RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(
RPP )
|
Satuan
pendidikan
|
:
|
SMK
Negeri 1 Muara Wahau
|
|
Bidang
Studi Keahlian
|
:
|
Agribisnis
dan agroteknologi
|
|
Program
Studi Keahlian
|
:
|
Agribisnis Produksi Perkebunan
|
|
Kompetensi
keahlian
|
:
|
Agribisnis
Tanaman Perkebunan
|
|
Mata
pelajaran
|
:
|
Kompetensi
Kejuruan Agribisnis Tanaman Perkebunan
|
|
Kelas/Semester
|
:
|
XI/1
|
|
Alokasi
waktu
|
:
|
3
x 45 Menit Pelajaran
|
|
Kode
kompetensi
|
:
|
|
|
KKM
|
:
|
70
|
|
Standar
kompetensi
|
:
|
Mengendalikan
hama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM)
|
|
Kompetensi
dasar
|
:
|
5.
Melakukan Pengendalian Hama
|
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi:
A.
Kognitif
1.
Berbagai jenis
bahan pestisida dijelaskan berdasarkan kegunaannya
2.
Kebutuhan bahan
pestisida dihitung per satuan luas lahan
3.
Kebutuhan alat
semprot dihitung untuk menangani areal tertentu
B.
Afektif
Rasa ingin
tahu dimiliki peserta didik dalam mempelajari kompetensi ini.
C.
Psikomotor
Pengendalian
gulma menggunakan herbisida dilakukan menggunakan
larutan yang telah dibuat
|
I. Tujuan akhir pembelajaran/TPO
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa
diharapkan mampu melakukan tindakan pengendalian hama pada tanaman perkebunan
II. Tujuan
Antara/Enabling Objective (EO)
Setelah
mengikuti pembelajaran pada pertemuan ke-1, siswa diharapkan mampu:
1)
Menjelaskan
berbagai jenis dan fungsi alat semprot.
2)
Menjelaskan
berbagai jenis dan fungsi bahan pestisida.
3)
Menghitung
kebutuhan bahan pestisida per satuan luas lahan.
4)
Menghitung
kebutuhan alat semprot untuk menangani areal tertentu
5)
Membuat
larutan pestisida untuk hama
III.
Materi Pembelajaran
Pengendalian Hama dengan Pestisida Secara Bijaksana
Pengendalian secara kimiawi sebenarnya dapat dilakukan dengan
menggunakan zat pemikat (attractans), zat
penolak (repellents), pestisida atau
zat pemandul (kemosterilans).
Diantara berbagai cara, pengendalian menggunakan bahan kimia yang paling banyak
digunakan adalah pestisida.
Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan
organisme pengganggu tanaman (OPT). Dalam pengendalian hama
secara bijaksana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemakaian
pestisida efektif, efisien, optimal dan maksimal, yaitu:
1.
Jenis pestisida
yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan jenis organisme pengganggu yang
akan dikendalikan sehingga alat dan bahan yang digunakan untuk pengendalian
disesuaikan.
Alat semprot
yang digunakan untuk mengendalikan hama ada beberapa jenis, antara lain:
a) Alat semprot sederhana yang biasa digunakan di rumah
untuk membunuh nyamuk.
Prinsip kerjanya memompa cairan insektisida yang ada
dalam wadah supaya terpompa ke atas, kemudian cairan dipecah oleh nozel menjadi
butiran-butiran air yang halus.
b) Alat semprot tangan (hand sprayer)
Prinsip kerjanya sama memompa cairan insektisida yang
ada di dalam wadah supaya terpompa ke atas, kemudian cairan dipecah oleh nozel
menjadi butiran-butiran halus.
c) Alat semprot gendong (sprayer)
Yaitu alat yang paling umum digunakan untuk mengendalikan hama/penyakit
di suatu lahan, kapasitas isi 8-20 liter dan dipakai di punggung. Alat semprot
ini bekerja dengan dipompa terus menerus dengan tangan.
|
Alat semprot
gendong dan bagian-bagiannya
|
|
d) Mist Blower (alat untuk pengabutan)
Yaitu alat yang bisa menghembuskan udara sehingga bisa
memecah cairan menjadi butiran sepertikabut. Alat ini biasa digunakan untuk
mengendalikan hama tikus atau hama di dalam gudang.
