ukur Kayu

BAB I. PENDAHULUAN

Kompetensi Umum
:

Kompetensi Khusus
:

Waktu
:

Pokok Bahasan
:

Pertemuan



1.1. Pendahuluan
1.1.1. Deskripsi Singkat
1.1.2. Relevansi
1.2. Penyajian
A. Arti Ilmu Ukur Kayu
Ilmu ukur kayu disebut juga ilmu ukur hutan. Henri S.Groves (1960) mengartikan ilmu ukur hutan sebagai suatu ilmu yang mempelajari volume kayu (log), pohon dan tegakan serta mempelajari hasil dan pertumbuhan hutan. Dalam perkembangannya ilmu ukur kayu juga mengukur problem pengelolaan habitat, potensi rekreasi, pengelolaan daerah aliran sungai, (DAS), perlindungan flora dan fauna, keanekaragaman jenis dan aspek lain dari manfaat hutan.
Setelah perang dunia ke II penerapan teori statistik menggunakan computer, maka ilmu ukur kayu juga mengikuti perkembangan tersebut dan para ilmuwan ukur kayu juga mengikutinya dengan mempelajari dasar-dasar matematika seperti kalculus, analisis system, dan operasi riset.
Ahli ukur kayu yang ternama dengan beberapa “tex books” seperti :

Jumat, 26 Agustus 2011

LAPORAN PKL

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.      Perencanaan Hutan
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human resources), sumberdaya alam (natural resources), dan sumberdaya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2005).
Peraturan pemerintah No 33 Tahun 1970 tentang perencanaan hutan     pada ketentuan umum pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa perencanaan hutan adalah penyusunan pola tentang peruntukan, penyediaan, pengadaan dan penggunaan hutan secara serbaguna dan lestari serta penyusunan pola kegiatan-kegiatan pelaksanaannya menurut ruang dan waktu. Dalam pengelolaan hutan untuk mewujudkan penyelenggaraan kehutanan yang efektif dan efisien untuk mencapai manfaat fungsi hutan yang optimum dan lestari maka diperlukan perencanaan hutan.  Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang Perencanaan Kehutanan pada pasal 3 menyatakan perencanaan kehutanan meliputi kegiatan inventarisasi hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, dan penyusunan rencana kehutanan.

KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KELESTARIAN DAS BENAIN

Sumber Hence Dokumentasi
Keberadaan DAS benain sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan sosial masyarakat di sekitar DAS benaen baik di hulu maupun di hilir. Kehidupan sosial masyarakat di sekitar DAS benain tidak semata mata bergantung pada DAS tersebut, dimana sebagian besar masyarakat disekitar itu tidak memperhatikan atau tidak mengetahui bagaimana manfaatnya DAS untuk kehidupan mareka. Pengetahuan masyarakat di sekitar DAS benain  mengenai upaya konservasi guna menanggulangi masalah banjir yang sering melanda masih sangat rendah.

Kamis, 25 Agustus 2011

Pengambilan sampel air

DAS Benain
www.hendrikuscharlesmbeloenge.blogspot.com