RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
|
Satuan
pendidikan
|
:
|
SMK
Negeri 1 Muara Wahau
|
|
Bidang
Studi Keahlian
|
:
|
Agribisnis
dan agroteknologi
|
|
Program
Studi Keahlian
|
:
|
Agribisnis Produksi Perkebunan
|
|
Kompetensi
keahlian
|
:
|
Agribisnis
Tanaman Perkebunan
|
|
Mata
pelajaran
|
:
|
Kompetensi
Kejuruan Agribisnis Tanaman Perkebunan
|
|
Kelas/Semester
|
:
|
XI/1
|
|
Alokasi
waktu
|
:
|
3
x 45 Menit Pelajaran
|
|
Kode
kompetensi
|
:
|
|
|
KKM
|
:
|
70
|
|
Standar
kompetensi
|
:
|
Mengendalikan
hama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM)
|
|
Kompetensi
dasar
|
:
|
3.
Menghitung kerusakan akibat gangguan hama
|
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi:
A.
Kognitif
1.
Teknik pengambilan sampel dijelaskan berdasarkan
ketentuan yang perlu diperhatikan
2.
Teknik pengambilan sampel yang sering dipraktikan dijelaskan
berdasarkan ketentuan yang dipelajari
3.
Tingkat kerusakan tanaman akibat gangguan hama dihitung
menggunakan rumus umum yang dipelajari
B.
Afektif
Disiplin dan
tangung jawab
C.
Psikomotor
1.
Pengambilan
sampel kerusakan tanaman dilakukan sesuai teknik yang berlaku
2.
Tingkat
kerusakan tanaman oleh hama dihitung berdasarkan data hasil pemantauan
lapangan
|
||
I. Tujuan akhir pembelajaran/TPO
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa
diharapkan mampu melakukan tindakan pengendalian hama pada tanaman perkebunan
II. Tujuan
Antara/Enabling Objective (EO)
Setelah
mengikuti pembelajaran pada pertemuan ke-1, siswa diharapkan mampu:
1)
Melakukan
teknik pengambilan sampel kerusakan tanaman di lahan pengamatan sesuai dengan
teknik dan prosedur pengambilan sampel.
2)
Menghitung
tingkat kerusakan tanaman oleh hama di lahan pengamatan dengan tepat.
III.
Materi Pembelajaran
A.
Teknik pengambilan
sampel kerusakan tanaman di lahan pengamatan
Dalam
pengambilan data dari sampel, perlu teknik yang tepat. Teknik pengambilan
sampel beragam tergantung jenis tanaman dan jenis hamanya. Tetapi bagaimana pun
juga teknik pengambilan sampel yang kita lakukan harus memperhatikan dua
syarat, yaitu:
1)
Praktis,
artinya sederhana, mudah dikerjakan, tidak memerlukan peralatan dan bahan yang
mahal dan tidak mengambil waktu lama.
2)
Dapat
dipercaya, artinya teknik pengambilan sampel yang kita lakukan dapat
menghasilkan data yang dapat mewakili atau menggambarkan secara benar tentang
populasi sebenarnya di lapangan.
Beberapa
ketentuan yang perlu ditetapkan dalam pengambilan sampel, antara lain:
1)
Ukuran
sampel, yaitu jumlah unit sampel yang harus diamati pada setiap waktu
pengamatan. Secara umum dapat dikatakan semakin besar ukuran sampel, semakin
berkualitas dan dapat dipercaya. Biasanya jumlah tanaman contoh yang diamati
antara 0 < x < 50% dari populasi tanaman yang ada di lahan.
2)
Interval
pengamatan, yaitu jarak waktu pengamatan yang satu dengan waktu pengamatan yang
berikutnya pada petak pengamatan yang sama. Interval pengamatan bisa panjang,
bisa pendek. Faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya interval pengamatan
antara lain: tingkat tumbuh tanaman, daur hidup serangga yang diamati, tujuan
pengambilan sampel, faktor cuaca, dan lain-lain. Biasanya interval pengamatan
antara 1-7 hari.
