Kamis, 18 Februari 2021

Modul Belajar I: AgriTan Buah Semusim Kls XI smtr 4

Kegiatan Pembelajaran 1.  Melaksanakan Penentuan Varietas Tanaman Buah Melon Yang Akan Diusahakan 

 

SETELAH MEMPELAJARI MATERI INI, SILAHKAN KLIK ALAMAT INI:


KEMUDIAN KERJAKAN SOAL ULANGAN 1 PADA FORM TERSEBUT LALU KIRIMKAN DENGAN CARA KLIK PADA TOMBOL SUBMIT PADA LAYER PALING BAWAH!

  1. Deskripsi 

Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Penentuan Varietas Buah Melon   Yang Akan Diusahakan berisikan uraian pokok materi; perkembangan buah melon, varietas melon, persyaratan teknis (iklim, tanah, topografi, ketinggian tanah dari permukaan laut untuk komoditas melon), aspek pasar (jenis buah melon apa saja yang ada di pasar  atau  yang dijual),  aspek ekonomi( analisis usaha, perhitungan laba rugi),  aspek hukum dan aspek sosial.

B.      Kegiatan Belajar

  1. Tujuan Pembelajaran


  1. Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan penentuan komoditas tanaman buah peserta didik mampu melaksanakan  penentuan jenis varietas tanaman buah melon yang akan diusahakan sesuai standar industri buah

  1. Uraian Materi


  1. Pendahuluan

Dalam semester 3 Anda sudah melakukan pembelajaran mata pelajaran agribisnis tanaman buah semusim dengan kompetensi dasar “Melaksanakan penentuan komoditas buah semusim”  dari hasil pembelajaran tersebut diharapkan sudah mempunyai data-data secara umum (aspek teknis, ekonomi, pasar, dan hukum) tentang potensi agribisnis tanaman buah semusim  dan secara khusus agribisnis melon.

Untuk selanjutnya dalam semester 4 ini akan melihat  potensi daerah Anda tentang “Agribisnis tanaman buah melon” hal ini mengingat berbagai varietas dan jenis melon yang ada di pasar dan berbagai tingkatan permintaan. Diharapkan dari mata pelajaran ini Anda dapat menentukan varietas melon yang diusahakan. 

Sebelum pelajaran ini dimulai alangkah baiknya apabila kita mensyukuri keagungan Tuhan YME karena atas kekuasaan dan kemurahannyalah Tuhan telah membekali beribu-beribu mungkin berjuta-juta gen yang di tempatkan di biji melon sehingga kita dapat memilih sekehendak atau sesuai selera kita untuk melakukan pemilihan atau menentukan varietas yang akan kita tanam, akhirnya kita akan bisa meninkmati kemurahan dan kasih sayang Tuhan kepada kita semua melalui penentuan varietas. 


  1. Perkembangan Melon

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak versi sejarah tentang asal usul tanaman melon ada yang menyebutkan berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Kisah lain mengatakan, melon sebetulnya berasal dari Afrika Timur dan Afrika Timur-Utara (Timur Laut). Kemudian sekitar 2.000 tahun yang lalu menyebar ke wilayah Mediterania, dan seterusnya ke Asia dan Eropa. Namun. pusat keanekaragaman genetik melon berkembang pesat di Spanyol, Iran, Uzbekistan, Afganistan, India, Cina, serta Jepang. 

Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Secara pasti, kapan melon untuk pertama kalinya ditanam di Indonesia tidak ada yang tahu. Hanya ada catatan yang menyebutkan pada awal tahun 1980 sebuah perusahaan mengusahakan tanaman melon di daerah Cisarua—Bogor dan di Kalianda-Lampung. Yang diusahakannya antara lain melon dari Taiwan (Sky Rocket - F1 Hibrida, Sun Rise, Oriental Sweet, Crispy Jade), Cina, Perancis, Amerika, Jepang, dan Denmark (Hales Best dan Honey Dew).