Pestisida atau bahan kimia yang digunakan untuk
mengendalikan organisme pengganggu tanaman terdiri dari beberapa jenis.
Berdasarkan kegunaannya, pestisida dikelompokkan menjadi:
a)
Insektisida : bahan kimia yang digunakan untuk
mengendalikan hama serangga.
b)
Acarisida : untuk
mengendalikan tungau.
c)
Nematisida: untuk mengendalikan nematoda.
d)
Herbisida : untuk
mengendalikan gulma.
e)
Ovisida : untuk
memberantas telur serangga.
f)
Larvasida : untuk
memberantas larva serangga.
g)
Rodentisida: untuk mengendalikan tikus.
h)
Algasida : untuk
mengendalikan algae.
i)
Molluscida : untuk
mengendalikan siput.
j)
Bakterisida: untuk mengendalikan bakteri.
k)
Virusida : untuk
mengendalikan virus.
2.
Dosis dan
konsentrasi pestisida yang akan digunakan harus tepat. Dosis adalah jumlah
pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan
hama/penyakit tiap satuan luas tertentu.
Ada 3 (tiga)
macam konsentrasi dalam hal penggunaan pestisida, yaitu:
a) Konsentrasi bahan aktif
Yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam
larutan yang sudah dicampur dengan air.
b) Konsentrasi formulasi
Yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap
liter air.
c) Konsentrasi larutan (konsentrasi pestisida dalam
larutan)
Yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu
larutan jadi.
Perhitungan Kebutuhan
Pestisida Untuk Menangani Areal Tertentu
Contoh
1:
Diketahui kebutuhan cairan semprot 320 liter/ha. Untuk menangani areal
0,5 ha, konsentrasi semprotan yang dianjurkan untuk pestisida 45 EC adalah
0,04%.
Jika kapasitas
alat semprot yang digunakan 8 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk
menangani areal tersebut? berapa liter formulasi dagang yang dibutuhkan untuk
menangani areal tersebut ? berapa liter formulasi dagang yang dibutuhkan untuk
per pengisian alat semprot?
Jawab:
Diketahui:
Kebutuhan cairan
semprot = 320 lt/ha
konsentrasi yang
dianjurkan = 0,04%
konsentrasi
bahan aktif dalam formulasi 45 EC =
45%
kapasitas alat
semprot = 8 liter
Areal yang harus
digarap = 0,5 ha = 5000 m2
Ditanyakan:
a) Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menanga areal
0,5 ha
b) Berapa volume dari formulasi dagang yang dibutuhkan?
c) Berapa volume dari formulasi dagang per pengisian alat
semprot?
Penyelesaian:
Contoh 2:
Diketahui kebutuhan cairan
semprot 320 liter/ha. Untuk menangani
areal 0,5 ha, jumlah yang dianjurkan untuk pestisida 70 WP adalah 0,7 kg
bahan aktif/ha. Jika kapasitas alat semprot yang digunakan adalah 8 liter,
berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal tersebut ? berapa
kilogram formulasi komersial yang dibutuhkan untuk menggarap areal tersebut?
berapa kilogram formulasi komersial per pengisian alat semprot?
Jawab:
Diketahui:
Jumlah yang dianjurkan =
0,7%
Konsentrasi formulasi dagang 70 WP = 70%
Areal yang harus digarap = 0,5 ha
Kapasitas alat semprot =
8 liter
Kebutuhan cairan semprot = 320 lt/ha
Ditanyakan:
a)
Berapa kebutuhan
cairan semprot untuk menangani areal 0,5 ha?
b) Berapa jumlah formulasi dagang yang dibutuhkan?
c)
Berapa bahan
formulasi dagang per pengisian alat semprot?
