Selasa, 21 Januari 2014

RPP Mengitung kerusakan akibat hama



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Satuan pendidikan
:
SMK Negeri 1 Muara Wahau
Bidang Studi Keahlian
:
Agribisnis dan agroteknologi
Program Studi Keahlian
:
Agribisnis Produksi Perkebunan
Kompetensi keahlian
:
Agribisnis Tanaman Perkebunan
Mata pelajaran
:
Kompetensi Kejuruan Agribisnis Tanaman Perkebunan
Kelas/Semester
:
XI/1
Alokasi waktu
:
3 x 45  Menit Pelajaran
Kode kompetensi
:

KKM
:
70
Standar kompetensi
:
Mengendalikan hama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar
:
3.      Menghitung kerusakan akibat gangguan hama
Indikator Pencapaian Kompetensi:
A.    Kognitif
1.      Teknik pengambilan sampel dijelaskan berdasarkan ketentuan yang perlu diperhatikan
2.      Teknik pengambilan sampel yang sering dipraktikan dijelaskan berdasarkan ketentuan yang dipelajari
3.      Tingkat kerusakan tanaman akibat gangguan hama dihitung menggunakan rumus umum yang dipelajari
B.     Afektif
Disiplin dan tangung jawab
C.    Psikomotor  
1.      Pengambilan sampel kerusakan tanaman dilakukan sesuai teknik yang berlaku
2.      Tingkat kerusakan tanaman oleh hama dihitung berdasarkan data hasil pemantauan lapangan

I.       Tujuan akhir pembelajaran/TPO
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa diharapkan mampu melakukan tindakan pengendalian hama pada tanaman perkebunan

II.    Tujuan Antara/Enabling Objective (EO)
            Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ke-1, siswa diharapkan mampu:
1)      Melakukan teknik pengambilan sampel kerusakan tanaman di lahan pengamatan sesuai dengan teknik dan prosedur pengambilan sampel.
2)      Menghitung tingkat kerusakan tanaman oleh hama di lahan pengamatan dengan tepat.

III. Materi Pembelajaran
A.    Teknik pengambilan sampel kerusakan tanaman di lahan pengamatan
Dalam pengambilan data dari sampel, perlu teknik yang tepat. Teknik pengambilan sampel beragam tergantung jenis tanaman dan jenis hamanya. Tetapi bagaimana pun juga teknik pengambilan sampel yang kita lakukan harus memperhatikan dua syarat, yaitu:
1)      Praktis, artinya sederhana, mudah dikerjakan, tidak memerlukan peralatan dan bahan yang mahal dan tidak mengambil waktu lama.
2)      Dapat dipercaya, artinya teknik pengambilan sampel yang kita lakukan dapat menghasilkan data yang dapat mewakili atau menggambarkan secara benar tentang populasi sebenarnya di lapangan.
Beberapa ketentuan yang perlu ditetapkan dalam pengambilan sampel, antara lain:
1)      Ukuran sampel, yaitu jumlah unit sampel yang harus diamati pada setiap waktu pengamatan. Secara umum dapat dikatakan semakin besar ukuran sampel, semakin berkualitas dan dapat dipercaya. Biasanya jumlah tanaman contoh yang diamati antara 0 < x < 50% dari populasi tanaman yang ada di lahan.
2)      Interval pengamatan, yaitu jarak waktu pengamatan yang satu dengan waktu pengamatan yang berikutnya pada petak pengamatan yang sama. Interval pengamatan bisa panjang, bisa pendek. Faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya interval pengamatan antara lain: tingkat tumbuh tanaman, daur hidup serangga yang diamati, tujuan pengambilan sampel, faktor cuaca, dan lain-lain. Biasanya interval pengamatan antara 1-7 hari.
3)      Pola pengambilan sampel, dapat dilakukan secara acak (tidak beraturan), dapat juga secara sistematik, artinya penetapan sampel pengamatan berjarak sama antara satu dengan yang lainnya. Contoh pola pengambilan sampel:
a)      Pola pengambilan sampel secara acak
b)      Pola pengambilan sampel secara sistematis, antara lain:

