![]() |
| Sumber Hence Dokumentasi |
Tindakan konservasi di sekitar wilayah DAS khususnya pada aliran Sungai (Mota benenain), desa Haitimuk kecamatan Welion berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat sekitar tepi sungai belum pernah dilaksanakan, baik oleh individu maupun dalam kelompok masyarakat. Pada bagian tepi sungai lebih banyak di dominasi oleh tanaman pertanian seperti pisang dan kelapa. Sedangkan tanaman kehutanan sangat jarang terlihat. Hal ini menyebabkan pada tepi kiri dan kanan sungai benanain sering terjadi longsoran kecil. Keadaan ini di diperparah lagi dengan adanya kegiatan penambangan liar (Tipe galian C), baik pasir maupun batu kali pada aliran mota benenain. Dari hasil diskusi dengan bapak sekdes Haitimuk, tiap bulan hujan tiba sering terjadi banjir bah yang dapat merusak seluruh lahan pertanian yang ada disekitar badan sungai. Musibah banjir yang sering melanda desa diyakini sebagai banjir kiriman dari daerah hulu sebab desa haitimuk merupakan salah satu daerah hilir dari DAS Benain. Masyarakat sekitar wilayah DAS di wilayah malaka ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Dimana kegiatan pertaniannya didukung oleh adanya bendungan benain yang mampu mengairi persawahan mayarakat. Untuk pemanenan hasil pertaniannya dapat dilakukan 3 (tiga) kali dalam setahun, demikian dikatakan salah satu sumber di desa Haitimuk.
![]() |
| Ambil Sampel Air |








0 komentar:
Posting Komentar