Menjadi Aku Apa adanya

Jadilah dirimu sendiri karena engkau berharga, tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu dan engkau selalu dikasihi-Nya dengan cinta yang sama!” - Sr. M Fransita, FCh .

Menatap Senja yang Akan Pergi

Jadilah benih yang baik, yang siap mendengarkan, mengerti dan berbuah di dalam Sabda Tuhan. Peliharalah iman selalu, teguh dan peka akan Kristus.

Menikmati CiptaanNya yang selalu jujur

Alam selalu memberikan kejujuran akan keindahannya yang tak mampu kita bantah.

Menyatu Bersama Alam Kepunyaan-Nya

Semangat Kerendahan Hati lebih manis daripada madu, dan mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis” - St. Antonius dari Padua -

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Di Ujung Senja Aku Melihat Engkau

Dirimu sungguh berharga karena tidak pernah ada orang yang sama seperti dirimu, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa depan - Suster M. Fransita, FCh

Selalu Siaga dalam keadaan apapun

Akal budi membuat orang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran

Mencintaimu Tanpa Batas

Kekuatan Sesungguhnya adalah cinta kita yang dipersatukan Oleh-Nya.

Sabtu, 26 September 2020

Metode Pemupukan



Pemupukan Jagung
Kompetensi melakukan pemupukan sebagai pelaksana pada program keahlian budidaya tanaman merupakan basik kompetensi, yang produk utamanya adalah metode pemupukan. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya dalam proses budidaya tanaman. Di samping itu melalui penguasaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajari kompetensi metode pemupukan level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai rencana dan mampu menganalisis serta memecahkan masalah.

Kemampuan motorik/psikomotorik skill dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/performance criteria. Pada level dua program pembelajaran di SMK, psikomotorik skills dan kognitif skills merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka giatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotorik skills. Strategi yang harus ditempuh adalah agar siswa mampu merencanakan pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pengembangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi habit/kebiasaan yang diterapkan menjadi budaya dalam hidupnya.

Modul pembelajaran ini disajikan mengacu pada standar kompetensi level dua, budidaya tanaman sebagai salah satu bahan ajar untuk mengarahkan bagaimana melakukan suatu rencana pekerjaan dengan benar. Kebenaran ini diukur dengan pendekatan dua dimensi, yaitu apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan nyaman, baik untuk keselamatan diri, alat, danbahan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar sesuai dengan rencana.


Mengoperasikan traktor roda 2

Memasang Roda sangkar
Pada modul ini berisi tentang bagaimana mengoperasikan traktor tangan. Dimulai dari mengenal traktor, menghidupkan, mengemudi, sampai cara merawatnya. Kemampuan mengoperasikan traktor tangan digunakan sebagai syarat dalam mempelajari cara mengolah tanah dengan traktor tangan. 

Kemampuan mengoperasikan traktor tangan juga dapat membantu dalam mempelajari mengoperasikan traktor roda empat.

Kemampuan mengoperasikan traktor tangan diperlukan di perkebunan besar. Terutama pada pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen. Selain itu juga pada bengkel perawatan.


Mengidentifikasi jenis dan karakteristik pupuk

Kompetensi indentifikasi jenis dan karakteristik pupuk sebagai level pekerja pada Program Keahlian Budidaya Tanaman merupakan basic kompetensi, yang produk utamanya adalah jenis dan karakteristik pupuk. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya dalam proses pembibitan ataupun pemeliharaan tanaman. Disamping itu melalui penguasaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajari kompetensi pemupukan pada level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai prosedur dan menghasilkan produk pemupukan tanaman sesuai standar.


Mengendalikan Penyakit tanaman

Busuk buah pada melon
Suatu proses produksi budidaya tanaman yang melalui beberapa tahapan mulai dari persiapan lahan sampai penanganan pasca panen akan mengalami beberapa Kendala. Tetapi apabila kita dapat memperhatikan secara benar dan disiplin sesuai dengan petunjuk dan prosedur serta pengalaman yang telah dilakukan dalam pemeliharaan tanaman akan mempunyai suatu proses budidaya tanaman. 

Pemeliharaan tanaman terdiri dari beberapa kegiatan mulai dari pemupukan, penyiraman sampai ke pengendalian hama dan penyakit yang timbul pada tanaman. Suatu proses produksi budidaya tanaman apabila dilakukan di Green House maupun diluar areal yang bebas akan mempengaruhi dalam pemeliharaan terutama pengendalian hama dan penyakit. Berbudidaya tanaman diluar areal yang bebas atau di lahan yang terbuka tampa adanya penghalang seperti paranet atau tanaman bareir maka kemungkinan tanaman tersebut mudah terserang hama maupun penyakit dan didukung kondisi alam atau suhu yang sangat berpengaruh timbulnya penyakit.





Pengujian Mutu Benih

Kompetensi Melakukan Pengujian Benih adalah salah satu kompetensi yang dipelajari, sesuai prosedur tetap yang berlaku dalam melaksanakan pekerjaan di dunia kerja bidang usaha budidaya tanaman. Memperhatikan misi yang akan dicapai, maka penerapan kaidah kedisiplinan, taat asas, ketelitian, tingkat akurasi, dan ketekunan sampai mampu menembus rasa bosan dalam melaksanakan setiap tahapan proses produksi/budidaya tanaman menjadi sangat penting. Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar penguasaan kompetensi Melakukan Pengujian Benih, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai......


