Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Sabtu, 26 September 2020

Metode Pemupukan



Pemupukan Jagung
Kompetensi melakukan pemupukan sebagai pelaksana pada program keahlian budidaya tanaman merupakan basik kompetensi, yang produk utamanya adalah metode pemupukan. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya dalam proses budidaya tanaman. Di samping itu melalui penguasaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajari kompetensi metode pemupukan level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai rencana dan mampu menganalisis serta memecahkan masalah.

Kemampuan motorik/psikomotorik skill dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/performance criteria. Pada level dua program pembelajaran di SMK, psikomotorik skills dan kognitif skills merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka giatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotorik skills. Strategi yang harus ditempuh adalah agar siswa mampu merencanakan pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pengembangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi habit/kebiasaan yang diterapkan menjadi budaya dalam hidupnya.

Modul pembelajaran ini disajikan mengacu pada standar kompetensi level dua, budidaya tanaman sebagai salah satu bahan ajar untuk mengarahkan bagaimana melakukan suatu rencana pekerjaan dengan benar. Kebenaran ini diukur dengan pendekatan dua dimensi, yaitu apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan nyaman, baik untuk keselamatan diri, alat, danbahan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar sesuai dengan rencana.


Mengoperasikan traktor roda 2

Memasang Roda sangkar
Pada modul ini berisi tentang bagaimana mengoperasikan traktor tangan. Dimulai dari mengenal traktor, menghidupkan, mengemudi, sampai cara merawatnya. Kemampuan mengoperasikan traktor tangan digunakan sebagai syarat dalam mempelajari cara mengolah tanah dengan traktor tangan. 

Kemampuan mengoperasikan traktor tangan juga dapat membantu dalam mempelajari mengoperasikan traktor roda empat.

Kemampuan mengoperasikan traktor tangan diperlukan di perkebunan besar. Terutama pada pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen. Selain itu juga pada bengkel perawatan.


Mengidentifikasi jenis dan karakteristik pupuk

Kompetensi indentifikasi jenis dan karakteristik pupuk sebagai level pekerja pada Program Keahlian Budidaya Tanaman merupakan basic kompetensi, yang produk utamanya adalah jenis dan karakteristik pupuk. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya dalam proses pembibitan ataupun pemeliharaan tanaman. Disamping itu melalui penguasaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajari kompetensi pemupukan pada level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai prosedur dan menghasilkan produk pemupukan tanaman sesuai standar.


Mengendalikan Penyakit tanaman

Busuk buah pada melon
Suatu proses produksi budidaya tanaman yang melalui beberapa tahapan mulai dari persiapan lahan sampai penanganan pasca panen akan mengalami beberapa Kendala. Tetapi apabila kita dapat memperhatikan secara benar dan disiplin sesuai dengan petunjuk dan prosedur serta pengalaman yang telah dilakukan dalam pemeliharaan tanaman akan mempunyai suatu proses budidaya tanaman. 

Pemeliharaan tanaman terdiri dari beberapa kegiatan mulai dari pemupukan, penyiraman sampai ke pengendalian hama dan penyakit yang timbul pada tanaman. Suatu proses produksi budidaya tanaman apabila dilakukan di Green House maupun diluar areal yang bebas akan mempengaruhi dalam pemeliharaan terutama pengendalian hama dan penyakit. Berbudidaya tanaman diluar areal yang bebas atau di lahan yang terbuka tampa adanya penghalang seperti paranet atau tanaman bareir maka kemungkinan tanaman tersebut mudah terserang hama maupun penyakit dan didukung kondisi alam atau suhu yang sangat berpengaruh timbulnya penyakit.





Pengujian Mutu Benih

Kompetensi Melakukan Pengujian Benih adalah salah satu kompetensi yang dipelajari, sesuai prosedur tetap yang berlaku dalam melaksanakan pekerjaan di dunia kerja bidang usaha budidaya tanaman. Memperhatikan misi yang akan dicapai, maka penerapan kaidah kedisiplinan, taat asas, ketelitian, tingkat akurasi, dan ketekunan sampai mampu menembus rasa bosan dalam melaksanakan setiap tahapan proses produksi/budidaya tanaman menjadi sangat penting. Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar penguasaan kompetensi Melakukan Pengujian Benih, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai......