Penyelesaian:
Contoh 3:
Diketahui kebutuhan cairan semprot 600
lt/ha. Untuk menangani areal 500 m2, dosis pestisida yang dianjurkan
adalah 1 gr/lt. Jika kapasitas alat
semprot yang digunakan adalah 14 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk
menangani areal tersebut? Berapa kebutuhan pestisida untuk menangani areal
tersebut? Berapa kebutuhan pestisida untuk per pengisian alat semprot?
Jawab:
Diketahui:
Kebutuhan
cairan semprot = 600 lt/ha
Dosis
pestisida yang dianjurkan = 1
gr/lt
Kapasitas
alat semprot = 14 liter
Luas
areal yang ditangani = 500 m2
Ditanyakan:
a)
Berapa kebutuhan
cairan semprot untuk menangani areal 500 m2 ?
b) Berapa kebutuhan pestisida untuk menangani areal
tersebut?
c)
Berapa kebutuhan
pestisida untuk per pengisian alat semprot?
Penyelesaian:
a
Perhitungan Kebutuhan Alat
Contoh:
Anda memiliki alat
semprot berkapasitas 10 liter dan ingin memberikan semprotan dengan jumlah 250
liter/ha untuk sawah seluas 0,4 ha. Berapa kali pengisian semprotan yang Anda
perlukan atau berapa buah alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal
tersebut?
Jawab:
Diketahui:
Kebutuhan cairan
semprot = 250 liter/ha
Areal yang akan disemprot = 0,4
ha
Kapasitas isi tangki yang tersedia = 10 liter
Ditanyakan :
Berapa kali
pengisian semprotan yang diperlukan atau berapa alat semprot yang dibutuhkan
untuk menangani areal tersebut?
Penyelesaian:
Gunakan rumus:
Jadi alat semprot yang
dibutuhkan adalah 10 buah.
3.
Cara pemakaian
pestisida harus tepat, bagaimana ia diaplikasikan pada sasaran, baik tanaman,
tanah/lahan, benih/bibit, misalnya apakah dengan disemprot, disuntik atau
dihembus.
4.
Waktu pemakaian
pestisida harus tepat, ditinjau dari umur atau stadia pertumbuhan dan
perkembangan organisme penganggu, umur tanaman (benih, bibit, tanaman dewasa),
keadaan cuaca (angin, suhu udara, kelembaban, curah hujan), atau waktu aplikasi
pagi hari, siang, sore, dalam keadaan panas atau hujan, dan sebagainya.
Cara
dan waktu yang tepat dalam menggunakan pestisida merupakan slah satu faktor
penting yang menentukan keberhasilan pengendalian hama. walaupun jenis obatnya baik, namun
karena penggunaannya tidak benar, maka penggunaan pestisida akan sia-sia.
Faktor
cuaca yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, diantaranya:
1)
Keadaan angin
angin yang tenang dan stabil akan
mengurangi pelayangan partikel pestisida di udara.
2)
Suhu udara
bila suhu di bagian bawah lebih panas, maka pestisida
akan cepat menguap sehingga aplikasi pestisida pagi/sore hari lebih baik dari
pada siang waktu terik matahari.
3) Kelembaban udara
kelembaban udara yang tinggi akan mempermudah terjadinya hidrolisis pada
partikel pestisida yang dapat menyebabkan berkurangnya daya racun
4) Curah hujan
aplikasi
pestisida sebaiknya tidak dilakukan pada waktu hujan karena curah hujan dapat
menghilangkan pestisida karena cucian pestisida oleh air hujan
Pengendalian Hama
Berwawasan Lingkungan
Penggunaan pestisida di lingkungan pertanian menjadi masalah yang sangat
dilematis. Di satu pihak, dengan digunakannya pestisida, maka kehilangan hasil
yang diakibatkan organisme pengganggu tanaman dapat ditekan, tetapi akan
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Di lain pihak, tanpa penggunaan pestisida akan sulit menekan kehilangan hasil
yang diakibatkan organisme pengganggu tanaman. Suatu alternatif pengendalian hama penyakit yang murah,
praktis dan relatif aman terhadap lingkungan sangat diperlukan.
