Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Rabu, 22 Januari 2014

Video pembelajaran

Video pembelajaran menggunakan Metode pembelajaran Think Pair and Share pada video disamping merupakan hasil karya murni siswa peserta Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi SMK Kolaboratif di LPTK Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2013. Video pembelajaran ini dibuat sebagai salah satu bentuk penilaian kompetensi pedagogik bagi mahasiswa PPGT. Semoga Video ini bermanfaat pagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif.



Pembuatan media tanam dalam budidaya jamur tiram putih dalam video ini secara iseng direkam saya pada saat praktik pembuatan media tanam jamur. Kegiatan ini berlokasi di kampus POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG. Kegiatan praktik ini direkam tepatnya pada pertengahan bulan september tahun 2012. Karena tuntutan profesi dalam kompetensi pedagogik dalam pembuatan media pembelajaran semasa pendidikan di LPTK UNY, maka bersama teman-teman kami menggunakan video ini sebagai tugas kami. Semoga bermanfaat dan selamat menyimak.




Di samping ini adalah salah satu video pembelajaran dalam pembudidayaan tanaman perkebunan. lokasi rekaman video ini yaitu di sekitar kontrakan saya dan teman-teman semasa pendidikan profesi.Sekedar untuk tuntutan pemenuhan nilai tugas media pembelajaran, maka isi dari video ini tergolong agak sedikit unik. Silahkan menyimak saja anda pasti menemukan jawaban dari pernyataan yang unit tersebut.

Selasa, 21 Januari 2014

RPP Pengendalian hama



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Satuan pendidikan
:
SMK Negeri 1 Muara Wahau
Bidang Studi Keahlian
:
Agribisnis dan agroteknologi
Program Studi Keahlian
:
Agribisnis Produksi Perkebunan
Kompetensi keahlian
:
Agribisnis Tanaman Perkebunan
Mata pelajaran
:
Kompetensi Kejuruan Agribisnis Tanaman Perkebunan
Kelas/Semester
:
XI/1
Alokasi waktu
:
3 x 45  Menit Pelajaran
Kode kompetensi
:

KKM
:
70
Standar kompetensi
:
Mengendalikan hama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar
:
5.      Melakukan Pengendalian Hama
Indikator Pencapaian Kompetensi:
A.    Kognitif
1.      Berbagai jenis bahan pestisida dijelaskan berdasarkan kegunaannya
2.      Kebutuhan bahan pestisida dihitung per satuan luas lahan
3.      Kebutuhan alat semprot dihitung untuk menangani areal tertentu
B.     Afektif
Rasa ingin tahu dimiliki peserta didik dalam mempelajari kompetensi ini.
C.    Psikomotor
Pengendalian gulma menggunakan herbisida dilakukan menggunakan larutan yang telah dibuat

I.       Tujuan akhir pembelajaran/TPO
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa diharapkan mampu melakukan tindakan pengendalian hama pada tanaman perkebunan

II.    Tujuan Antara/Enabling Objective (EO)
            Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ke-1, siswa diharapkan mampu:
1)      Menjelaskan berbagai jenis dan fungsi alat semprot.
2)      Menjelaskan berbagai jenis dan fungsi bahan pestisida.
3)      Menghitung kebutuhan bahan pestisida per satuan luas lahan.
4)      Menghitung kebutuhan alat semprot untuk menangani areal tertentu
5)      Membuat larutan pestisida untuk hama