Perkembangan budidaya melon sekarang ini semakin meningkat karena banyak dihasilkan varietas melon hibrida sebagai akibat kemajuan yang cukup pesat di bidang teknologi perbenihan. Beberapa negara yang menaruh perhatian besar terhadap perakit varietas melon hibrida antara lain Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Thailand, Selandia Baru, Korea, Spanyol, Jerman, dan Belanda (Rukmana, 1994). Benih-benih melon impor ini sangat mendominasi pembudidayaan melon di Indonesia. Kualitas benih-benih tersebut bagus, tetapi harganya cukup mahal. Hal ini menjadi kendala pembudidayaan melon di Indonesia (Setiadi dan Parimin, 2001). Namun demikian tetap saja pekembangan penyebaran penanaman melon menjadi primadona seperti yang dilakukan mulai dari Jakarta, jawa barat, jawa tengah, Yokyakarta, jawa timur, dan luar jawa antara lain: Kalimatan, Sulawesi, Bali  dan Nusa tenggara barat. 


  1. Varietas Melon

Mengingat varietas melon sangat banyak maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengenal varietas yang mempunyai daya saing tinggi dari sisi mutu, produktivitas, serta ketahanan hama dan penyakit sehingga agrisbisnis yang dilakukan dapat berhasil. 

Ada beberapa pendapat tentang pengelompokan melon antara lain:


  1. Berdasarkan tipe ada 2 yaitu: 

  1. Tipe netted-melon 

  1. Ciri-cirinya: kulit buah keras,  kasar, berurat dan bergambar seperti jala (net); aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon;  lebih cepat masak antara 70–90 hari; awet dan tahan lama untuk disimpan.

  2. Yang termasuk varietas ini adalah:

  1. Cucumis melo var. reticulatus:  buah kecil, berurat seperti jala dan harum. 

  2. Cucumis melo var. cantalupensis: buah besar, kulit bersisik dan harum.  


  1. Tipe Winter-Melon

  1. Ciri-cirinya: kulit buah halus, mengkilat dan aroma buah  tidak harum; buah lambat untuk masak antara 90–120 hari; mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan; tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias.

  2. Yang termasuk tipe ini adalah:

  1. Cucumis melo var. inodorous: kulit buah halus, buah memanjang dengan diameter 2,5–7,5 cm;

  2. Cucumis melo var. flexuosus, permukaan buah halus, buah memanjang antara 35–70 cm; 

  3. Cucumis melo var. dudain, ukuran kecil-kecil, sering untuk tanaman hias; 

  4. Cucumis melo var. chito, ukuran buah sebesar jeruk lemon, sering digunakan sebagai tanaman hias.

  1. Ada yang berpendapat 2 contoh varietas Tipe netted-melon  tersebut  merupakan  grup kultuvar yang setingkat dengan inodorous, jadi dilihat dari grup kultivar dibagi menjadi  3 yaitu:

  1. Reticulatus 

Ciri-cirinya: permukaan kulit buah kasar mirip jaring atau net, daging buah harum beraroma kasturi, warnanya hijau sampai kekuning-kuningan, buah rata-rata sedang saja, jaring buah banyak dan halus berwarna terang termasuk buah klimakterik, biji berwarna putih mirip biji blewah. Contoh varietasnya: Sky Rocket, Action 434, MAI 119, MAI 116, Alien, Sumo.


  1. Cantalupensis

Ciri-cirinya: bentuknya antara melon dan blewahDaging buah harum,biasanya berwarna kuning kejinggaan,  buah bisa besar dan jaring buah (kalau ada) besar dan kasar serta berwarna agak gelap termasuk buah klimakterik, biji berwarna agak kekuning-kuningan. Contoh varietasnya: Apollo, Golden Langkawi, Kinanti, Honey Dew, Sunrise meta, Orange meta  

  1. Inodorous

Ciri-cirinya:: jenis buah melon yang tak beraroma tajam, daging buah biasanya berwarna hijau keputihan, permukaan buah/ kulitnya halus/hampir tak berjaring termasuk buah non klimakterik  dan warnanya seperti warna daging buahnya, hampir tak berbiji. Cnotoh varietasnya: hales Best dan Blewah

  1. Varietas Hibrida di Indonesia

Varietas hibrida yang beredar di masyarakat sangat banyak ragamnya ada yang dari Taiwan, Jepang, Thailan, Australia dan Indonesia. Untuk memilih varietas yang akan diproduksi, berikut disajikan deskripsi varietas melon hibrida. Diharapkan deskripsi ini dapat dijadikan panduan untuk menentukan varietas yang akan ditanam sekaligus dapat memberikan target produksi dan pasar  yang ingin dicapai sehingga memberikan peluang keuntungan yang besar. 

  1. Sky rocket

Buah melon sky roket berbentuk bulat. Kulit buahnya tebal, dengan permukaan

kulit berwarna hijau dan ditutupi sisik seperti jaring berwarna kelabu.