Pengembangan pestisida nabati di kalangan petani sudah saatnya
dikembangkan dan dimasyarakatkan. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan
dasarnya berasal dari tumbuhan. Karena berasal dari bahan alami, yaitu
tumbuh-tumbuhan, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai di alam
sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak
peliharaan karena residunya mudah hilang. Pestisida nabati apabila
diaplikasikan akan membunuh hama
pada waktu itu dan setelah hamanya terbunuh, maka residunya akan cepat
menghilang di alam, dengan demikian tanaman akan terbebas dariresidu pestisida
dan aman untuk dikonsumsi.
Di Indonesia, sebenarnya terdapat sangat banyak jenis tumbuhan penghasil
pestisida nabati. Namun saat ini pemanfaatannya belum dilakukan dengan
maksimal. Berdasarkan sifat dan kemampuannya dalam mengendalikan organisme
pengganggu tanaman, tumbuhan penghasil pestisida nabati tersebut dikelompokkan
menjadi:
1)
Insektisida
nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama
insekta.
Contoh: babadotan, bengkuang, saga, serai, sirsak,
srikaya, dan lain-lain.
2) Atraktan atau pemikat
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang
menyerupai sex pheromon pada serangga betina, sifatnya sama dengan metil
eugenol. Contoh: daun wangi, selasih ungu, selasih hijau, trengguli, dan
lain-lain.
3) Rodentisida nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali tikus.
Contoh: gadung racun.
4) Moluskisida nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali golongan
moluska (keong-keongan). Contoh: tuba, sembung, dan lain-lain.
5) Pestisida serba guna
adalah kelompok
tumbuhan yang tidak hanya berfungsi untuk satu jenis hama, tetapi juga dapat
berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida, dan
lain-lain. Contoh: jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau, cengkih, jarak,
kecubung, dan lain-lain.
IV.
Metode Pembelajaran
Praktik
V.
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan
Peserta Didik
|
Pengorganisasian
|
|
Peserta
|
Alokasi Waktu
|
|
1.
|
A. Kegiatan Awal/Pembukaan
a) Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa
b) Menyampaikan SK, KD dan indikator pencapaian
c) Menginformasikan tujuan pokok materi pembelajaran
d) Memberikan apersepsi,dsb
|
· Menjawab
salam
· Menata
ruang
· dan
sebagainya
|
K
|
10”
|
|
2.
|
B. Kegiatan Intis
Eksplorasi
Menjelaskan secara singkat tentang materi pokok
untuk menghantar siswa pada materi pokok pelajaran
|
· Berkumpul
dengan kelompok masing-masing
· dan
sebaginya
|
|
|
|
Elaborasi
Guru
menyampaikan tahapan metode pembelajaran yang digunakan
a)
Guru menyuruh
siswa untuk membentuk kelompok
b)
Guru
Menjelaskan materi yang dipelajari
c)
Guru
menjelaskan metode perhitungan larutan pestisida
d)
Masing-masing
siswa dalam kelompok melakukan teknik penyemprotan menggunakan tangki semprot
|
·
Siswa secara berkelompok
melakukan pengendalian hama secara kimia dengan melakukan penyemprotan
·
dan sebagainya
|
KL
|
100”
|
|
Konfirmasi
a)
Guru
menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
b)
Memfasilitasi
kegiatan refleksi hasil observasi siswa terhadap pemahaman fakta, konsep, prinsip
dan prosedur hasil identifikasi, dan sebagainya
|
·
Melakukan
refleksi terhadap pengalaman belajarnya
·
dan sebagainya
|
K
|
|
|
3.
|
C. Kegiatan Akhir/Penutup
a) Membantu siswa untuk membuat simpulan pembelajaran
b) Memberikan evaluasi formatif
c) dan sebagainya
|
·
Menyimpulkan hasil pembelajaran
·
dan sebagainya
|
I
|
10”
|
|
Jumlah
|
120”
|
Keterangan :
K : Klasikal, I : Individual, KL : Kelompok
VI. Sumber Belajar
A.