3)
Pola
pengambilan sampel, dapat dilakukan secara acak (tidak beraturan), dapat juga
secara sistematik, artinya penetapan sampel pengamatan berjarak sama antara
satu dengan yang lainnya. Contoh pola pengambilan sampel:
a)
Pola
pengambilan sampel secara acak
b)
Pola
pengambilan sampel secara sistematis, antara lain:
4)
Teknik
Pengambilan Sampel
Yaitu teknik
memperoleh dan mengumpulkan serta menghitung individu serangga yang diamati
pada sampel yang telah ditentukan. Semua individu serangga yang ada dalam satu
unit sampel harus dapat dikumpulkan dan dihitung dengan tepat. Jangan sampai
ada individu yang ketinggalan dan tidak dihitung atau sebaliknya dihitung lebih
dari satu kali.
Teknik pengambilan sampel yang sering
dipraktikkan, antara lain:
a)
Pengamatan
langsung di lapangan
yaitu menghitung langsung individu
serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai pada unit sampel yang telah
ditentukan. Hasil penghitungan langsung dimasukkan dalam format pengamatan
untuk bahan laporan.
b)
Pengumpulan
serangga, baik secara langsung maupun tidak langsung
□ Pengumpulan langsung dengan tangan, jaring ayun, mengoyang tanaman dan
menampung serangga yang jatuh dengan menggunakan alas kain dan dengan alat lain
yang berupa perangkap serangga.
□
Pengumpulan
tidak langsung dengan mengumpulkan contoh medium atau tempat serangga hidup
seperti daun, batang, buah, tanah, kemudian dilakukan ekstraksi serangga, bisa
dengan ayakan tanah, penyikatan, dll.
c)
Penarikan
contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang cepat dan efisien dan dapat
mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah melebihi ambang tindakan atau
belum (perlu pengendalian/tidak).
Jika kepadatan hama sangat tinggi atau sangat rendah, dari beberapa contoh yang
ditarik sudah cukup untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Sebagai contoh:
bila Ambang Tindakan (AT) ditetapkan 5 ulat/tanaman, jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah 0, 0, 0, 1,
0 dapat disimpulkan hama < AT, artinya tidak perlu pengendalian dan sampel
tidak perlu ditambah. Jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah 10, 7,
9, 8, 12, dapat disimpulkan bahwa > AT, artinya perlu pengendalian dan
pengambilan sampel dihentikan. Tapi bila nilai rataan dari contoh yang diamati
berada di sekitar 5 ulat/ tanaman, maka pengambilan sampel perlu ditambah, sampai
diperoleh keputusan perlu pengendalian atau tidak.
B.
Menghitung tingkat
kerusakan tanaman oleh hama di lahan
Tingkat kerusakan tanaman akibat hama
dikenal dengan sebutan intensitas serangan atau intensitas kerusakan, besarnya
dinyatakan dengan angka dalam satuan persen.
1)
Untuk
hama yang merusak bunga pada tanaman hias karena nilai ekonominya tinggi,
intensitas kerusakannya ditentukan dengan rumus:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
|
|
Keterangan: P =intensitas kerusakan (%)
n = jumlah
tanaman yang bunganya terserang
N = jumlah
tanaman yang diamati
Contoh
soal:
Ukuran sampel yang diamati pada bunga
tanaman hias ditentukan 30 tanaman. Dari hasil pengamatan, ternyata ada 6
tanaman yang bunganya terserang hama. Berapa intensitas kerusakannya?
Jawab:
Diketahui ukuran
sampel =
30 tanaman
Jumlah tanaman
yang bunganya terserang = 6 tanaman
Ditanyakan intensitas kerusakan (%)?