Pembiakan Tanaman secara Generatif

Kompetensi pembiakan tanaman secara generatif merupakan level pekerja pada program keahlian produksi tanaman yang produk akhirnya dapat menghasilkan bibit sesuai dengan standart mutu yang dapat diterima oleh dunia kerja Pada level satu program pembelajaran di SMK memusatkan pada pencapaian psikomotorik skill yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi yang harus ditempuh siswa adalah berlatih melakukan suatu pekerjaan dengan kaidah yang benar secara berulang-ulang hingga dapat mencapai kriteria unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pembelajaran dengan modul ini menuntut siswa untuk dapat melakukan setiap langkah/tahapan dalam modul sesuai dengan prosedur dan kaidah yang benar sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman, sehingga diperoleh hasil sesuai standar...


Pembiakan Tanaman secara Vegetatif

Kompetensi Pembiakan Tanaman dengan Sambung dan Okulasi adalah salah satu kompetensi yang dipelajari pada level 2. Level ini misi utamanya adalah untuk membentuk kemampuan motorik sebagai basik terhadap kompetensi pembiakan tanaman sesuai prosedur tetap yang berlaku dalam melaksakan pekerjaan di dunia kerja bidang usaha budidaya tanaman. Memperhatikan misi yang akan dicapai, maka penerapan kaidah kedisiplinan, taat asas, ketelitian, tingkat akurasi, dan ketekunan sampai mampu menembus rasa bosan dalam melaksanakan setiap tahapan proses produksi/ budidaya tanaman menjadi sangat penting.

Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar penguasaan kompetensi penyiapan media tanam, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan adanya perubahan perilaku positif pada diri siswa sesuai dengan standar kompetensi dan tujuan pendidikan. Informasi tentang Penyambungan/ Grafting dan Okulasi disajikan secara garis besar. Untuk pendalaman dan perluasan materi serta pembentukan kompetensi kunci, dianjurkan siswa dapat memperoleh melalui observasi di lapangan, studi referensi, diskusi, dan tutorial dengan guru.

Strategi penyajian modul dirancang agar belajar siswa tidak terfokus hanya mempelajari satu sumber belajar, tetapi siswa didorong untuk melakukan eksplorasi terhadap sumber-sumber belajar lain yang relevan dalam rangka menanamkan kemampuan belajar sepanjang hayat/Learning How To Learning. Melalui pendekatan ini, diharapkan basik kompetensi, dan kompetensi kunci seperti; kemampuan komunikasi, kerjasama dalam team, penguasaan teknologi informasi, problim solving dan pengambilan keputusan dapat terbentuk pada diri siswa. Dengan pendekatan ini diharapkan tujuan pendidikan untuk membentuk manusia profesional dan produktif yang dilandasi oleh budi pekerti dan nilai-nilai luhur bangsa dapat terwujud. 


Melakukan Panen dan pasca Panen

Kebun Jagung Glory Hill Modo
Kompetensi pemanenen dan penanganan hasil panen sebagai level pekerja pada program keahlian budidaya tanaman merupakan basic kompetensi, yang produk utamanya adalah hasil panen. Produk ini dalam siklus produksi akan digunakan sebagai input pada tahapan berikutnya. Disamping itu melalui pengusaan kompetensi ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada para siswa untuk mempelajarai kompetensi pada level pelaksana, sehingga mampu melaksanakan semua kegiatan sesuai prosedur dan menghasilkan produk hasil panen sesuai standar. Kemampuan motorik/psikomotorik skills dalam pendidikan berbasis kompetensi merupakan salah satu aspek kompetensi yang harus dipenuhi sesuai standar/performance Criteria. Pada level satu program pembelajaran di SMK, Psikomotorik Skills merupakan sasaran utama yang akan dibentuk dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tuju tersebut, maka kegiatan belajar siswa diarahkan untuk membentuk psikomotik skills, strategi yang harus ditempuh siswa adalah, berlatih melakukan sesuatu pekerjaan dengan kaidah yang benar sampai dicapai unjuk kerja dengan tingkat presisi yang tinggi. Pengemabangan motorik skills sampai mencapai mastery dapat dilakukan pada kegiatan produksi secara berulang-ulang, sehingga bekerja sesuai kaidah harus menjadi habit/budaya dalam hidupnya. Modul pembelajaran ini disajikan mengacu pada standar kompetensi level satu, budidaya tanaman sebagai salah satu bahan ajar untuk mengarahkan bagaimana melakukan suatu pekerjaan melakukan panen dan pasca panen dengan benar. Kebenaran ini diukur dengan pendekatan dua dimensi, yaitu apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan nyaman, baik untuk keselamatan diri, alat dan bahan serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar. 

Berikut ini adalah modulnya yang dapat di download dan digunakan sebagai salah satu materi ajar bagi guru SMK pertanian. Modul ini saya peroleh saat mengikuti magang disekolah unggulan saat PPG SMK KOlaboratif. Terimakasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat....