Kegiatan Pembelajaran 1. Melaksanakan Penentuan Varietas Tanaman Buah Melon Yang Akan Diusahakan
Deskripsi
Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Penentuan Varietas Buah Melon Yang Akan Diusahakan berisikan uraian pokok materi; perkembangan buah melon, varietas melon, persyaratan teknis (iklim, tanah, topografi, ketinggian tanah dari permukaan laut untuk komoditas melon), aspek pasar (jenis buah melon apa saja yang ada di pasar atau yang dijual), aspek ekonomi( analisis usaha, perhitungan laba rugi), aspek hukum dan aspek sosial.
B. Kegiatan Belajar
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan penentuan komoditas tanaman buah peserta didik mampu melaksanakan penentuan jenis varietas tanaman buah melon yang akan diusahakan sesuai standar industri buah
Uraian Materi
Pendahuluan
Dalam semester 3 Anda sudah melakukan pembelajaran mata pelajaran agribisnis tanaman buah semusim dengan kompetensi dasar “Melaksanakan penentuan komoditas buah semusim” dari hasil pembelajaran tersebut diharapkan sudah mempunyai data-data secara umum (aspek teknis, ekonomi, pasar, dan hukum) tentang potensi agribisnis tanaman buah semusim dan secara khusus agribisnis melon.
Untuk selanjutnya dalam semester 4 ini akan melihat potensi daerah Anda tentang “Agribisnis tanaman buah melon” hal ini mengingat berbagai varietas dan jenis melon yang ada di pasar dan berbagai tingkatan permintaan. Diharapkan dari mata pelajaran ini Anda dapat menentukan varietas melon yang diusahakan.
Sebelum pelajaran ini dimulai alangkah baiknya apabila kita mensyukuri keagungan Tuhan YME karena atas kekuasaan dan kemurahannyalah Tuhan telah membekali beribu-beribu mungkin berjuta-juta gen yang di tempatkan di biji melon sehingga kita dapat memilih sekehendak atau sesuai selera kita untuk melakukan pemilihan atau menentukan varietas yang akan kita tanam, akhirnya kita akan bisa meninkmati kemurahan dan kasih sayang Tuhan kepada kita semua melalui penentuan varietas.
Perkembangan Melon
Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak versi sejarah tentang asal usul tanaman melon ada yang menyebutkan berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Kisah lain mengatakan, melon sebetulnya berasal dari Afrika Timur dan Afrika Timur-Utara (Timur Laut). Kemudian sekitar 2.000 tahun yang lalu menyebar ke wilayah Mediterania, dan seterusnya ke Asia dan Eropa. Namun. pusat keanekaragaman genetik melon berkembang pesat di Spanyol, Iran, Uzbekistan, Afganistan, India, Cina, serta Jepang.
Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Secara pasti, kapan melon untuk pertama kalinya ditanam di Indonesia tidak ada yang tahu. Hanya ada catatan yang menyebutkan pada awal tahun 1980 sebuah perusahaan mengusahakan tanaman melon di daerah Cisarua—Bogor dan di Kalianda-Lampung. Yang diusahakannya antara lain melon dari Taiwan (Sky Rocket - F1 Hibrida, Sun Rise, Oriental Sweet, Crispy Jade), Cina, Perancis, Amerika, Jepang, dan Denmark (Hales Best dan Honey Dew).
Perkembangan budidaya melon sekarang ini semakin meningkat karena banyak dihasilkan varietas melon hibrida sebagai akibat kemajuan yang cukup pesat di bidang teknologi perbenihan. Beberapa negara yang menaruh perhatian besar terhadap perakit varietas melon hibrida antara lain Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Thailand, Selandia Baru, Korea, Spanyol, Jerman, dan Belanda (Rukmana, 1994). Benih-benih melon impor ini sangat mendominasi pembudidayaan melon di Indonesia. Kualitas benih-benih tersebut bagus, tetapi harganya cukup mahal. Hal ini menjadi kendala pembudidayaan melon di Indonesia (Setiadi dan Parimin, 2001). Namun demikian tetap saja pekembangan penyebaran penanaman melon menjadi primadona seperti yang dilakukan mulai dari Jakarta, jawa barat, jawa tengah, Yokyakarta, jawa timur, dan luar jawa antara lain: Kalimatan, Sulawesi, Bali dan Nusa tenggara barat.
Varietas Melon
Mengingat varietas melon sangat banyak maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengenal varietas yang mempunyai daya saing tinggi dari sisi mutu, produktivitas, serta ketahanan hama dan penyakit sehingga agrisbisnis yang dilakukan dapat berhasil.