Pembiakan Tanaman secara Generatif

Kompetensi pembiakan tanaman secara generatif merupakan level pekerja pada program keahlian produksi tanaman yang produk akhirnya dapat menghasilkan bibit sesuai dengan standart mutu yang dapat diterima oleh dunia kerja Pada level satu program pembelajaran di SMK memusatkan pada pencapaian psikomotorik skill yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi yang harus ditempuh siswa adalah berlatih melakukan suatu pekerjaan dengan kaidah yang benar secara berulang-ulang hingga dapat mencapai kriteria unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pembelajaran dengan modul ini menuntut siswa untuk dapat melakukan setiap langkah/tahapan dalam modul sesuai dengan prosedur dan kaidah yang benar sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman, sehingga diperoleh hasil sesuai standar...


Pembiakan Tanaman secara Vegetatif

Kompetensi Pembiakan Tanaman dengan Sambung dan Okulasi adalah salah satu kompetensi yang dipelajari pada level 2. Level ini misi utamanya adalah untuk membentuk kemampuan motorik sebagai basik terhadap kompetensi pembiakan tanaman sesuai prosedur tetap yang berlaku dalam melaksakan pekerjaan di dunia kerja bidang usaha budidaya tanaman. Memperhatikan misi yang akan dicapai, maka penerapan kaidah kedisiplinan, taat asas, ketelitian, tingkat akurasi, dan ketekunan sampai mampu menembus rasa bosan dalam melaksanakan setiap tahapan proses produksi/ budidaya tanaman menjadi sangat penting.

Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar penguasaan kompetensi penyiapan media tanam, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan adanya perubahan perilaku positif pada diri siswa sesuai dengan standar kompetensi dan tujuan pendidikan. Informasi tentang Penyambungan/ Grafting dan Okulasi disajikan secara garis besar. Untuk pendalaman dan perluasan materi serta pembentukan kompetensi kunci, dianjurkan siswa dapat memperoleh melalui observasi di lapangan, studi referensi, diskusi, dan tutorial dengan guru.

Strategi penyajian modul dirancang agar belajar siswa tidak terfokus hanya mempelajari satu sumber belajar, tetapi siswa didorong untuk melakukan eksplorasi terhadap sumber-sumber belajar lain yang relevan dalam rangka menanamkan kemampuan belajar sepanjang hayat/Learning How To Learning. Melalui pendekatan ini, diharapkan basik kompetensi, dan kompetensi kunci seperti; kemampuan komunikasi, kerjasama dalam team, penguasaan teknologi informasi, problim solving dan pengambilan keputusan dapat terbentuk pada diri siswa. Dengan pendekatan ini diharapkan tujuan pendidikan untuk membentuk manusia profesional dan produktif yang dilandasi oleh budi pekerti dan nilai-nilai luhur bangsa dapat terwujud. 


Melakukan Panen dan pasca Panen

Kebun Jagung Glory Hill Modo
Kompetensi pemanenen dan penanganan hasil panen sebagai level pekerja pada program keahlian budidaya tanaman merupakan basic kompetensi, yang produk utamanya adalah hasil panen. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya. Disamping itu melalui pengusaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajarai kompetensi pada level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai prosedur dan menghasilkan produk hasil panen sesuai standar. Kemampuan motorik/psikomotorik skills dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/performance Criteria. Pada level satu program pembelajaran di SMK, Psikomotorik Skills merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tuju tersebut, maka kegiatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotik skills, strategi yang harus ditempuh siswa adalah, berlatih melakukan sesuatu pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pengemabangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi habit/budaya dalam hidupnya. Modul pembelajaran ini disajikan mengacu pada standar kompetensi level satu, budidaya tanaman sebagai salah satu bahan ajar untuk mengarahkan bagaimana melakukan suatu pekerjaan melakukan panen dan pasca panen dengan benar. Kebenaran ini diukur dengan pendekatan dua dimensi, yaitu apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan nyaman, baik untuk keselamatan diri, alat dan bahan serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar. 

Berikut ini adalah modulnya yang dapat di download dan digunakan sebagai salah satu materi ajar bagi guru SMK pertanian. Modul ini saya peroleh saat mengikuti magang disekolah unggulan saat PPG SMK KOlaboratif. Terimakasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat....