 

4)      Teknik Pengambilan Sampel
Yaitu teknik memperoleh dan mengumpulkan serta menghitung individu serangga yang diamati pada sampel yang telah ditentukan. Semua individu serangga yang ada dalam satu unit sampel harus dapat dikumpulkan dan dihitung dengan tepat. Jangan sampai ada individu yang ketinggalan dan tidak dihitung atau sebaliknya dihitung lebih dari satu kali.
        Teknik pengambilan sampel yang sering dipraktikkan, antara lain:
a)      Pengamatan langsung di lapangan
        yaitu menghitung langsung individu serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai pada unit sampel yang telah ditentukan. Hasil penghitungan langsung dimasukkan dalam format pengamatan untuk bahan laporan.
b)      Pengumpulan serangga, baik secara langsung maupun tidak langsung
       Pengumpulan langsung dengan tangan, jaring ayun, mengoyang tanaman dan menampung serangga yang jatuh dengan menggunakan alas kain dan dengan alat lain yang berupa perangkap serangga.
       Pengumpulan tidak langsung dengan mengumpulkan contoh medium atau tempat serangga hidup seperti daun, batang, buah, tanah, kemudian dilakukan ekstraksi serangga, bisa dengan ayakan tanah, penyikatan, dll.
c)      Penarikan contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang cepat dan efisien dan dapat mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah melebihi ambang tindakan atau belum (perlu pengendalian/tidak).
Jika kepadatan  hama sangat tinggi atau  sangat rendah, dari beberapa contoh yang ditarik sudah cukup untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Sebagai contoh: bila Ambang Tindakan (AT) ditetapkan 5 ulat/tanaman, jika kepadatan  hama dari 5 contoh tanaman adalah 0, 0, 0, 1, 0 dapat disimpulkan hama < AT, artinya tidak perlu pengendalian dan sampel tidak perlu ditambah. Jika kepadatan hama dari 5 contoh tanaman adalah 10, 7, 9, 8, 12, dapat disimpulkan bahwa > AT, artinya perlu pengendalian dan pengambilan sampel dihentikan. Tapi bila nilai rataan dari contoh yang diamati berada di sekitar 5 ulat/ tanaman, maka pengambilan sampel perlu ditambah, sampai diperoleh keputusan perlu pengendalian atau tidak.
B.     Menghitung tingkat kerusakan tanaman oleh hama di lahan
Tingkat kerusakan tanaman akibat hama dikenal dengan sebutan intensitas serangan atau intensitas kerusakan, besarnya dinyatakan dengan angka dalam satuan persen.
1)      Untuk hama yang merusak bunga pada tanaman hias karena nilai ekonominya tinggi, intensitas kerusakannya ditentukan dengan rumus:


 






Keterangan:                    P =intensitas kerusakan (%)
                                         n = jumlah tanaman yang bunganya terserang
                                      N = jumlah tanaman yang diamati
Contoh soal:
Ukuran sampel yang diamati pada bunga tanaman hias ditentukan 30 tanaman. Dari hasil pengamatan, ternyata ada 6 tanaman yang bunganya terserang hama. Berapa intensitas kerusakannya?

Jawab:
Diketahui ukuran sampel                                                          = 30 tanaman
Jumlah tanaman yang bunganya terserang                                =   6 tanaman
Ditanyakan intensitas kerusakan (%)?
Penyelesaian:
                                      
Diketahui rumus:     
                                   
  atau intensitas
kerusakan =
Jumlah tanaman yang bunganya terserang

X 100%
Jumlah tanaman yang diamati
                           
                                                          = 20%
                                                                     jadi intensitas kerusakannya 20%

2)      Untuk hama yang merusak daun, intensitas kerusakannya dihitung dengan menggunakan rumus:
 
Keterangan                    I     = intensitas kerusakan (%)
                                      ni   = jumlah tanaman contoh dari tiap kategori serangan
                                      vi   = skor (nilai numerik) dari tiap kategori serangan
                                      N   = jumlah tanaman yang diamati
                                      Z    = skor (nilai numerik) dari kategori serangan tertinggi