III. Materi Pembelajaran

Pengendalian Hama dengan Pestisida Secara Bijaksana
Pengendalian secara kimiawi sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan zat pemikat (attractans), zat penolak (repellents), pestisida atau zat pemandul (kemosterilans). Diantara berbagai cara, pengendalian menggunakan bahan kimia yang paling banyak digunakan adalah pestisida.
Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dalam pengendalian hama secara bijaksana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemakaian pestisida efektif, efisien, optimal dan maksimal, yaitu:
1.      Jenis pestisida yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan jenis organisme pengganggu yang akan dikendalikan sehingga alat dan bahan yang digunakan untuk pengendalian disesuaikan.  
Alat semprot yang digunakan untuk mengendalikan hama ada beberapa jenis, antara lain:
a)      Alat semprot sederhana yang biasa digunakan di rumah untuk membunuh nyamuk.
Prinsip kerjanya memompa cairan insektisida yang ada dalam wadah supaya terpompa ke atas, kemudian cairan dipecah oleh nozel menjadi butiran-butiran air yang halus.
b)      Alat semprot tangan (hand sprayer)
Prinsip kerjanya sama memompa cairan insektisida yang ada di dalam wadah supaya terpompa ke atas, kemudian cairan dipecah oleh nozel menjadi butiran-butiran halus.
c)      Alat semprot gendong (sprayer)
Yaitu alat yang paling umum digunakan untuk mengendalikan hama/penyakit di suatu lahan, kapasitas isi 8-20 liter dan dipakai di punggung. Alat semprot ini bekerja dengan dipompa terus menerus dengan tangan.
Alat semprot gendong dan bagian-bagiannya
d)     Mist Blower (alat untuk pengabutan)
Yaitu alat yang bisa menghembuskan udara sehingga bisa memecah cairan menjadi butiran sepertikabut. Alat ini biasa digunakan untuk mengendalikan hama tikus atau hama di dalam gudang.
Pestisida atau bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan kegunaannya, pestisida dikelompokkan menjadi:
a)      Insektisida :           bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga.
b)      Acarisida   :           untuk mengendalikan tungau.
c)      Nematisida:           untuk mengendalikan nematoda.
d)     Herbisida   :           untuk mengendalikan gulma.
e)      Ovisida      :           untuk memberantas telur serangga.
f)       Larvasida  :           untuk memberantas larva serangga.
g)      Rodentisida:          untuk mengendalikan tikus.
h)      Algasida    :           untuk mengendalikan algae.
i)        Molluscida            :          untuk mengendalikan siput.
j)        Bakterisida:           untuk mengendalikan bakteri.
k)      Virusida    :           untuk mengendalikan virus.
2.      Dosis dan konsentrasi pestisida yang akan digunakan harus tepat. Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama/penyakit tiap satuan luas tertentu.
Ada 3 (tiga) macam konsentrasi dalam hal penggunaan pestisida, yaitu:
a)      Konsentrasi bahan aktif
Yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air.
b)      Konsentrasi formulasi
Yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air.
c)      Konsentrasi larutan (konsentrasi pestisida dalam larutan)
Yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.

            Perhitungan Kebutuhan Pestisida Untuk Menangani Areal Tertentu
            Contoh 1:
Diketahui kebutuhan cairan semprot 320 liter/ha. Untuk menangani areal 0,5 ha, konsentrasi semprotan yang dianjurkan untuk pestisida 45 EC adalah 0,04%. 
Jika kapasitas alat semprot yang digunakan 8 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal tersebut? berapa liter formulasi dagang yang dibutuhkan untuk menangani areal tersebut ? berapa liter formulasi dagang yang dibutuhkan untuk per pengisian alat semprot? 
Jawab:
Diketahui:
Kebutuhan cairan semprot      = 320 lt/ha
konsentrasi yang dianjurkan   = 0,04%
konsentrasi bahan aktif dalam formulasi 45 EC         = 45%
kapasitas alat semprot = 8 liter
Areal yang harus digarap = 0,5 ha      = 5000 m2
Ditanyakan:    
a)      Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menanga areal 0,5 ha
b)      Berapa volume dari formulasi dagang yang dibutuhkan?
c)      Berapa volume dari formulasi dagang per pengisian alat semprot?
Penyelesaian:

Contoh 2:
Diketahui kebutuhan cairan semprot 320 liter/ha. Untuk menangani  areal 0,5 ha, jumlah yang dianjurkan untuk pestisida 70 WP adalah 0,7 kg bahan aktif/ha. Jika kapasitas alat semprot yang digunakan adalah 8 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal tersebut ? berapa kilogram formulasi komersial yang dibutuhkan untuk menggarap areal tersebut? berapa kilogram formulasi komersial per pengisian alat semprot?
Jawab:
Diketahui:      
Jumlah yang dianjurkan          = 0,7%
Konsentrasi formulasi dagang 70 WP            = 70%
Areal yang harus digarap        = 0,5 ha
Kapasitas alat semprot            = 8 liter
Kebutuhan cairan semprot      = 320 lt/ha
Ditanyakan:    
a)      Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal 0,5 ha?
b)      Berapa jumlah formulasi dagang yang dibutuhkan?
c)      Berapa bahan formulasi dagang per pengisian alat semprot?
Penyelesaian:


Contoh 3:
       Diketahui kebutuhan cairan semprot 600 lt/ha. Untuk menangani areal 500 m2, dosis pestisida yang dianjurkan adalah 1 gr/lt.  Jika kapasitas alat semprot yang digunakan adalah 14 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal tersebut? Berapa kebutuhan pestisida untuk menangani areal tersebut? Berapa kebutuhan pestisida untuk per pengisian alat semprot?
Jawab:
            Diketahui:
            Kebutuhan cairan semprot      = 600 lt/ha
            Dosis pestisida yang dianjurkan         = 1 gr/lt
            Kapasitas alat semprot            = 14 liter
            Luas areal yang ditangani       = 500 m2
Ditanyakan:
a)      Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal 500 m2 ?
b)      Berapa kebutuhan pestisida untuk menangani areal tersebut?
c)      Berapa kebutuhan pestisida untuk per pengisian alat semprot?  
Penyelesaian:
a

