PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Isu lingkungan akhir-akhir ini menjadi pemberitaan hangat di berbagai media masa, baik media cetak maupun media elektronik, terutama yang berhubungan dengan polusi udara. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh polusi udara tentunya menjadi ancaman serius bagi penghuni jagad raya ini. Banyaknya partikel debu di udara yang dihasilkan dari aktifitas manusia, merupakan bentuk ketidakadilan yang dilakukan manusia terhadap lingkungannya. Manusia memanfaatkan keagungannya terhadap mahluk lain di bumi dengan menekan lingkungan sendiri yang justeru berdampak negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri.
Tingginya tingkat pencemaran lingkungan oleh partikel debu di udara akan menyebabkan semakin tingginya tingkat penyebaran penyakit. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kita dapat memanfaatkan tanaman-tanaman kehutanan yang tersedia di alam yang mampu mengikat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar guna meminimalisir kuantitas partikel debu di udara. Salah satu contoh jenis tanaman yang mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar adalah “Pohon Kersen”. Tanaman Kersen merupakan salah satu jenis tanaman kehutanan yang telah dikenal namun belum banyak dimanfaatkan dan juga belum banyak dibudidayakan. Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis.
Tanaman kersen termasuk jenis Perdu atau pohon kecil, tinggi sampai 12 m, meski umumnya hanya sekitar 3-6 m saja. Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya; membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar; demikian pula daunnya. Daun-daun terletak mendatar, berseling; helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan berujung runcing.
Umumnya kersen dimanfaatkan masyarakat untuk di ambil kayunya sebagai kayu bakar, dan juga buahnya dapat dimakan. Pohon kersen dikenal oleh masyarakat oleh karena buahnya saja, tetapi sebenarnya tanpa disadari dedaunnya sangat berperan dalam menjerat partikel debu atau material-material halus yang berterbangan di udara.
Di daerah perkotaan, tanaman kersen ini sangat cocok untuk dikembangkan, sebab mampu menjerat partikel debu dalam jumlah yang besar. Dengan tekstur daun yang berbulu kasar, pohon kersen mampu mengurangi polusi udara dan mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang besar. Bila di antara kita mengetahui akan fungsi dan manfaat lain pohon kersen terhadap lingkungan, tentunya pohon kersen tidak hanya ditanam sebagai tanaman peneduh di halaman rumah, melainkan juga di tanam di pinggir-pinggir jalan sebagai tanaman yang difungsikan sebagai penjerat partikel debu di udara. Maka dari itu, secara ekologis perlunya dilakukan pemanfaatan tanaman kersen, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penjerat partikel debu di udara.
1.2. Tujuan
- Menigkatkan tatanan lingkungan yang sehat dari bahaya partikel debu di udara.
- Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat tanaman kersen terhadap lingkungan.
Hingga saat ini, tingginya tingkat pencemaran lingkungan oleh partikel debu di udara masih belum dapat diminimalisir dan disertai juga oleh kurangnya pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kehutanan yang ada disekitarnya yang mampu menjerat banyaknya partikel debu di udara seperti halnya pohon kersen.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Pencemaran udara.
Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara.
Pencemaran udara dapat didefinisikan sebagai hadirnya substansi di udara dalam konsentrasi yang cukup untuk menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, tanaman maupun material. Substansi ini bisa berupa gas, cair maupun partikel padat. Ada lima jenis polutan di udara, yaitu partikulat dengan diameter kurang dari 10 µm (PM10), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO) dan timbal (Cooper,1994).
Pencemaran udara karena partikel debu biasanya menyebabkan penyakit pernapasan kronis seperti bronchitis khronis, emfiesma paru, asma bronchial dan bahkan kanker paru-paru. Kadar timbal yang tinggi di udara dapat mengganggu pembentukan sel darah merah.
Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraan bermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut.
2.2. Klasifikasi Ilmiah Tanaman Kersen
Kersen Atau Talok adalah nama tanaman yang memiliki buah kecil berwarna merah seperti cery bila buahnya matang maka rasanya manis. Nama latin atau nama ilmiah untuk tanaman ini adalah Muntingia calabura, tanaman ini banyak di temui di daerah tropis. banyak juga ditemui di pinggir selokan, retakan dinding, bahkan penulis juga pernah menemukan tanaman ini di tebing yang curam mungkin karena ketahananya ini tanaman ini juga di sebut tanaman pionir.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Muntingiaceae
Genus : Muntingia
Spesies : M. calabura
2.3. Ciri-Ciri Fisik
Tanaman ini biasanya tumbuh dengan ukuran kecil namun kadang juga bisa berukuran besah bahkan ada yang bisa mencapai tinggi hingga 12 Meter. selalu hijau terus menerus, berbunga dan berbuah sepanjang tahun Cabang-cabang mendatar, menggantung di ujungnya. membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut halus bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula daunnya.