Jumat, 25 September 2020

“MATI SURI PEMBELAJARAN PRAKTIK KEJURUAN PADA SMK AKIBAT PANDEMI COVID-19”

oleh: Hendrikus Charles Mbelo Enge, S.ST.,Gr

Mewabahnya pandemi covid-19 meluluhlantakan setiap sendi kehidupan manusia. Penyebarannya yang begitu cepat melumpuhkan roda perekonomian setiap negara yang terdampak. Berita kematian akibat terinfeksi virus ini yang tersebar melalui berbagai media di banyak Negara menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang. Proses penularannya yang terjadi dari kontak antar manusia mengharuskan pemerintah di banyak negara mengambil langkah cepat untuk penanganannya.  Tercatat banyak negara yang terimbas akibat virus yang disinyalir berasal dari Wuhan ini. Indonesia adalah salah satunya dan menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi di Asia Tenggara (Sumber: Kompas. Senin, 29 Juni 2020).

Saat ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi langkah penanganan covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020. Definisi Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Permenkes 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam rangka percepatan penangangan COVID-19 adalah Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Definisi ini tentunya mengindikasikan bahwa, segala aktivitas masyarakat diberbagai sektor kehidupan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sektor lainnya diberi batasan tertentu oleh pemerintah.

Penetapan PSBB di beberapa daerah di Indonesia pastinya berdampak terhadap merosotnya roda perekonomian bangsa yang sangat menyentuh setiap sendi kehidupan kita. Aspek Pendidikan pun tidak luput dari pengaruh tersebut. Dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial selama Pandemi COVID-19 sistem pendidikan Indonesia berubah secara drastis. Operasional kurikulum Nasional lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi sekolah pada masa darurat covid-19. Seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah ditiadakan dari tingkat dasar, menengah sampai perguruan tinggi.

Keadaan Darurat COVID-19 mengharuskan aktivitas belajar siswa dilakukan dari rumah dengan sistem daring atau jarak jauh. Dengan keadaan demikian tentunya guru dan orang tua memiliki peranan yang sangat penting. Kolaborasi orang tua dan guru diperlukan dalam situasi ini, sehingga proses pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik. Guru dituntut untuk cepat beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring menggunakan berbagai platform pembelajaran daring gratis atau lebih kreatif dalam mengunakan berbagai media sosial sebagai sarana belajar daring/jarak jauh.

Selama masa darurat Covid-19, pembelajaran praktik pada Sekolah Kejuruan seperti kehilangan tajinya. Pembelajaran Praktik bagi peserta didik SMK kelas X dan XI pada tahun pelajaran 2019/2020 tidak dapat terlaksana. Bahkan, UNBK dan UKK pada tingkat menengah pun ditiadakan. Meskipun dalam surat edaran dirjen vokasi Nomor 01 tahun 2020 tentang pembelajaran praktik dan praktik kerja lapangan bagi peserta didik SMK tahun 2019/2020 serta pelaksanaan uji kompetensi bagi lulusan SMK tahun pelajaran 2019/2020 memuat tentang strategi dan langkah-langkah kebijakan pembelajaran praktik pada point 1.a dan b, tetap saja sekolah tidak dapat melaksanakannya meski telah memasuki tahun pelajaran yang baru. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya surat edaran dari tiap daerah provinsi, kabupaten/kota yang tetap melarang segala aktivitas apapun dilingkungan pendidikan sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan. Seperti di daerah tempat penulis mengajar misalnya, sekolah tetap tidak bisa mengimplementasikan Surat edaran dirjen vokasi nomor 01 tahun 2020 tersebut meski sudah memasuki era new normal.

Mungkin beberapa Sekolah Menengah Kejuruan di kota yang berstandar nasional yang didukung oleh berbagai aspek sumber daya yang mendukung dapat melaksanakan praktik kejuruan sesuai edaran dirjen vokasi tersebut, sehingga pembelajaran prakteknya dapat berjalan. Namun tidak demikian dengan beberapa sekolah yang ada didaerah. Guru-guru seakan berada dijurang dilema antara keinginan melaksanakan edaran dirjen vokasi atau edaran gubernur/bupati/walikota yang melarang pembelajaran tatap muka di sekolah. Lagi-lagi pembelajaran praktik di sekolah kejuruan tidak dapat dilaksanakan dan guru-guru dianjurkan tetap melaksanakan pembelajaran daring.     