Perhitungan Kebutuhan Alat
            Contoh:
Anda memiliki alat semprot berkapasitas 10 liter dan ingin memberikan semprotan dengan jumlah 250 liter/ha untuk sawah seluas 0,4 ha. Berapa kali pengisian semprotan yang Anda perlukan atau berapa buah alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal tersebut?
            Jawab:
Diketahui:
Kebutuhan cairan semprot      = 250 liter/ha
Areal yang akan disemprot     = 0,4 ha
Kapasitas isi  tangki yang tersedia      = 10 liter
Ditanyakan :
Berapa kali pengisian semprotan yang diperlukan atau berapa alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal tersebut?
Penyelesaian:
Gunakan rumus:

Jadi alat semprot yang dibutuhkan adalah 10 buah.
3.      Cara pemakaian pestisida harus tepat, bagaimana ia diaplikasikan pada sasaran, baik tanaman, tanah/lahan, benih/bibit, misalnya apakah dengan disemprot, disuntik atau dihembus.
4.      Waktu pemakaian pestisida harus tepat, ditinjau dari umur atau stadia pertumbuhan dan perkembangan organisme penganggu, umur tanaman (benih, bibit, tanaman dewasa), keadaan cuaca (angin, suhu udara, kelembaban, curah hujan), atau waktu aplikasi pagi hari, siang, sore, dalam keadaan panas atau hujan, dan sebagainya.
            Cara dan waktu yang tepat dalam menggunakan pestisida merupakan slah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pengendalian hama. walaupun jenis obatnya baik, namun karena penggunaannya tidak benar, maka penggunaan pestisida akan sia-sia.
            Faktor cuaca yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, diantaranya:
1)      Keadaan angin
            angin yang tenang dan stabil akan mengurangi pelayangan partikel pestisida di udara.
2)      Suhu udara
bila suhu di bagian bawah lebih panas, maka pestisida akan cepat menguap sehingga aplikasi pestisida pagi/sore hari lebih baik dari pada siang waktu terik matahari.
3)      Kelembaban udara
kelembaban udara yang tinggi akan mempermudah terjadinya hidrolisis pada partikel pestisida yang dapat menyebabkan berkurangnya daya racun
4)      Curah hujan
aplikasi pestisida sebaiknya tidak dilakukan pada waktu hujan karena curah hujan dapat menghilangkan pestisida karena cucian pestisida oleh air hujan
Pengendalian Hama Berwawasan Lingkungan
Penggunaan pestisida di lingkungan pertanian menjadi masalah yang sangat dilematis. Di satu pihak, dengan digunakannya pestisida, maka kehilangan hasil yang diakibatkan organisme pengganggu tanaman dapat ditekan, tetapi akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Di lain pihak, tanpa penggunaan  pestisida akan sulit menekan kehilangan hasil yang diakibatkan organisme pengganggu tanaman. Suatu alternatif pengendalian hama penyakit yang murah, praktis dan relatif aman terhadap lingkungan sangat diperlukan.
Pengembangan pestisida nabati di kalangan petani sudah saatnya dikembangkan dan dimasyarakatkan. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Karena berasal dari bahan alami, yaitu tumbuh-tumbuhan, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Pestisida nabati apabila diaplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu dan setelah hamanya terbunuh, maka residunya akan cepat menghilang di alam, dengan demikian tanaman akan terbebas dariresidu pestisida dan aman untuk dikonsumsi.
Di Indonesia, sebenarnya terdapat sangat banyak jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati. Namun saat ini pemanfaatannya belum dilakukan dengan maksimal. Berdasarkan sifat dan kemampuannya dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman, tumbuhan penghasil pestisida nabati tersebut dikelompokkan menjadi:
1)      Insektisida nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh: babadotan, bengkuang, saga, serai, sirsak, srikaya, dan lain-lain.
2)      Atraktan atau pemikat
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina, sifatnya sama dengan metil eugenol. Contoh: daun wangi, selasih ungu, selasih hijau, trengguli, dan lain-lain.
3)      Rodentisida nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali tikus. Contoh: gadung racun.
4)      Moluskisida nabati
adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali golongan moluska (keong-keongan). Contoh: tuba, sembung, dan lain-lain.
5)      Pestisida serba guna
adalah kelompok tumbuhan yang tidak hanya berfungsi untuk satu jenis hama, tetapi juga dapat berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida, dan lain-lain. Contoh: jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau, cengkih, jarak, kecubung, dan lain-lain.