Sementara itu, daging buahnya berwarna kuning kehijauan dan rasanya

sangat manis, kemanisan 9° briks.Tekstur daging agak juicy dan lembut.

(Gambar 1.2)


Gambar 1.2  Sky Rocket
  1. Ivory

Buah berbentuk bulat, tekstur net keras, daging buah berwarna hijau muda,

Rasa manis (kadar gula ± 13° Brix), berat buah per tanaman ± 2,7 kg dengan

potensi hasil ± 50 ton/ha, Kebutuhan benih ± 540 gram/ha, Tahan simpan dan

pengangkutan jarak jauh. (gambar 1.3)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhizLYtB41L9_z0arwstW277o-C_ljv_48xgIv07wbuVKX4uRI96ZjUR27ZziZaBD5yDo9XL3hn1pIiLe19Lg_8ezvMCK6d8_Y-ezxo6aeuT-Awr6WxVUqVOtHvlQMbp6CWm9fb7DjtUbv7/s1600/Foto-0038.jpg

Gambar 1.3 Ivory


  1. Melon Madu

Dari semua jenis melon, melon madulah yang memiliki rasa yang paling manis.

Melon ini memiliki ciri fisik yaitu kulit luar berwarna hijau keputihan dengan

tekstur halus dan mengkilat. Melon Madu juga memeliki daging buah berwarna

hijau pucat seperti melon hijau. (gambar 1.4)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZTHmp-CnGtKbi3Xh-oqxtkrCMDb8uu67DcTUjebuaQ3Ep1L5jsrqs2pPNvR-LXvz0iur3cjEtdZQBnszIqGk1DJFMebAUE2TUYi07-pY452Zk9DbSwOUMsgmJzoasmMCwE5k2fgvsC6Wq/s320/melon+jingga.jpg

Gambar 1. 4  Melon Madu

  1. Honey Globe

Varietas honey globe memiliki ciri khas warna kulit hijau muda dan tidak berjaring.

Bentuk buah bulat oval,rasa buah creamy istimewa, tak berserat, harum, sangat

manis, berair, tebal buah 3.5 cm, rongga tengah kecil. (gambar 1.5)

http://rajabuahsegar.files.wordpress.com/2010/06/foto086.jpg?w=225&h=300

Gambar 1.5  Honey Globe

  1. Golden

Nama golden diambil dari kulit buahnya yang berwarna kuning keemasan.

Daging buahnya berwarna putih. Digolongkan ke dalam melon tipe kulit halus.

Ada dua jenis golden melon yang dibudidayakan, yaitu golden light melon dengan

bentuk bulat dan golden langkawi melon dengan bentuk  lonjong. Jenis golden

light lebih digemari karena ukurannya yang lebih kecil dibandingkan bentuk yang

lonjong. Selain itu, teksturnya lebih renyah dan rasanya lebih manis tetapi tidak

beraroma harum. (gambar 1.6)


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd7-edR1oYmHdpTaP79pHArNzR0TCenbk0lCX6w5fDtllTaHqtv5apmMjFBk5r07dWs9AShy-QKjiQ2Lx7fsl8gDjprU74B7gm5Hq-q3FRSw2Uw7hdXZnos0vG4u6RWJGsqGH6E2e_mhqJ/s320/golden+melon.jpg

Gambar 1.6  Golden

  1. Apollo

Melon eksklusif yang di pasar disebut melon golden  ini berkulit kuning mulus

tanpa faring. Bentuk buah oval. Daging buah putih renyah dengan kadar kemanisan

I1-131briks. Pertanaman berpotensi menghasilkan 1-2,5 kg buah. Umur panen 65 HST.

Per sachet berisi 550 butir benih. (gambar  1.7)

Gambar 1.7 Apollo

  1. Renong 

Jika dilihat dari fisiknya, buah ini hampir menyerupai blewah. Berbentuk bulat

dengan ruas-ruas di kulit luarnya. Hanya, kulit buah ini berwarna lebih putih,

mulus, dan bersih dibandingkan dengan blewah. Warna daging buahnya orangye

muda, dengan tekstur yang renyah dan rasa yang manis (gambar 1.8)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4V0Ejnr_YzIXoFIpHcAg8ZKapIVFexjCGdUQeALxwHLtQCUq8vnDBzAS437iQXwC7u9ufmN4wZA2YiqJD1J7WUhe05nUulVAVj16mFm_4iBxR4Hqhrp-afLbJNf0CS9O-T_5CjguxtQA/s1600/Cantaloupe-melon-001.jpg