Alat
·
Spidol
·
White
board
·
Infokus
·
dan sebagainya
B. Bahan
·
Modul mengendalikan
hama
·
LKS
·
Jobsheet
·
dan sebagainya
C.
Sumber Belajar
·
Suharto.
2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. ANDI: Yogyakarta
·
dan sebagainya (sumber belajar berupa daftar pustaka dengan tata
penulisan sesuai kaidah yang telah ditentukan).
VII.Penilaian
A.
Kognitif
a.
Teknik
penilaian : Tertulis
b.
Bentuk
instrumen : Uraian
c.
Instrumen
penilaian :
|
No.
|
Butir
Soal
|
Skor
|
|
1.
|
Jelaskan
4 jenis bahan pestisida berdasarkan kegunaannya!
Kunci
Jawaban :
a)
Insektisida : bahan kimia yang digunakan untuk
mengendalikan hama serangga.
b)
Acarisida : untuk
mengendalikan tungau.
c)
Nematisida: untuk mengendalikan nematoda.
d)
Herbisida : untuk
mengendalikan gulma.
|
4
|
|
2.
|
Diketahui
kebutuhan cairan semprot 550 liter/ha.
Untuk menangani areal 0,5 ha, konsentrasi semprotan yang dianjurkan untuk
pestisida 45 EC adalah 0,05%. Jika
kapasitas alat semprot yang digunakan 15 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal
tersebut?
Kunci
Jawaban :
Kebutuhan
cairan semprot = 550 lt/ha
konsentrasi
yang dianjurkan = 0,04%
konsentrasi
bahan aktif dalam formulasi 45 EC =
45%
kapasitas alat
semprot = 15 liter
Areal yang
harus digarap = 0,5 ha = 5000 m2
Ditanyakan:
Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menanga areal 0,5 ha?
Jawab:
|
8
|
|
3.
|
Anda memiliki
alat semprot berkapasitas 10 liter dan ingin memberikan semprotan dengan
jumlah 300 liter/ha untuk sawah seluas 0,5 ha. Berapa kali pengisian semprotan yang Anda
perlukan atau berapa buah alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal
tersebut?
Kunci
Jawaban :
Diketahui:
Kebutuhan cairan semprot = 300 liter/ha
Areal yang akan disemprot =
0,5 ha
Kapasitas isi tangki yang
tersedia = 10 liter
Ditanyakan :
Berapa
kali pengisian semprotan yang diperlukan atau berapa alat semprot yang
dibutuhkan untuk menangani areal tersebut?
Penyelesaian:
Gunakan rumus:
 |
8
|
|
Skor
Total
|
20
|
d.
Rubrik
penilaian
|
No
|
Aspek yang
dinilai
|
Skor
|
∑ skor
|
|
1.
|
1. Menjelaskan
sebanyak 4 jenis pestisida
2. Menjelaskan
sebanyak 3 jenis pestisida
3. Menjelaskan
sebanyak 2 jenis pestisida
4. Menjelaskan
sebanyak 1 jenis pestisida
|
4
3
2
1
|
4
|
|
2.
|
1. Menjawab
sesuai dengan langkah penyelesaian dengan benar
2. Menjawab
benar tanpa menulis kembali rumus dengan benar
3. Menulis
jawaban sampai tahap ditanyakan
4. Menulis
jawaban sampai pada tahap diketahui
5. Hanya
menulis soal tanpa ada jawabannya
6. Tidak
mengerjakan soal
|
6
5
4
3
2
1
|
6
|
|
3.