Penyelesaian:
Diketahui rumus:
|
atau intensitas
kerusakan =
|
Jumlah tanaman
yang bunganya terserang
|
X 100%
|
|
Jumlah tanaman
yang diamati
|
= 20%
jadi intensitas kerusakannya 20%
2)
Untuk
hama yang merusak daun, intensitas kerusakannya dihitung dengan menggunakan
rumus:
Keterangan I = intensitas kerusakan (%)
ni = jumlah
tanaman contoh dari tiap kategori serangan
vi = skor
(nilai numerik) dari tiap kategori serangan
N = jumlah tanaman yang diamati
Z = skor
(nilai numerik) dari kategori serangan tertinggi
Tabel skor (nilai numerik) dan kategori
serangan hama yang menyerang daun
|
Nilai Numerik (Skor)
|
Persentase Daun Yang Terserang
|
Kategori Serangan
|
|
0
1
2
3
4
5
6
|
0
0 < x < 5
5 < x < 10
10 < x < 25
25 < x < 50
50 < x < 75
75 < x < 100
|
(tidak
ada serangan)
serangan
ringan
serangan
ringan
serangan
sedang
serangan
berat
serangan
berat
serangan
sangat berat
|
Contoh gambaran persentase daun yang
rusak dimakan ulat atau belalang.
Contoh gambaran persentase tanaman yang
rusak dimakan ulat atau belalang. | ||||||
Contoh
soal:
Ditentukan skor (nilai numerik) dari
kategori serangan tertinggi adalah 6. Ukuran sampel/tanaman yang diamati 30
tanaman. Dari hasil pengamatan ternyata ada 5 tanaman yang masuk skor 0, 5
tanaman masuk skor 1, 10 tanaman masuk skor 2, 7 tanaman masuk skor 3, 3
tanaman masuk skor 4 dan tidak ada tanaman masuk skor 5 dan 6. Hitung berapa
intensitas kerusakannya!
Jawab:
Diketahui Z = skor dari kategori serangan tertinggi = 6
N = jumlah tanaman yang diamati = 30
Ditanyakan I = Intensitas kerusakan (%)
Semua data pada soal dimasukkan ke
tabel:
|
Jumlah Tanaman
n0 – n6
|
Skor (v)
v0
– v6
|
ni – vi
|
|
n0 = 5
n1 = 5
n2 = 10
n3 = 7
n4 = 3
n5 = 0
n6 = 0
¾¾¾
N = 30
|
v0 = 0
v1 = 1
v2 = 2
v3 = 3
v4 = 4
v5 = 5
v6 = 6
Z = 6
|
n0 x v0 = 5 x 0 = 0
n1 x v1 = 5 x 1
= 5
n2 x v2 = 10 x 2 = 20
n3 x v3 = 7 x 3 = 21
n4 x v4 = 3 x 4 = 12
n5 x v5 = 0 x 5 = 0
n6 x v6 = 0 x 6
= 0
z = 6 ¾¾
Ã¥ (ni x vi) = 58
i = 0
|
z = 6
Semua data
dimasukkan ke rumus:
Jadi:
I = 32,2%
Jadi intensitas kerusakannya adalah 32,2%
IV.
Metode Pembelajaran
Concept mapping dan tanya jawab
dan praktik lapangan
V.
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan
Peserta Didik
|
Pengorganisasian
|
|
|
Peserta
|
Alokasi Waktu
|
|||
|
1.
|
A. Kegiatan Awal/Pembukaan
a)
Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa
b)
Menyampaikan SK, KD dan indikator pencapaian
c)
Menginformasikan tujuan pokok materi pembelajaran
d)
Memberikan apersepsi,dsb
|
·
Menjawab
salam
·
Menata
ruang
·
dan sebagainya
|
K
|
.........
|
|
2.
|
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Menjelaskan
secara singkat tentang materi pokok untuk menghantar siswa pada materi pokok
pelajaran
|
·
Berkumpul
dengan kelompok masing-masing
·
dan sebaginya
|
|
|
|
Elaborasi
Guru
menyampaikan tahapan metode pembelajaran yang digunakan
a) Guru
mempersiapkan potongan kartu-kartu yang bertuliskan konsep utama
b) Guru
membagikan Potongan-potongan kartu yang bertuliskan konsep utama kepada
peserta didik/kelompok
c) Melakukan
perhitungan kerusakan akibat gulma di areal kebun
d) Melakukan
praktik pengambilan sampel
|
· Kelompok
membuat hubungan antar konsep dengan membuat garis penghubung konsep tersebut
· Tiap kelompok
diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
· dan sebagainya
|
KL
|
.........