Daun tanaman ini memiliki sistem pertulangan yang menyirip, daun tidak simetris dan tepinya bergerigi sedangkan bunganya berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus; mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di bawah helai daun. Umumnya hanya satu-dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya. buah memiliki diameter hingga 1.5 cm berbentuk seperti cerry jika matang maka akan berwarna merah dan terasa manis.
2.4. Manfaat Tanaman
Buah kersen biasanya disukai anak-anak dan merupakan sumber makanan bagi beberapa secies seperti codot (kelelawar pemakan buah) dan banyak species burung anak sekolah suka sekali bermain pada pohon ini biasanya mereka juga mencari-cari buah yang sudah masak diantar dedaunan. Burung-burung pemakan buah, seperti kelompok merbah dan burung cabe, sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan codot, karena itu kedua kelompok hewan ini sekaligus berfungsi sebagai penyebar bijinya.
Pohon kersen sangat bermanfaat sebagai peneduh jalan karena daunya yang lebat dan batangnya yang lebih lentur namun kuat mungkin karena kotoran kelelawar dan burung-burung pohon ini banyak di temui di tempat yang tidak terurus. Di samping itu maafaat ekologisdari tanaman kersen adalah mampu mengikat partikel debu di udara. Kayu dari tanaman ini juga cukup kuat sehingga banyak yang dipakai untuk membuat perabotan dan manfaat lainya tentu saja sebagai kayu bakar
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Pengaruh tanaman kersen terhadap tatanan lingkungan yang sehat.
Tanaman kersen ikut berperanan dalam mengurangi partikel debu yang bertebaran di udara. Manfaat ekologis dari kersen sangat besar terhadap lingkungan tempat kita beraktifitas. Terlepas dari itu tanaman kersen hingga saat ini masih belum banyak yang membudidayakannya. Bedasarkan penelitian dari beberapa pakar di bidang lingkungan menyatakan bahwa daun tanaman kersen mampu menjerat partikel debu di udara dalam jumlah yang banyak. Dengan demikian tanaman kersen dipecaya berperan dalam memperbaiki dan manjaga keseimbangan tantanan lingkungan perkotaan yang kondisi lingkungannya semakin memprihatinkan.
Berdasarkan pemikiran di atas, tanaman kersen ini sudah saatnya dimanfaatkan bukan karena buahnya ataupun kayunya melainkan fungsi yang lebih besar terhadap manusia yaitu sebagai tanaman penjerat partikel debu di udara. Sehingga akan semakin meningkatnya lingkungan kita yang bebas dari partikel debu.
Pengaruh lainnya terhadap tatanan lingkungan kita yaitu dapat meningkatkan tingkat kesejukan udara dimana tempat kita tinggal. Udara yang bebas partikel debu tentunya akan mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang diakibatkan partikel debu ataupun debu yang merupakan media penyebaran penyakit tersebut.
3.2. Pemahaman masyarakat tentang tanaman kersen terhadap lingkungan.
Disadari bahwa pemahaman mansyarakat akan pentingnya tanaman kersen terhadap lingkungan, terutama dalam hal sebagai penjerat partikel debu di udara masih sangat kurang. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pohon kersen yang yang tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat maupun pemerintah.
Masyarakat cenderung tak pernah membudidyakan kersen dan umumnya tanaman kersen yang ada adalah pohon kersen yang tumbuh secara alami. Walaupun ada yang sengaja ditanam, itupun hanya ditanam di depan halaman rumah saja sebagai tanaman peneduh. Tetapi bila kita perhatikan, tanaman kersen ini sangat cocok ditanam di pinggiran jalan, di sekitar daerah pertokoan, dan daerah-daerah industri, sehingga mampu menjerat partikel debu maupun timbal darikendaraan bermotor.
PENUTUP
Pemanfaatan tanaman kersen secara baik pada saat ini sangat signifikan terutama pada daerah-daerah perkotaan yang tingkat pencemaran udara akibat partikel debu sangat tinggi.
Kemampuan tanaman kersen dalam menjerat partikel debu di udara secara tidak langsung akan menciptakan tatanan lingkungan yang sehat.
Namun, realitanya dalam masyarakat tanaman kersen belum dimanfaatkan dan belum ada yang membudidayakan tanaman ini.
Hal ini di pengaruhi oleh pengetahuan masyarakat akan manfat ekologis tanaman kersen dalam menjerat partikel debu di udara masih sangat kurang.