Ada beberapa pendapat tentang pengelompokan melon antara lain:
Berdasarkan tipe ada 2 yaitu:
Tipe netted-melon
Ciri-cirinya: kulit buah keras, kasar, berurat dan bergambar seperti jala (net); aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon; lebih cepat masak antara 70–90 hari; awet dan tahan lama untuk disimpan.
Yang termasuk varietas ini adalah:
Cucumis melo var. reticulatus: buah kecil, berurat seperti jala dan harum.
Cucumis melo var. cantalupensis: buah besar, kulit bersisik dan harum.
Tipe Winter-Melon
Ciri-cirinya: kulit buah halus, mengkilat dan aroma buah tidak harum; buah lambat untuk masak antara 90–120 hari; mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan; tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias.
Yang termasuk tipe ini adalah:
Cucumis melo var. inodorous: kulit buah halus, buah memanjang dengan diameter 2,5–7,5 cm;
Cucumis melo var. flexuosus, permukaan buah halus, buah memanjang antara 35–70 cm;
Cucumis melo var. dudain, ukuran kecil-kecil, sering untuk tanaman hias;
Cucumis melo var. chito, ukuran buah sebesar jeruk lemon, sering digunakan sebagai tanaman hias.
Ada yang berpendapat 2 contoh varietas Tipe netted-melon tersebut merupakan grup kultuvar yang setingkat dengan inodorous, jadi dilihat dari grup kultivar dibagi menjadi 3 yaitu:
Reticulatus
Ciri-cirinya: permukaan kulit buah kasar mirip jaring atau net, daging buah harum beraroma kasturi, warnanya hijau sampai kekuning-kuningan, buah rata-rata sedang saja, jaring buah banyak dan halus berwarna terang termasuk buah klimakterik, biji berwarna putih mirip biji blewah. Contoh varietasnya: Sky Rocket, Action 434, MAI 119, MAI 116, Alien, Sumo.
Cantalupensis
Ciri-cirinya: bentuknya antara melon dan blewah, Daging buah harum,biasanya berwarna kuning kejinggaan, buah bisa besar dan jaring buah (kalau ada) besar dan kasar serta berwarna agak gelap termasuk buah klimakterik, biji berwarna agak kekuning-kuningan. Contoh varietasnya: Apollo, Golden Langkawi, Kinanti, Honey Dew, Sunrise meta, Orange meta
Inodorous
Ciri-cirinya:: jenis buah melon yang tak beraroma tajam, daging buah biasanya berwarna hijau keputihan, permukaan buah/ kulitnya halus/hampir tak berjaring termasuk buah non klimakterik dan warnanya seperti warna daging buahnya, hampir tak berbiji. Cnotoh varietasnya: hales Best dan Blewah
Varietas Hibrida di Indonesia
Varietas hibrida yang beredar di masyarakat sangat banyak ragamnya ada yang dari Taiwan, Jepang, Thailan, Australia dan Indonesia. Untuk memilih varietas yang akan diproduksi, berikut disajikan deskripsi varietas melon hibrida. Diharapkan deskripsi ini dapat dijadikan panduan untuk menentukan varietas yang akan ditanam sekaligus dapat memberikan target produksi dan pasar yang ingin dicapai sehingga memberikan peluang keuntungan yang besar.
Sky rocket
Buah melon sky roket berbentuk bulat. Kulit buahnya tebal, dengan permukaan
kulit berwarna hijau dan ditutupi sisik seperti jaring berwarna kelabu.
Sementara itu, daging buahnya berwarna kuning kehijauan dan rasanya
sangat manis, kemanisan 9° briks.Tekstur daging agak juicy dan lembut.
(Gambar 1.2)
Gambar 1.2 Sky Rocket |
Ivory
Buah berbentuk bulat, tekstur net keras, daging buah berwarna hijau muda,
Rasa manis (kadar gula ± 13° Brix), berat buah per tanaman ± 2,7 kg dengan
potensi hasil ± 50 ton/ha, Kebutuhan benih ± 540 gram/ha, Tahan simpan dan
pengangkutan jarak jauh. (gambar 1.3)
Gambar 1.3 Ivory
Melon Madu
Dari semua jenis melon, melon madulah yang memiliki rasa yang paling manis.
Melon ini memiliki ciri fisik yaitu kulit luar berwarna hijau keputihan dengan
tekstur halus dan mengkilat. Melon Madu juga memeliki daging buah berwarna
hijau pucat seperti melon hijau. (gambar 1.4)
Gambar 1. 4 Melon Madu
Honey Globe
Varietas honey globe memiliki ciri khas warna kulit hijau muda dan tidak berjaring.