|
|
|
Konfirmasi
a)
Membahas peta konsep peserta didik/kelompok sambil
mengajak peserta didik untuk mengevaluasi terhadap peta konsep yang
dipresentasikan
b)
Memfasilitasi kegiatan refleksi hasil observasi
siswa terhadap pemahaman fakta, konsep, prinsip dan prosedur hasil
identifikasi, dan sebagainya
|
· Melakukan
refleksi terhadap pengalaman belajarnya
· dan sebagainya
|
K
|
..........
|
|
|
3.
|
C. Kegiatan
Akhir/Penutup
a)
Membantu siswa untuk membuat simpulan pembelajaran
b)
Memberikan evaluasi formatif
c)
dan sebagainya
|
·
Menyimpulkan
hasil pembelajaran
·
dan sebagainya
|
I
|
|
|
Jumlah
|
.........
|
|||
Keterangan :
K : Klasikal, I : Individual, KL : Kelompok
VI. Sumber Belajar
A.
Alat
·
Spidol
·
White
board
·
Infokus
·
dan sebagainya
B. Bahan
·
Modul mengendalikan
hama
·
LKS
·
Jobsheet
·
dan sebagainya
C.
Sumber Belajar
·
Suharto.
2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. ANDI: Yogyakarta
·
dan sebagainya (sumber belajar berupa daftar pustaka dengan tata
penulisan sesuai kaidah yang telah ditentukan).
VII.Penilaian
A.
Kognitif
a.
Teknik
penilaian : Tertulis
b.
Bentuk
instrumen : Uraian
c.
Instrumen
penilaian :
|
No.
|
Butir
Soal
|
Skor
|
|
1.
|
Jelaskan ketentuan yang perlu
diperhatikan dalam teknik pengambilan sampel!
Kunci
Jawaban :
1. Ukuran
sampel, yaitu jumlah unit sampel yang harus diamati pada setiap
waktu pengamatan.
2. Interval
pengamatan, yaitu jarak waktu pengamatan yang satu dengan waktu pengamatan
yang berikutnya pada petak pengamatan yang sama.
3. Pola
pengambilan sampel, dapat dilakukan secara acak (tidak beraturan), dapat juga
secara sistematik, artinya penetapan sampel pengamatan berjarak sama antara
satu dengan yang lainnya.
|
3
|
|
2.
|
Jelaskan teknik pengambilan
sampel yang sering dipraktikan!
Kunci
Jawaban :
a)
Pengamatan langsung di lapangan
yaitu
menghitung langsung individu serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai
pada unit sampel yang telah ditentukan. Hasil penghitungan langsung
dimasukkan dalam format pengamatan untuk bahan laporan.
b)
Pengumpulan serangga, baik secara langsung maupun
tidak langsung
·
Pengumpulan langsung dengan
tangan, jaring ayun, mengoyang tanaman dan menampung serangga yang jatuh dengan
menggunakan alas kain dan dengan alat lain yang berupa perangkap serangga.
·
Pengumpulan tidak langsung dengan mengumpulkan
contoh medium atau tempat serangga hidup seperti daun, batang, buah, tanah,
kemudian dilakukan ekstraksi serangga, bisa dengan ayakan tanah, penyikatan,
dll.
c)
Penarikan contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang
cepat dan efisien dan dapat mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah
melebihi ambang tindakan atau belum (perlu pengendalian/tidak).
|
3
|
|
3.
|
Hitunglah besarnya tingkat
kerusakan tanaman akibat gangguan hama apabila: Ukuran sampel yang diamati
pada bunga tanaman kelapa sawit ditentukan 40 tanaman. Dari hasil pengamatan, ternyata
ada 8 tanaman yang bunganya terserang hama. Berapa intensitas kerusakannya?