Gambar 1. 8   Renong

  1. Melon Jingga (Cantaloupe)

Melon jingga memiliki ciri-ciri fisik hampir sama dengan melon hijau yaitu memiliki

kulit yang keras, tebal dan berurat seperti jala. Bedanya dengan melon hijau hanya

pada warna kulitnya. Melon jingga memiliki warna kulit yang lebih hijau dibandung

dengan melon lokal dan warna daging buahnya berwarna jingga. Selain itu melon

jingga mengandung betakaroten yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis

melon yang lain. (gambar 1.9)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPygiWG0Bi8jHZQPyPD6mxN07VRiFdaTCQrNl8sSjrx1rlkAwbE3OJbAOy2n5JE0vPWaVXr7yKChw1u8IB24bXDIluq9YSeuAKm2KGvCDBhdDpJrYaJZvO1lP13jdyadiSrxUcU-Scj0lq/s320/melon+madu.jpg
                                                 Gambar 1.9  Melon  Jingga ( Cantaloupe)
  1. Sakata

Salah satu varietas rockmelon yang paling dikenal di Indonesia yaitu melon sakata.

Meski, melon yang nenek moyangnya berasal dari Jepang ini, masih jarang dibudidaya

kan di Indonesia. Sekadar informasi, melon sakata baru dibudidayakan medio 2006,

sedangkan melon yang selama ini kita konsumsi sudah dibudidayakan sejak tahun

1980-an. Padahal, melon Jepang, begitu nama lainnya, mempunyai penampilan yang

menarik. Karena, jaring kulitnya lebih tebal dan rapat ketimbang varietas rockmelon

lainnya. Dan, karena hal inilah, ia juga dikenal dengan istilah melon eksotik atau sakata

glamour.Di samping itu, melon sakata mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan melon

berdaging putih. Buah yang mempunyai bobot rata-rata 2−2,5 kg (maksimal 3,2 kg, red.)

ini, juga mempunyai harga jual yang lebih tinggi dan stabil (gambar 1.10)


Melon Sakata2

Gambar 1.10   Sakata

  1. Australia Super

Melon ini bobotnya 1,5 kg. Kulit buah hijau muda dan berjaring tebal sangat rapat.

Warna daging buah jingga. Tingkat kemanisan 11° briks. Tekstur daging renyah dan

banyak mengandung air (gambar 1.11)

Gambar 1. 11  Australia  Super

  1. MAI 116 dan MAI 119 

Melon Asli Indonesia ini diproduksi oleh CV Multi Global Agrindo (MGA) Karanganyar.

Bobot buahnya MAI 119  bisa mencapai  3,5 kg tetapi MAI 116 lebih kecil, buahnya bulat

, kulitnya berwarna hijau dan berjala. Daging buahnya berwarna orange (MAI 11),

kuning muda (MAI 119)  rasanya manis,, dan teksturnya kenyal. Umur panennya

berkisar  65 hari (HST). (gambar 1.12)

Gambar 1.12,  Melon Asli Indonesia (MAI)


  1. Ladika 

Melon ladika, singkatan Lahir di Karanganyar juga diproduksi oleh CV Multi Global

Agrindo (MGA) Karanganyar, melon berbentuk lonjong dengan jaring rapat dan berwarna

jingga saat sudah matang. Daging buahnya pun jingga dengan kadar kemanisan bisa

mencapai 14-16° briks. Bobot buah 1,8-2,2 kg. Umur panen 65 HST. (gambar 1.13)

_Pic231

Gambar 1.13   Ladika


  1. Persyaratan Teknis

Untuk menentukan tanaman yang akan dipilih sebagai sarana agribisnis salah satu

pertimbangan yang digunakan adalah mengetahui persyaratan  teknis,  aspek ini

sebagian besar adalah kondisi riil   yang ada di alam dan merupakan  daya dukung

untuk kegiatan agrisbis tersebut, antara lain meliputi;

  1. Iklim

  1. Angin yang bertiup cukup kencang, dapat merusak pertanaman

  2. Hujan yang terus-menerus akan menggugurkan calon buah

  3. Tanaman memerlukan suhu untuk perkecambahan 25 – 35⁰ C.

  4. Untuk pertumbuhan : 20 – 30⁰ C.

  5. Saat proses pemasakan buah 26⁰ C pada siang hari, dan 16⁰C pada malam hari.

  6. Sehingga tanaman memerlukan sinar matahari penuh 10 – 12 jam / hari

  7. Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan,

  1. Ketinggian Tempat

Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 – 900 meter

dari permukaan laut.Ketinggian > 900 meter tidak berproduksi secara optimal.