Bentuk buah bulat oval,rasa buah creamy istimewa, tak berserat, harum, sangat
manis, berair, tebal buah 3.5 cm, rongga tengah kecil. (gambar 1.5)
Gambar 1.5 Honey Globe
Golden
Nama golden diambil dari kulit buahnya yang berwarna kuning keemasan.
Daging buahnya berwarna putih. Digolongkan ke dalam melon tipe kulit halus.
Ada dua jenis golden melon yang dibudidayakan, yaitu golden light melon dengan
bentuk bulat dan golden langkawi melon dengan bentuk lonjong. Jenis golden
light lebih digemari karena ukurannya yang lebih kecil dibandingkan bentuk yang
lonjong. Selain itu, teksturnya lebih renyah dan rasanya lebih manis tetapi tidak
beraroma harum. (gambar 1.6)
Gambar 1.6 Golden
Apollo
Melon eksklusif yang di pasar disebut melon golden ini berkulit kuning mulus
tanpa faring. Bentuk buah oval. Daging buah putih renyah dengan kadar kemanisan
I1-131briks. Pertanaman berpotensi menghasilkan 1-2,5 kg buah. Umur panen 65 HST.
Per sachet berisi 550 butir benih. (gambar 1.7)
Gambar 1.7 Apollo
Renong
Jika dilihat dari fisiknya, buah ini hampir menyerupai blewah. Berbentuk bulat
dengan ruas-ruas di kulit luarnya. Hanya, kulit buah ini berwarna lebih putih,
mulus, dan bersih dibandingkan dengan blewah. Warna daging buahnya orangye
muda, dengan tekstur yang renyah dan rasa yang manis (gambar 1.8)
Gambar 1. 8 Renong
Melon Jingga (Cantaloupe)
Melon jingga memiliki ciri-ciri fisik hampir sama dengan melon hijau yaitu memiliki
kulit yang keras, tebal dan berurat seperti jala. Bedanya dengan melon hijau hanya
pada warna kulitnya. Melon jingga memiliki warna kulit yang lebih hijau dibandung
dengan melon lokal dan warna daging buahnya berwarna jingga. Selain itu melon
jingga mengandung betakaroten yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis
melon yang lain. (gambar 1.9)
Sakata
Salah satu varietas rockmelon yang paling dikenal di Indonesia yaitu melon sakata.
Meski, melon yang nenek moyangnya berasal dari Jepang ini, masih jarang dibudidaya
kan di Indonesia. Sekadar informasi, melon sakata baru dibudidayakan medio 2006,
sedangkan melon yang selama ini kita konsumsi sudah dibudidayakan sejak tahun
1980-an. Padahal, melon Jepang, begitu nama lainnya, mempunyai penampilan yang
menarik. Karena, jaring kulitnya lebih tebal dan rapat ketimbang varietas rockmelon
lainnya. Dan, karena hal inilah, ia juga dikenal dengan istilah melon eksotik atau sakata
glamour.Di samping itu, melon sakata mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan melon
berdaging putih. Buah yang mempunyai bobot rata-rata 2−2,5 kg (maksimal 3,2 kg, red.)
ini, juga mempunyai harga jual yang lebih tinggi dan stabil (gambar 1.10)
Gambar 1.10 Sakata
Australia Super
Melon ini bobotnya 1,5 kg. Kulit buah hijau muda dan berjaring tebal sangat rapat.
Warna daging buah jingga. Tingkat kemanisan 11° briks. Tekstur daging renyah dan
banyak mengandung air (gambar 1.11)
Gambar 1. 11 Australia Super
MAI 116 dan MAI 119
Melon Asli Indonesia ini diproduksi oleh CV Multi Global Agrindo (MGA) Karanganyar.
Bobot buahnya MAI 119 bisa mencapai 3,5 kg tetapi MAI 116 lebih kecil, buahnya bulat
, kulitnya berwarna hijau dan berjala. Daging buahnya berwarna orange (MAI 11),
kuning muda (MAI 119) rasanya manis,, dan teksturnya kenyal. Umur panennya
berkisar 65 hari (HST). (gambar 1.12)
Gambar 1.12, Melon Asli Indonesia (MAI)
Ladika
Melon ladika, singkatan Lahir di Karanganyar juga diproduksi oleh CV Multi Global
Agrindo (MGA) Karanganyar, melon berbentuk lonjong dengan jaring rapat dan berwarna
jingga saat sudah matang. Daging buahnya pun jingga dengan kadar kemanisan bisa
mencapai 14-16° briks. Bobot buah 1,8-2,2 kg. Umur panen 65 HST. (gambar 1.13)
Gambar 1.13 Ladika
Persyaratan Teknis
Untuk menentukan tanaman yang akan dipilih sebagai sarana agribisnis salah satu
pertimbangan yang digunakan adalah mengetahui persyaratan teknis, aspek ini
sebagian besar adalah kondisi riil yang ada di alam dan merupakan daya dukung
untuk kegiatan agrisbis tersebut, antara lain meliputi;
Iklim
Angin yang bertiup cukup kencang, dapat merusak pertanaman
Hujan yang terus-menerus akan menggugurkan calon buah
Tanaman memerlukan suhu untuk perkecambahan 25 – 35⁰ C.