Kunci
Jawaban :
Diketahui
ukuran sampel= 40 tanaman
Jumlah
tanaman yang bunganya terserang= 8
tanaman
Ditanyakan
intensitas kerusakan (%)?
Penyelesaian:
Diketahui rumus:
Jadi,
P = 8/40 *(100 %) = 20%
|
4
|
|
Skor
Total
|
10
|
|
d.
Rubrik
penilaian
|
No
|
Aspek yang
dinilai
|
Skor
|
∑ skor
|
|
|
1
|
1
|
1. Menjelaskan
1 ketentuan yang perlu diperhatikan
2. Menjelaskan
2 ketentuan yang perlu diperhatikan
3. Menjelaskan
3 ketentuan yang perlu diperhatikan
|
3
2
1
|
3
|
|
2
|
1. Menjelaskan
1 ketentuan yang perlu diperhatikan
2. Menjelaskan
2 ketentuan yang perlu diperhatikan
3. Menjelaskan
3 ketentuan yang perlu diperhatikan
|
3
2
1
|
3
|
|
|
3
|
1. Jawaban
lengkap dan sesuai dengan langkah kerja dan benar
2. Jawaban lengkap dan agak sesuai dengan langkah kerja dan benar
3. Jawaban tidak sesuai dengan langkah kerja dan benar
4. Jawaban
tidak memiliki langkah kerja dan tidak benar
|
4
3
2
1
|
4
|
|
|
Total skor
|
|
10
|
||
e.
Perhitungan
Skor Akhir
B.
Penilaian Nilai
Karakter Bangsa (afektif)
a. Petunjuk
penilaian:
b.
Berilah
penilaian pada siswa dikelas dengan melihat aspek kedisiplinan dan
tanggungjawab siswa selama mengikuti pembelajaran dan praktik
c.
Berilah
tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi siswa tersebut menurut
pengamatan saudara pada dirinya.
d. Kriteria
pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor 1= bila kriteria tidak terlihat
dalam diri peserta didik
Skor 2= bila kriteria kadang terlihat
dalam diri peserta didik
Skor 3= bila kriteria terlihat dalam
diri peserta didik
Skor 4= bila kriteria selalu terlihat
dalam diri peserta didik
e. Lakukan
skoring dan penjumlahan nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan
hitunglah jumlah nilai total ke empat dimensi indikator secara keseluruhan.
No
|
Nama siswa
|
ASPEK
|
|||||||||||||||||
|
Disiplin
|
∑
|
Tanggung jawab
|
∑
|
||||||||||||||||
|
Tertib
|
Teliti
|
Taat
|
Melaksanakan
tugas
|
||||||||||||||||
|
4
|
3
|
2
|
1
|
4
|
3
|
2
|
1
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
16
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
18
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
19
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
20
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
21
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
23
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
24
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
25
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
26
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
27
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
28
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
29
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
30
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
31
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
32
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
f. Perhitungan
skor
|
a) Aspek disiplin:
Skor
tertinggi =
12
Skor
terendah =
3
Range = 9
Kelas = 4
Interval = 2,25
Kategorisasi skoring:
|
b)
Aspek tanggung
jawab
Skor
tertinggi =
4
Skor
terendah =
1
Range = 3
Kelas = 4
Interval = 0,
75
Kategorisasi
skoring:
|
C.
Penilaian
Psikomotor
a.
Perhitungan skor:
Muara
Wahau, September 2013
|
Guru
pamong/pembimbing
.................................................
NIP. 12521299009
|
Mahasiswa
PPL
Hendrikus
Charles Mbelo Enge, SST
NIM.
12521299009
|
Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau
Ir.
Harmiyanto, MP
NIP.
196304192007 01 1 005




















0 komentar:
Posting Komentar