|
1. Menjawab
sesuai dengan langkah penyelesaian dengan benar
2. Menjawab
benar tanpa menulis kembali rumus dengan benar
3. Menulis
jawaban sampai tahap ditanyakan
4. Menulis
jawaban sampai pada tahap diketahui
5. Hanya
menulis soal tanpa ada jawabannya
6. Tidak
mengerjakan soal
|
6
5
4
3
2
1
|
6
|
|
Total skor
|
|
16
|
e.
Perhitungan
Skor Akhir
B.
Penilaian Nilai
Karakter Bangsa (afektif)
a.
Petunjuk
penilaian:
b.
Berilah
penilaian pada siswa dikelas dengan melihat aspek rasa ingin tahu siswa
terhadap materi yang dipelajari
c.
Berilah
tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi siswa tersebut menurut
pengamatan saudara pada dirinya.
d.
Kriteria
pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor 1= bila kriteria tidak terlihat
dalam diri peserta didik
Skor 2= bila kriteria kadang terlihat
dalam diri peserta didik
Skor 3= bila kriteria terlihat dalam
diri peserta didik
Skor 4= bila kriteria selalu terlihat
dalam diri peserta didik
e. Lakukan
skoring dan penjumlahan nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan
hitunglah jumlah nilai total keempat dimensi indikator secara keseluruhan.
No
|
Nama siswa
|
Aspek rasa ingin tahu
|
|
Bertanya
|
Tekun
|
∑
Skor
|
|
4
|
3
|
2
|
1
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
16
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
18
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
19
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
20
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
21
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
23
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
24
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
25
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
26
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
f.
Perhitungan
skor
Skor
tertinggi = 12
Skor
terendah = 3
Range = 9
Kelas = 4
Interval = 2,25
Kategorisasi
skoring:
|
Skor
|
Kategori
|
|
3 – 5,25
>5,25
– 7,50
>7,50
– 9,75
>9,75
|
: Siswa memiliki rasa ingin
tahu yang rendah
: Siswa memiliki rasa ingin
tahu yang sedang
: Siswa memiliki rasa ingin
tahu yang tinggi
: Siswa memiliki rasa ingin
tahu yang sangat tinggi
|
C.
Penilaian
Psikomotor
Petunjuk
penilaian:
a.
Berilah
penilaian dengan mengobservasi kinerja siswa dalam kelompok kerja
b.
Berilah
tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi kelompok tersebut menurut
pengamatan saudara pada dirinya.
c.
Kriteria
pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor
1= bila kriteria penilaian tidak terlihat dalam pekerjaan kelompok
Skor
2= bila kriteria penilaian terlihat dalam pekerjaan kelompok
d.
Lakukan skoring dan penjumlahan
nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan hitunglah jumlah nilai total
keempat dimensi indikator secara keseluruhan.
e. Lembar
observasi kelompok
|
Kelompok :................
Ketua :................
Anggota :................
|
lokasi
praktik :..............
Hari/tanggal :..............
|
|
Kriteria
penilaian
|
Skor
|
|
2
|
1
|
|
|
|
|
f.
Perhitungan skor:
Muara
Wahau, September 2013
|
Guru
pamong/pembimbing
.................................................
NIP. 12521299009
|
Mahasiswa
PPL
Hendrikus
Charles Mbelo Enge, SST
NIM.
12521299009
|
Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau
Ir.
Harmiyanto, MP
NIP.
196304192007 01 1 005
Muara
Wahau, September 2013
|
Guru
pamong/pembimbing
.................................................
NIP. 12521299009
|
Mahasiswa
PPL
Hendrikus
Charles Mbelo Enge, SST
NIM.
12521299009
|
Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau
Ir.
Harmiyanto, MP
NIP.
196304192007 01 1 005