Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Jumat, 13 Desember 2013


 “Para Pekerja Lapangan (PPL)”


Sudah sebulan lamanya kami berada di Muara Wahau. Masih tersisa dua bulan lagi PPL ini akan berakhir. Ada kisah yang menarik dalam sebulan pertama di sini. Kisah di sekolah maupun di rumah. Seperti berada di rumah sendiri itulah yang kami rasakan di sini. Dan inilah keluarga kami disini di tanah Wahau-Kutai Timur.

Beberapa pekerjaan di rumah kami pastinya kami ikut berperan. Kami memeainkan peran masing-masing. Memasak, mencuci, bersihkan rumah sampai berkebun adalah rutinitas yang kami jalankan dalam bulan pertama ini. Sudah terbiasa dengan pekerjaan ini karena memang kami berlima pada dasarnya adalah anak dari desa juga. Tapi kami bukan kampungan. Tidak ada agenda khusus yang harus kami kerjakan di rumah. Semuanya berjalan bagai motor otomatis. Menanak nasi, ngopi, ngeteh, dan nyapu halaman menjadi rutinitas di pagi maupun sore hari. 
Bapa dan mama di rumah tergolong orang yang super sibuk. Selalu saja ada pekerjaan yang di lakukan mereka setiap harinya. Mereka memiliki bisnis yang menopang hidup keluarga mereka. Pembibitan kelapa sawit dan sebagai penyalur barang produk ifa dan sophymartin adalah usaha yang dijalankan mereka. Kami juga sering mengambil bagian dalam pekerjaan mereka, khususnya pembibitan kelapa sawit. Menyiram bibit, mengangkut bibit, penanaman bibit kedalam polibag menjadi bagian dari pekerjaan kami di rumah. 
Kami sangat berantusias dengan pekerjaan yang langkah ini. Maklum baru kali ini kami bisa melihat kelapa sawit secara langsung dan terlibat dalam pembibitannya. Cukup lumayan bagi kami yang masih dalam taraf belajar khususnya dalam bidang perkebunan kelapa sawit. Hal yang terpenting pastinya dapat menambah pengetahuan kami.


Selain ikut mengurusi bibit kelapa sawit, dalam panen kelapa sawit pun kami berantusias memainkan peran. Panen perdana yang kami lakoni yaitu pada tanggal 22 Juli. Tidak butuh waktu lama untuk memanen dengan luasan 4 ha. Cukup banyak yang ikut panen di hari pertama yang kami ikut. Ada 6 orang yang keladang ikut panen. Semuanya bekerja berdasarkan tugas yang telah dibagikan. Ada yang memanen, mengangkut TBS dan pungut brondol. Pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai. Pekerjaan yang dilakukan setiap 10 hari sekali itu pun menjadi pengalaman perdana kami. Pada awal bulan kedua, kami kembali mengikuti panen kelapa sawit di kebun yang sama. Bukan lagi menjadi hal yang baru lagi bagi kami. Semuanya berjalan lancar dan terasa semakin menyatu dengan pekerjaan ini.