Tabel skor (nilai numerik) dan kategori serangan hama yang menyerang daun
Nilai Numerik (Skor)
Persentase Daun Yang Terserang
Kategori Serangan
0
1
2
3
4
5
6
         0
0    < x   <   5
5    < x   <   10
10  < x   <   25
25  < x   <   50
50  < x   <   75
75  < x   <   100
(tidak ada serangan)
serangan ringan
serangan ringan
serangan sedang
serangan berat
serangan berat
serangan sangat berat
                            Contoh gambaran persentase daun yang rusak dimakan ulat atau belalang.
Contoh gambaran persentase tanaman yang rusak dimakan ulat atau belalang.













Contoh soal:
Ditentukan skor (nilai numerik) dari kategori serangan tertinggi adalah 6. Ukuran sampel/tanaman yang diamati 30 tanaman. Dari hasil pengamatan ternyata ada 5 tanaman yang masuk skor 0, 5 tanaman masuk skor 1, 10 tanaman masuk skor 2, 7 tanaman masuk skor 3, 3 tanaman masuk skor 4 dan tidak ada tanaman masuk skor 5 dan 6. Hitung berapa intensitas kerusakannya!

Jawab:
Diketahui                      Z = skor dari kategori serangan tertinggi = 6
                                      N      = jumlah tanaman yang diamati = 30
Ditanyakan                    I  = Intensitas kerusakan (%)
Semua data pada soal dimasukkan ke tabel:
Jumlah Tanaman
    n0       n6
Skor (v)
v0 – v6
ni – vi
n0   =    5
n1   =    5
n2   =    10
n3   =    7
n4   =    3
n5   =    0
n6   =    0
       ¾¾¾
N   =    30
v0   =  0
v1   =  1
v2   =  2
v3   =  3
v4   =  4
v5   =  5
v6   =  6
     
Z    =  6
n0 x v0   =    5 x 0         =          0
n1 x v1   =    5 x 1         =          5
n2 x v2   =    10  x 2      =          20
n3 x v3   =    7 x 3         =          21
n4 x v4   =    3 x 4         =          12
n5 x v5   =    0 x 5         =          0
n6 x v6   =    0 x 6         =          0
 z  = 6                                  ¾¾
    Ã¥   (ni x vi)             =          58
  i = 0
                                                                                         z = 6                                                         
Semua data dimasukkan ke rumus: 
 
                            
Jadi:
                             I =  32,2%
                             Jadi intensitas kerusakannya adalah 32,2%


IV. Metode Pembelajaran
Concept mapping dan tanya jawab dan praktik lapangan

V.    Langkah-langkah Pembelajaran
No
Kegiatan Guru
Kegiatan
Peserta Didik
Pengorganisasian
Peserta
Alokasi Waktu
1.
A. Kegiatan Awal/Pembukaan
a)      Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa
b)      Menyampaikan SK, KD dan indikator pencapaian
c)      Menginformasikan tujuan pokok materi pembelajaran
d)     Memberikan apersepsi,dsb


·   Menjawab salam
·   Menata ruang
·   dan sebagainya



K


.........
2.
B.  Kegiatan Inti
Eksplorasi
Menjelaskan secara singkat tentang materi pokok untuk menghantar siswa pada materi pokok pelajaran
·   Berkumpul dengan kelompok masing-masing
·   dan sebaginya



Elaborasi
Guru menyampaikan tahapan metode pembelajaran yang digunakan
a)      Guru mempersiapkan potongan kartu-kartu yang bertuliskan konsep utama
b)      Guru membagikan Potongan-potongan kartu yang bertuliskan konsep utama kepada peserta didik/kelompok
c)      Melakukan perhitungan kerusakan akibat gulma di areal kebun
d)     Melakukan praktik pengambilan sampel
·   Kelompok membuat hubungan antar konsep dengan membuat garis penghubung konsep tersebut
·   Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
·   dan sebagainya


KL







.........