Untuk pertumbuhan : 20 – 30⁰ C.
Saat proses pemasakan buah 26⁰ C pada siang hari, dan 16⁰C pada malam hari.
Sehingga tanaman memerlukan sinar matahari penuh 10 – 12 jam / hari
Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan,
Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 – 900 meter
dari permukaan laut.Ketinggian > 900 meter tidak berproduksi secara optimal.
Topografi
Agribisnis tanaman buah melon sebaiknya pada topografi yang datar sehingga
penanganannya sedikit resiko, mudah dan lancar.
Media Tanaman
Tanah yang baik untuk budidaya melon adalah liat berpasir
Tanah yang baik untuk tanaman melon adalah bekas tanaman padi, jagung dan tebu.
Tidak baik ditanam pada tanah yang asam secara terus-menerus.
Aspek Pasar
Dalam aspek pasar dan pemasaran, hal-hal yang perlu dicermati adalah;
Ada-tidaknya pasar ( bisa pasar lokal/swalayan/restoran/hotel dan regional)
Seberapa besar pasar yang ada
Peta kondisi pesaing, terutama untuk produk yang sejenis
Perilaku konsumen
Strategi yang dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar
Untuk mengetahui ada tidaknya pasar dan seberapa besarnya pasar, serta perilaku
konsumen, maka perlu dilakukan pengamatan pasar, dengan cara:
Melakukan survey dengan terjun langsung ke pasar
Melakukan wawancara dengan berbagai pihak
Menyebarkan kuesioner ke berbagai calon konsumen
Permintaan pasar pada dasarnya menunjukkan besarnya kuantitas permintaan
konsumen atas produk, segmentasi pasar juga merupakan bagian penting dalam
menentukan golongan konsumen yang potensial, dan persaingan dari perusahaan
lain, merupakan unsur -unsur yang penting dalam menetukan perilaku pasar
dalamal ini sebagai pertimbangan untuk menentukan produk komoditas yang akan
ditawarkan
Diharapkan dengan mempertimbangkan aspek pasar ini pemilihan penentuan
jenis melon lebih akurat lagi.
Pertimbangan Aspek Ekonomis
Tujuan utama dari suatu usaha adalah memperoleh keuntungan atau laba finansial.
Karena itu, penentuan layak tidaknya suatu rencana usaha akan ditentukan oleh
perhitungan-perhitungan dalam analisis ekonomis. Apabila analisis kelayakan
dilakukan dengan benar dan hasilnya menunjukkan layak untuk dilaksanakan, maka
pelaksanaannya jarang mengalami kegagalan.
1. Pembiayaan
Untuk mampu menghitung pembiayaan, terlebih dahulu Anda memahami
pengelompokan dalam pembiayaan.
Biaya dikelompokan menjadi 2, yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap
(variabel cost).
2. Pendapatan
Pendapatan suatu usaha meliputi semua produk atau unsur yang dapat dijual dari
kegiatan usaha tersebut. Produk atau unsur yang dapat dijual tidak hanya produk
utama, namun dapat juga produk afkiir atau produk ikutan yang dapat berupa
limbah.
3. Penyusutan (Depresiasi)
Untuk berjalannya suatu kegiatan usaha diperlukan pengadaan fasilitas kantor,
peralatan, gedung ataupun lainnya yang sejenis. Fasilitas-fasilitas tersebut pada
waktu tertentu habis masa pakainya karena usang/rusak, sehingga harus diganti.
Untuk itu sebelum saatnya diganti, perlu menyisihkan dana setiap bulan untuk
pengadaan fasilitas.
Ulangan Harian
Berdasarkan grup kultivar dapat di bagi menjadi 3. Sebutkan dan jelaskan!
Varietas melon mana yang termasuk dijual di swalayan/klas ekslusif?Jelaskan!
Apa saja yang termasuk persyaratan teknis dalam agribisnis buah melon?Jelaskan!
Varietas melon apa saja yang berpotensi didaerah anda? Kenapa demikian?
Kenapa aspek sosial ikut juga dalam menentukan varietas yang diusahakan?






0 komentar:
Posting Komentar