IV. Metode Pembelajaran
Praktik
V.    Langkah-langkah Pembelajaran

No
Kegiatan Guru
Kegiatan
Peserta Didik
Pengorganisasian
Peserta
Alokasi Waktu
1.
A. Kegiatan Awal/Pembukaan

a)      Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa
b)      Menyampaikan SK, KD dan indikator pencapaian
c)      Menginformasikan tujuan pokok materi pembelajaran
d)     Memberikan apersepsi,dsb


·   Menjawab salam
·   Menata ruang
·   dan sebagainya



K


10”
2.
B.  Kegiatan Intis
Eksplorasi

Menjelaskan secara singkat tentang materi pokok untuk menghantar siswa pada materi pokok pelajaran
·   Berkumpul dengan kelompok masing-masing
·   dan sebaginya



Elaborasi

Guru menyampaikan tahapan metode pembelajaran yang digunakan
a)      Guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok
b)      Guru Menjelaskan materi yang dipelajari
c)      Guru menjelaskan metode perhitungan larutan pestisida
d)     Masing-masing siswa dalam kelompok melakukan teknik penyemprotan menggunakan tangki semprot
·   Siswa secara berkelompok melakukan pengendalian hama secara kimia dengan melakukan penyemprotan
·   dan sebagainya


KL







100”





Konfirmasi

a)      Guru menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
b)      Memfasilitasi kegiatan refleksi hasil observasi siswa terhadap pemahaman fakta, konsep, prinsip dan prosedur hasil identifikasi, dan sebagainya


·   Melakukan refleksi terhadap pengalaman belajarnya
·   dan sebagainya



K










3.
C. Kegiatan Akhir/Penutup
a)      Membantu siswa untuk membuat simpulan pembelajaran
b)    Memberikan evaluasi formatif
c)     dan sebagainya
·       Menyimpulkan hasil pembelajaran
·       dan sebagainya



I



10”



Jumlah
120”
 
Keterangan :
K       : Klasikal, I : Individual, KL    : Kelompok

VI. Sumber Belajar
A.       Alat
·          Spidol
·          White board
·          Infokus
·          dan sebagainya
B.   Bahan
·          Modul mengendalikan hama
·          LKS
·          Jobsheet
·          dan sebagainya
C.    Sumber Belajar
·          Suharto. 2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. ANDI: Yogyakarta
·          dan sebagainya (sumber belajar berupa daftar pustaka dengan tata penulisan sesuai kaidah yang telah ditentukan).

VII.Penilaian
A.    Kognitif
a.       Teknik penilaian                : Tertulis
b.      Bentuk instrumen              : Uraian
c.       Instrumen penilaian           :
No.
Butir Soal
Skor
1.

Jelaskan 4 jenis bahan pestisida berdasarkan kegunaannya!
Kunci Jawaban :
a)      Insektisida :           bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga.
b)      Acarisida    :           untuk mengendalikan tungau.
c)      Nematisida:            untuk mengendalikan nematoda.
d)     Herbisida   :           untuk mengendalikan gulma.
4
2.
Diketahui kebutuhan cairan semprot 550 liter/ha. Untuk menangani areal 0,5 ha, konsentrasi semprotan yang dianjurkan untuk pestisida 45 EC adalah 0,05%. Jika kapasitas alat semprot yang digunakan 15 liter, berapa kebutuhan cairan semprot untuk menangani areal tersebut?
Kunci Jawaban :
Kebutuhan cairan semprot      = 550 lt/ha
konsentrasi yang dianjurkan   = 0,04%
konsentrasi bahan aktif dalam formulasi 45 EC         = 45%
kapasitas alat semprot = 15 liter
Areal yang harus digarap = 0,5 ha      = 5000 m2
Ditanyakan:    
Berapa kebutuhan cairan semprot untuk menanga areal 0,5 ha?
Jawab: 
8
3.
Anda memiliki alat semprot berkapasitas 10 liter dan ingin memberikan semprotan dengan jumlah 300 liter/ha untuk sawah seluas 0,5 ha. Berapa kali pengisian semprotan yang Anda perlukan atau berapa buah alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal tersebut?
Kunci Jawaban :
Diketahui:
Kebutuhan cairan semprot      = 300 liter/ha
Areal yang akan disemprot     = 0,5 ha
Kapasitas isi  tangki yang tersedia      = 10 liter
Ditanyakan :
Berapa kali pengisian semprotan yang diperlukan atau berapa alat semprot yang dibutuhkan untuk menangani areal tersebut?
Penyelesaian:
Gunakan rumus:
8
Skor Total
20