Konfirmasi
a)      Membahas peta konsep peserta didik/kelompok sambil mengajak peserta didik untuk mengevaluasi terhadap peta konsep yang dipresentasikan
b)      Memfasilitasi kegiatan refleksi hasil observasi siswa terhadap pemahaman fakta, konsep, prinsip dan prosedur hasil identifikasi, dan sebagainya


·   Melakukan refleksi terhadap pengalaman belajarnya
·   dan sebagainya



K





..........





3.
C. Kegiatan Akhir/Penutup
a)     Membantu siswa untuk membuat simpulan pembelajaran
b)    Memberikan evaluasi formatif
c)     dan sebagainya
·       Menyimpulkan hasil pembelajaran
·       dan sebagainya



I







Jumlah
.........
  Keterangan :
K       : Klasikal, I : Individual, KL    : Kelompok
VI. Sumber Belajar
A.       Alat
·          Spidol
·          White board
·          Infokus
·          dan sebagainya

B.   Bahan
·          Modul mengendalikan hama
·          LKS
·          Jobsheet
·          dan sebagainya

C.    Sumber Belajar
·          Suharto. 2007. Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan. ANDI: Yogyakarta
·          dan sebagainya (sumber belajar berupa daftar pustaka dengan tata penulisan sesuai kaidah yang telah ditentukan).
VII.Penilaian
       
A.    Kognitif
a.       Teknik penilaian                : Tertulis
b.      Bentuk instrumen              : Uraian
c.       Instrumen penilaian           :
No.
Butir Soal
Skor
1.

Jelaskan ketentuan yang perlu diperhatikan dalam teknik pengambilan sampel!
Kunci Jawaban :
1.       Ukuran sampel, yaitu  jumlah  unit sampel yang harus diamati pada setiap waktu pengamatan.
2.       Interval pengamatan, yaitu jarak waktu pengamatan yang satu dengan waktu pengamatan yang berikutnya pada petak pengamatan yang sama.
3.       Pola pengambilan sampel, dapat dilakukan secara acak (tidak beraturan), dapat juga secara sistematik, artinya penetapan sampel pengamatan berjarak sama antara satu dengan yang lainnya.
3
2.
Jelaskan teknik pengambilan sampel yang sering dipraktikan!
Kunci Jawaban :
a)      Pengamatan langsung di lapangan
yaitu menghitung langsung individu serangga atau kerusakan tanaman yang dijumpai pada unit sampel yang telah ditentukan. Hasil penghitungan langsung dimasukkan dalam format pengamatan untuk bahan laporan.
b)      Pengumpulan serangga, baik secara langsung maupun tidak langsung
·         Pengumpulan langsung dengan tangan, jaring ayun, mengoyang tanaman dan  menampung serangga yang jatuh dengan menggunakan alas kain dan dengan alat lain yang berupa perangkap serangga.
·         Pengumpulan tidak langsung dengan mengumpulkan contoh medium atau tempat serangga hidup seperti daun, batang, buah, tanah, kemudian dilakukan ekstraksi serangga, bisa dengan ayakan tanah, penyikatan, dll.
c)      Penarikan contoh beruntun, yaitu suatu teknik yang cepat dan efisien dan dapat mengklasifikasikan apakah kepadatan hama telah melebihi ambang tindakan atau belum (perlu pengendalian/tidak).
3
3.
Hitunglah besarnya tingkat kerusakan tanaman akibat gangguan hama apabila: Ukuran sampel yang diamati pada bunga tanaman kelapa sawit ditentukan  40 tanaman. Dari hasil pengamatan, ternyata ada 8 tanaman yang bunganya terserang hama. Berapa intensitas kerusakannya?
Kunci Jawaban :
Diketahui ukuran sampel= 40 tanaman
Jumlah tanaman yang bunganya terserang=   8 tanaman
Ditanyakan intensitas kerusakan  (%)?
Penyelesaian:
Diketahui rumus: 
Jadi, P = 8/40 *(100 %) = 20%