  1. Topografi

Agribisnis tanaman buah melon sebaiknya pada topografi yang datar sehingga

penanganannya sedikit resiko, mudah dan lancar. 

  1. Media Tanaman

  1. Tanah yang baik untuk budidaya melon adalah liat berpasir

  2. Tanah yang baik untuk tanaman melon adalah bekas tanaman padi, jagung dan tebu.

  3. Tidak baik ditanam pada tanah yang asam secara terus-menerus.

  1. Aspek Pasar

Dalam aspek pasar dan pemasaran, hal-hal yang perlu dicermati adalah;

  • Ada-tidaknya pasar  ( bisa pasar lokal/swalayan/restoran/hotel dan regional)

  • Seberapa besar pasar yang ada

  • Peta kondisi pesaing, terutama untuk produk yang sejenis

  • Perilaku konsumen

  • Strategi yang dijalankan untuk memenangkan persaingan dan  merebut pasar 

Untuk mengetahui ada tidaknya pasar dan seberapa besarnya pasar, serta perilaku

konsumen, maka perlu dilakukan pengamatan  pasar, dengan cara:

  • Melakukan survey dengan terjun langsung ke pasar

  • Melakukan wawancara dengan berbagai pihak

  • Menyebarkan kuesioner ke berbagai calon konsumen

Permintaan pasar pada dasarnya menunjukkan besarnya kuantitas permintaan

konsumen atas produk, segmentasi pasar juga merupakan bagian penting dalam

menentukan  golongan konsumen yang potensial,   dan persaingan dari perusahaan

lain, merupakan unsur -unsur yang penting dalam  menetukan perilaku pasar

dalamal ini sebagai pertimbangan untuk menentukan produk komoditas yang akan

ditawarkan

Diharapkan dengan mempertimbangkan aspek pasar ini pemilihan penentuan

jenis melon  lebih akurat lagi.

  1. Pertimbangan Aspek  Ekonomis

Tujuan utama dari suatu usaha adalah memperoleh keuntungan atau laba finansial.

Karena itu, penentuan layak tidaknya suatu rencana usaha akan ditentukan oleh

perhitungan-perhitungan dalam analisis ekonomis. Apabila analisis kelayakan

dilakukan dengan benar dan hasilnya menunjukkan layak untuk dilaksanakan, maka

pelaksanaannya jarang mengalami kegagalan.

1. Pembiayaan

Untuk mampu menghitung pembiayaan, terlebih dahulu Anda memahami

pengelompokan dalam pembiayaan.

Biaya dikelompokan menjadi 2, yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap

(variabel cost).

2. Pendapatan

Pendapatan suatu usaha meliputi semua produk atau unsur yang dapat dijual dari

kegiatan usaha tersebut. Produk atau unsur yang dapat dijual tidak hanya produk

utama, namun dapat juga produk afkiir atau produk ikutan yang dapat berupa

limbah.

3. Penyusutan (Depresiasi)

Untuk berjalannya suatu kegiatan usaha diperlukan pengadaan fasilitas kantor,

peralatan, gedung ataupun lainnya yang sejenis. Fasilitas-fasilitas tersebut pada

waktu tertentu habis masa pakainya karena usang/rusak, sehingga harus diganti.

Untuk itu sebelum saatnya diganti, perlu menyisihkan dana setiap bulan untuk

pengadaan fasilitas.

  1. Ulangan Harian

  1. Berdasarkan grup kultivar  dapat di bagi menjadi 3. Sebutkan dan jelaskan!  

  2. Varietas melon mana yang termasuk dijual di swalayan/klas ekslusif?Jelaskan!

  3. Apa saja yang termasuk persyaratan teknis dalam agribisnis buah melon?Jelaskan!   

  4. Varietas melon apa saja   yang berpotensi didaerah anda? Kenapa demikian? 

  5. Kenapa aspek sosial  ikut juga dalam menentukan varietas  yang diusahakan?







0 komentar:

Posting Komentar