Keberhasilan penerapan pembelajaran daring tentunya tergantung pada keadaan daerah tertentu serta sumberdaya yang ada dan untuk membahasnya perlu ditinjau dari berbagai aspek. Meski akan dipatenkan oleh Mendikbud setelah virus corona selesai, seperti yang diberitakan dalam tribun kaltim.co pada kamis 2 juli 2020,  pembelajaran daring tetap menyimpan catatan minus untuk pembalajaran vokasi tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Asumsi penulis adalah penerapan pembelajaran daring/jarak jauh di beberapa sekolah masih sebatas pemberian materi yang bersifat teoritis sedangkan untuk pembelajaran praktik belum maksimal bahkan dianjurkan hanya memberikan simulasi saja. Bukankah 60% pembelajaran pada SMK adalah Praktik Kejuruan?.Tentunya di era New Normal saat ini, tiap satuan pendidikan SMK perlu mengambil langkah-langkah strategis agar keberlangsungan pembelajaran praktik tidak mati suri. Sebab pendapat penulis bahwa ketercapaian kompetensi keahlian kejuruan sebagai outcome siswa siswi disekolah tidak dapat tergantikan dengan media apapun tanpa peran dan sentuhan langsung para guru di sekolah.    

Meskipun memasuki era “new normal” atau tatanan kenormalan baru saat ini, pembelajaran Praktik Kejuruan pada SMK masih belum maksimal untuk dilaksanakan. Bahkan, pelaksanaan pembelajaran Praktik yang diamanatkan dalam surat edaran Dirjen Pendidikan Vokasi nomor 01 tahun 2020  yang menyatakan bahwa sekolah dapat memberikan materi pembelajaran praktek di sekolah sebelum berakhir masa pembelajaran tahun 2019/2020 (poin 1.a) dan dilaksanakan dengan sistem Blok setelah pembelajaran teori selesai (poin 1.b) pun belum terealisasi oleh pihak satuan pendidikan. Guru dan Pimpinan pada tiap satuan pendidikan kejuruan tentunya tidak mau ambil resiko untuk menjalankan amanat edaran Dirjen Pendidikan Vokasi ini, meski telah memasuki masa pembelajaran baru tahun 2020/2021.  

Urgensitas pembelajaran praktik pada satuan pendidikan vokasi menjadi dasar utama dalam pengembangan kompetensi siswa di bidangnya masing-masing. Satuan pendidikan dan stake holder bidang pendidikan segera menemukan rumusan solusi yang tepat agar pembelajaran praktik kejuruan pada satuan pendidikan SMK di era New Normal ini tidak lagi mati suri. Jangan lagi ada aksi kucing kucingan karena takut akan teguran sang pengambil kebijakan dalam mengumpulkan siswa di sekolah untuk pembelajaran praktek. Sehingga denyut nadi pembelajaran praktik pada pendidikan vokasi tetap berdetak meski diterpa oleh badai pandemi.    


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2o2o Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Wrus Disease 2019 (Covid-Ig)

Permenkes 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam rangka percepatan penangangan COVID-19

Surat edaran dirjen vokasi Nomor 01 tahun 2020 tentang pembelajaran praktik dan praktik kerja lapangan bagi peserta didik SMK tahun 2019/2020 serta pelaksanaan uji kompetensi bagi lulusan SMK tahun pelajaran 2019/2020

https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/29/055800065/update-virus-corona-di-asia-tenggara--indonesia-tertinggi-jauh-di-atas?page=all

https://kaltim.tribunnews.com/2020/07/02/kabar-terbaru-mendikbud-nadiem-makarim-patenkan-pembelajaran-jarak-jauh-meski-virus-corona-usai

 

 

Biodata Penulis

 

 

Nama                           : Hendrikus Charles Mbelo Enge, S.ST.,Gr

TTL                             : Manggarai Barat, 20 Oktober 1985

Daerah Asal                : Labuan Bajo-Flores-NTT

E-mail                          : henceengelionel@gamail.com

HP/WA                       : 0852 3855 3495

Pendidikan terakhir     : DIV Penyuluh Pertanian tahun 2012 Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Pendidikan Profesi Guru SMK Kolaboratif tahun 2013 di Universitan Negeri Yogyakarta