4
Skor Total
10

d.      Rubrik penilaian
No
Aspek yang dinilai
Skor
∑ skor
1
1

1.      Menjelaskan 1 ketentuan yang perlu diperhatikan
2.      Menjelaskan 2 ketentuan yang perlu diperhatikan
3.      Menjelaskan 3 ketentuan yang perlu diperhatikan
3
2
1
3
2
1.      Menjelaskan 1 ketentuan yang perlu diperhatikan
2.      Menjelaskan 2 ketentuan yang perlu diperhatikan
3.      Menjelaskan 3 ketentuan yang perlu diperhatikan
3
2
1
3
3

1.      Jawaban lengkap dan sesuai dengan langkah kerja dan benar
2.      Jawaban  lengkap dan agak sesuai dengan langkah  kerja dan benar
3.      Jawaban  tidak sesuai dengan langkah kerja dan benar
4.      Jawaban tidak memiliki langkah kerja dan tidak benar
4

3

2
1
4
Total skor

10

e.       Perhitungan Skor Akhir

B.     Penilaian Nilai Karakter Bangsa (afektif)
a.       Petunjuk penilaian:
b.      Berilah penilaian pada siswa dikelas dengan melihat aspek kedisiplinan dan tanggungjawab siswa selama mengikuti pembelajaran dan praktik
c.       Berilah tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi siswa tersebut menurut pengamatan saudara pada dirinya.
d.      Kriteria pemberian skor adalah sebagai berikut:
Skor 1= bila kriteria tidak terlihat dalam diri peserta didik
Skor 2= bila kriteria kadang terlihat dalam diri peserta didik
Skor 3= bila kriteria terlihat dalam diri peserta didik
Skor 4= bila kriteria selalu terlihat dalam diri peserta didik
e.       Lakukan skoring dan penjumlahan nilai untuk masing-masing butir pengamatan. Dan hitunglah jumlah nilai total ke empat dimensi indikator secara keseluruhan.

No

Nama siswa
ASPEK
Disiplin
Tanggung jawab
Tertib
Teliti
Taat
Melaksanakan tugas
4
3
2
1
4
3
2
1
4
3
2
1

4
3
2
1

1



















2



















3



















4



















5



















6



















7



















8



















9



















10



















11



















12



















13



















14



















15



















16



















17



















18



















19



















20



















21



















22



















23



















24



















25



















26



















27



















28



















29



















30



















31



















32



















f.       Perhitungan skor
a)      Aspek disiplin:
Skor tertinggi                              = 12
Skor terendah                              = 3
Range                                          = 9
Kelas                                           = 4
Interval                                        = 2,25
Kategorisasi skoring:
Skor
Kategori
3 – 5,25
>5,25 – 7,50
>7,50 – 9,75
>9,75
: Siswa memiliki sikap disiplin yang rendah
: Siswa memiliki sikap disiplin yang sedang
: Siswa memiliki sikap disiplin yang tinggi
: Siswa memiliki sikap disiplin yang sangat tinggi
b)     Aspek tanggung jawab
Skor tertinggi                              = 4
Skor terendah                              = 1
Range                                          = 3
Kelas                                           = 4
Interval                                        = 0, 75
Kategorisasi skoring:
Skor
Kategori
1 – 1,75
>1,75 – 2,50
>2,50 – 3,25
>3,25
: Siswa memiliki rasa tanggung jawab yang rendah
: Siswa memiliki rasa tanggung jawab yang sedang
: Siswa memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
: Siswa rasa tanggung jawab yang sangat tinggi



C.    Penilaian Psikomotor

a.       Perhitungan skor:


Muara Wahau,       September 2013

Guru pamong/pembimbing


.................................................
NIP. 12521299009
Mahasiswa PPL


Hendrikus Charles Mbelo Enge, SST
NIM. 12521299009


Mengetahui,
Kepala sekolah
SMK Negeri 1 Muara Wahau


Ir. Harmiyanto, MP
NIP. 196304192007 01 1 005

0 komentar:

Posting Komentar