Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Minggu, 25 Mei 2014

KBG Persiapan Bakti Bersama



Kabarwarga
KBG Persiapan Bakti Bersama
DakuPos, Labuan Bajo/15-5-2014
Warga KBG Persiapan kerja bakti bersama
Puluhan warga Kelompok Basis Gerejawi (KBG) persiapan pemekaran melakukan kerja bakti bersama di sekitar lingkungan warga pada hari kamis, 15 mei 2014. Kerja bakti dimulai pukul 08.00 pagi. Kurang lebih 22 Kepala keluarga (Kk) yang berada dalam KBG persiapan pemekaran turun ke jalan untuk kerja bakti bersama.

Berdasarkan pantauan peliput, kurang lebih tiga puluhan warga yang turut serta dalam kerja bakti tersebut. Tidak hanya para orang tua, remaja dan anak-anak juga turut serta dalam bakti bersama yang bertepatan dengan hari raya Waisak itu. “Penetapan waktu kerja bakti tersebut berdasarkan kesepakatan bersama anggota kelompok saat do’a Rosario pada malam sebelumnya”, tutur Marsel madu.

Lokasi kerja difokuskan sepanjang kiri dan kanan jalan menyisir persimpangan Jl. Gua Firdaus. Marselinus menegaskan bahwa kerja bakti kelompok sebelumnya bersama kelompok induk (St. Yuliana), tidak pernah dilakukan bakti di persimpangan jalan Gua Maria. Lebih lanjut Ia katakan selama ini difokuskan disekitar Gua Maria. Menurutnya sebagai lokasi yang berada disekitar jalan menuju gua pelu diperhatikan kebersihannya juga.

Wakil ketua kelompok Benediktus Role membenarkan bahwa “Setiap Bulan Maria, Mei dan Oktober selalu dilakukan kerja bakti kelompok, hanya saja sepanjang jalan dari persimpangan Jl.Firdaus belum pernah dilkakukan”. Sebagai kelompok persiapan ia menegaskan, “semangat kebersamaan di Bulan Maria tidak hanya saat doa Rosario saja tetapi perlu diwujudkan juga dalam aksi nyata seperti kerja bakti bersama saat ini”.

Pada waktu yang bersamaan pengakuan Theodorus Hamun selaku Ketua kelompok persiapan menyatakan bahwa “kerja bakti tersebut sebagai agenda perdana kelompok yang nantinya secara berkesinambungan akan dilakukan ketika sudah terbentuk KBG definitif”. “Semangat untuk segera mekar dari kelompok induk menjadi KBG definitif saat ini terhalang oleh berbagai kendala personal”, tutupnya.

Beberapa warga menuturkan, semangat kelompok untuk bekerja bersama-sama perlu dipertahankan dan diupayakan tetap berlanjut terutama bagi kaum muda yang menjadi penerus pewarta Gereja.

Penulis
Hendrikus Enge

Menyonsong Bulan Maria, warga gotong royong membersihkan Gua Maria

KabarWarga
Menyonsong Bulan Maria, warga gotong royong membersihkan Gua Maria

DakuPos, Labuan Bajo/25 April 2014
Bulan Mei dan Oktober di sebut juga sebagai bulan Maria oleh umat Katolik sejagad. Pada Bulan tersebut umat Katolik melakukan Do'a Rosario secara bergilir dari rumah ke rumah. Do'a bergilir yang dilakukan sepanjang Bulan tersebut sebagai wujud penghormatan kepada hati tersuci Santa Perawan Maria. Deskripsi Maria sebagai Bunda segala bangsa lahir dan selalu hidup dalam kehidupan umat Katolik.

Gua Maria Ratu Dunia yang kini menjadi bagian dari umat Katolik Paroki Roh Kudus Labuan Bajo dan menjadi pusat perhatian umat menjelang bulan Maria. Menjelang bulan Mei, kesibukan dan mobilitas warga ke Gua Maria mulai nampak. "Setiap menjelang Bulan Maria kelompok Santa Yuliana diberi tanggungjawab oleh pihak paroki untuk mengurus Gua ini", tegas Agus Tutung. Ditambahkannya bahwa tanggungjawab kebesihan Gua menjelang bulan Maria merupakan tanggungjawab kolaboratif semua lapisan.

Sebagai ketua kelompok ia mengkoordinir anggota kelompok untuk bakti bersama membersihkan areal sekitar gua Maria. Pria dan wanita, tua maupun muda, secara kolektif ikut berpartisipasi dalam kerja bakti kelompok. Meskipun beberapa diantaranya tidak datang tepat waktu, tetapi tetap berantusias mengadapi sampah dan seresah tumbuhan yang berada di hadapannya. Sapu dan ember menjadi senjata kaum Ibu dan Pemudi membersihakan areal sekitar gua Maria. Kaum pria bertugas di kiri dan kanan jalan menuju gua. Sabit dan parang menjadi peralatan wajib Bapak-bapak dan para Pemuda untuk melumpuhkan rerumputan tebal nan ganas di tepi jalan.

Cukup banyak yang hadir kerja bakti di hari Jumaat itu. Selain kelompok Santa Yuliana turut hadir juga dari kelompok Yohanes Pemandi dan juga kelompok lain yang berdekatan. Ketua RT 019, Wilem Enge mengkui bahwa, "masih banyak warga yang belum sempat hadir”. Lebih lanjut ia tegaskan “lebih banyak Bapak-bapak dan pemuda yang tidak hadir sore ini. harapannya kedepan lebih banyak lagi yang hadir", imbuhnya.

Meski demikian berdasarkan pantauan saya yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut, memperkirakan bahwa kerja bakti tersebut selesai dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Setelahnya, beberapa warga ada yang memilih langsung pulang, ada juga yang tetap bertahan istirahat sejenak hilangkan lelah sambil bercengkeramah satu sama lain. Akhir kerja bakti yang melelahkan itu ditutup dengan minum kopi bersama. Keluarga Mr. Adrian warga berkebangsaan Belanda yang menyajikannya.

Untuk diketahui misa pembukaan Bulan Maria di Bulan Mei berlokasi di Gua Maria Ratu Dunia. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggungan kelompok untuk melakukan segala persiapannya.

Penulis
Hendrikus Enge