Pekerjaan                     : Guru Produktif Pertanian

Instansi                        : SMKN 2 Biau, Kab.Buol, Prov. Sulawesi Tengah

Jumat, 18 September 2020

“Praktik Budidaya Tanaman Melon (Curcumis melo) Di Lahan Praktik SMKN 2 Biau”

Tulisan ini merupakan Sebuah Perefleksian dari catatan pengalaman Praktik mata pelajaran Agribisnis Tanaman Buah Semusim bersama siswa siswi kelas XI ATPH Tahun pelajaran 2018/2019. Melakukan praktek tidak hanya mengedepankan prosesnya saja tetapi juga diakhiri sampai hasil yang memuaskan sehingga mampu menggambarkan sebuah pepatah bahwa “Proses tak pernah menghianati hasil”. Ini adalah semangat yang terus saya bawa dalam mengajar dan mendidik siswa siswi saya. Mereka harus diajarkan bagaimana melakukan sesuatu hingga mereka mencapai hasilnya. Mereka tidak hanya diberi doktrin berupa materi yang dicatat tetapi harus mendekatkan mereka pada keadaan riil atau kenyataan sesungguhnya yang mereka dapatkan dalam berbagai praktik dilapangan. Sebab mereka akan lebih mudah mengerti tentang makna dari pendidikan vokasi yang mereka peroleh dari hasil belajar. Meski banyak rintangan yang menjadi penghambat dalam praktik berbasis proyek ini un tuk diterapkan, Saya akan tetap berkomitmen untuk terus melakukannya. Selamat Membaca, Semoga berkenan...

Laporan Diklat hidroponik Skala Rumah Tangga P4TK Cianjur 2020

Salah satu media tanam dalam budidaya tanaman secara hidroponik adalah media padat atau agregat. Bahan yang biasa digunakan adalah arang sekam (sekam bakar). Keunggulan arang sekam adalah steril (tidak mengandung patogen, biji gulma) aerasi baik dan relatif mudah didapat. Sekam padi merupakan hasil penggilingan atau penumpukan gabah. Arang sekam merupakan material penting yang sering dipakai untuk bahan baku pertanian. Selain itu arang sekam juga dapat digunakan untuk kebutuhan industri. Sebaiknya setiap penanaman menggunakan benih baru, apabila benih mahal dan sulit diperoleh maka benih unggul yang ditanam dapat digunakan sampai beberapa kali turunan. Benih yang digunakan dapat berasal dari panen sendiri atau beli di toko, tetapi lebih baik menggunakan benih/bibit sendiri karena tidak semua penjual benih/bibit dapat dipercaya mengenai mutu seleksi yang dilakukannya. Benih yang akan digunakan sebaiknya diberi perlakuan (seed treatment), tujuannya adalah agar benih dapat dan cepat berkecambah serta daya kecambahnya tinggi, selain itu bibit yang tumbuh nantinya akan terbebas dari penyakit. Benih akan cepat berkecambah jika tersedia cukup air, oksigen dan suhu hangat. Setiap kegiatan budidaya tanaman, pupuk merupakan salah satu faktor penting. Pupuk merupakan sumber makanan bagi tanaman yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya selain cahaya, air, dan kelembaban. Keberhasilan dalam budidaya tanaman sayuran secara hidroponik salah satunya ditentukan oleh mutu bibit yang digunakan. Untuk membangun agribisnis pertanian bidang hortikultura dalam skala luas diperlukan bibit yang relatif banyak dengan mutu yang benar-benar baik, yaitu bibit segar dan daun tidak rontok, batang utuh, serta bebas hama penyakit. Berikut ini adalah Laporan kegiatan praktik Diklat Hidroponik Skala Rumah Tangga di P4TK Cianjur tahun 2020 

Laporan 1: Penyiapan media tanam dari arang Sekam 
 Laporan 2: Penyiapan bibit tanaman hidroponik 
 Laporan 3: Penyiapan Nutrisi Hidroponik
Laporan 4: Penanaman bibit hidroponik 
Semoga laporan ini dapat dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam mengembangkan budidaya hidroponik skala rumah tangga kedepannya.