
Sudah sebulan lamanya kami berada di Muara Wahau. Masih tersisa dua bulan lagi PPL ini akan berakhir. Ada kisah yang menarik dalam sebulan pertama di sini. Kisah di sekolah maupun di rumah. Seperti berada di rumah sendiri itulah yang kami rasakan di sini. Dan inilah keluarga kami disini di tanah Wahau-Kutai Timur.
Bapa dan mama di rumah tergolong orang yang super
sibuk. Selalu saja ada pekerjaan yang di lakukan mereka setiap harinya. Mereka memiliki
bisnis yang menopang hidup keluarga mereka. Pembibitan kelapa sawit dan sebagai
penyalur barang produk ifa dan sophymartin adalah usaha yang dijalankan mereka.
Kami juga sering mengambil bagian dalam pekerjaan mereka, khususnya pembibitan
kelapa sawit. Menyiram bibit, mengangkut bibit, penanaman bibit kedalam polibag
menjadi bagian dari pekerjaan kami di rumah.
Selain ikut
mengurusi bibit kelapa sawit, dalam panen kelapa sawit pun kami berantusias
memainkan peran. Panen perdana yang kami lakoni yaitu pada tanggal 22 Juli.
Tidak butuh waktu lama untuk memanen dengan luasan 4 ha. Cukup banyak yang ikut
panen di hari pertama yang kami ikut. Ada 6 orang yang keladang ikut panen.
Semuanya bekerja berdasarkan tugas yang telah dibagikan. Ada yang memanen,
mengangkut TBS dan pungut brondol. Pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat
selesai. Pekerjaan yang dilakukan setiap 10 hari sekali itu pun menjadi
pengalaman perdana kami. Pada awal bulan kedua, kami kembali mengikuti panen
kelapa sawit di kebun yang sama. Bukan lagi menjadi hal yang baru lagi bagi
kami. Semuanya berjalan lancar dan terasa semakin menyatu dengan pekerjaan ini.