d.      Rubrik penilaian
No
Aspek yang dinilai
Skor
∑ skor
1.
1.      Menjelaskan sebanyak 4 jenis pestisida
2.      Menjelaskan sebanyak 3 jenis pestisida
3.      Menjelaskan sebanyak 2 jenis pestisida
4.      Menjelaskan sebanyak 1 jenis pestisida
4
3
2
1
4
2.
1.      Menjawab sesuai dengan langkah penyelesaian dengan benar
2.      Menjawab benar tanpa menulis kembali rumus dengan benar
3.      Menulis jawaban sampai tahap ditanyakan
4.      Menulis jawaban sampai pada tahap diketahui
5.      Hanya menulis soal tanpa ada jawabannya
6.      Tidak mengerjakan soal 
6
5
4
3
2
1
6
3.
1.      Menjawab sesuai dengan langkah penyelesaian dengan benar
2.      Menjawab benar tanpa menulis kembali rumus dengan benar
3.      Menulis jawaban sampai tahap ditanyakan
4.      Menulis jawaban sampai pada tahap diketahui
5.      Hanya menulis soal tanpa ada jawabannya
6.      Tidak mengerjakan soal 
6
5
4
3
2
1
6
Total skor

16

e.       Perhitungan Skor Akhir
B.     Penilaian Nilai Karakter Bangsa (afektif)
a.       Petunjuk penilaian:
b.      Berilah penilaian pada siswa dikelas dengan melihat aspek rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang dipelajari
c.       Berilah tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi siswa tersebut menurut pengamatan saudara pada dirinya.
d.      Kriteria pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor 1= bila kriteria tidak terlihat dalam diri peserta didik
Skor 2= bila kriteria kadang terlihat dalam diri peserta didik
Skor 3= bila kriteria terlihat dalam diri peserta didik
Skor 4= bila kriteria selalu terlihat dalam diri peserta didik
e.       Lakukan skoring dan penjumlahan nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan hitunglah jumlah nilai total keempat dimensi indikator secara keseluruhan.

No

Nama siswa
Aspek rasa ingin tahu
Bertanya
Tekun
∑ Skor
4
3
2
1
4
3
2
1

1










2










3










4










5










6










7










8










9










10










11










12










13










14










15










16










17










18










19










20










21










22










23










24










25










26










f.       Perhitungan skor
Skor tertinggi                        = 12
Skor terendah                        = 3
Range                                    = 9
Kelas                                     = 4
Interval                                  = 2,25
Kategorisasi skoring:
Skor
Kategori
3 – 5,25
>5,25 – 7,50
>7,50 – 9,75
>9,75
: Siswa memiliki rasa ingin tahu yang rendah
: Siswa memiliki rasa ingin tahu yang sedang
: Siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
: Siswa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi


C.    Penilaian Psikomotor
Petunjuk penilaian:
a.       Berilah penilaian dengan mengobservasi kinerja siswa dalam kelompok kerja
b.      Berilah tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi kelompok tersebut menurut pengamatan saudara pada dirinya.
c.       Kriteria pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor 1= bila kriteria penilaian tidak terlihat dalam pekerjaan kelompok
Skor 2= bila kriteria penilaian terlihat dalam pekerjaan kelompok
d.      Lakukan skoring dan penjumlahan nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan hitunglah jumlah nilai total keempat dimensi indikator secara keseluruhan.
e.       Lembar observasi kelompok
Kelompok     :................
Ketua              :................
Anggota          :................


lokasi praktik   :..............
Hari/tanggal    :..............

Kriteria penilaian
Skor
2
1



f.       Perhitungan skor:

Muara Wahau,       September 2013

Guru pamong/pembimbing


.................................................
NIP. 12521299009
Mahasiswa PPL


Hendrikus Charles Mbelo Enge, SST
NIM. 12521299009



Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau


Ir. Harmiyanto, MP
NIP. 196304192007 01 1 005


       

Muara Wahau,       September 2013

Guru pamong/pembimbing


.................................................
NIP. 12521299009
Mahasiswa PPL


Hendrikus Charles Mbelo Enge, SST
NIM. 12521299009


Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau


Ir. Harmiyanto, MP
NIP. 196304192007 01 1 005