Jumat, 19 Februari 2021

Modul Belajar 5: AgriTan Buah Semusim Kls XI smtr 4

 


Kegiatan Pembelajaran 5. Melaksanakan Pembibitan Tanaman Buah Melon 



SETELAH MEMPELAJARI MATERI INI, SILAHKAN KLIK ALAMAT INI:


KEMUDIAN KERJAKAN SOAL ULANGAN 1 PADA FORM TERSEBUT LALU KIRIMKAN DENGAN CARA KLIK PADA TOMBOL SUBMIT PADA LAYER PALING BAWAH!

  1. Deskripsi 


Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Pembibitan Tanaman Buah Semusim Melon berisikan uraian pokok materi; pemilihan lokasi pembibitan, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembibitan, rumah pembibitan, penyiapan media semai, memberi perlakuan, benih yang akan disemai, penyemaian benih, dan pemeliharaan pembibitan



  1. Kegiatan Belajar


  1. Tujuan Pemeblajaran


Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan pembibitan tanaman semusim melon , peserta didik mampu melaksanakan pembibitan tanaman semusim melon sesuai standar. 


2.  Uraian Materi


  1. Pendahuluan


Berkat kekuasaan Tuhan YME bentuknya benih kecil tetapi mempunyai kekuatan yang luar biasa karena dia diberi kekuatan oleh Tuhan YME untuk mengamalkan agar hidupnya bermanfaat pada umat dibumi ini, untuk itu  kita juga harus menjaganya juga agar tumbuhnya dapat baik dan menghasilkan. Khususnya benih melon yang akan kita tanam.

Biji atau benih melon sebaiknya disemai dulu sebelum ditanam di kebun. Ada petani yang tidak melakukan penyemaian, tetapi hal ini lebih banyak merugikan dibanding menguntungkan. Kerusakan biji ketika ditanam di lapangan bisa menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau tumbuh kerdil. Apalagi, harga bibit melon termasuk mahal dibandingkan jenis tanaman buah lainnya. Oleh karena itu, lebih baik benih melon dikecambahkan kemudian di pelihara dalam pembibitan dulu untuk mengurangi resiko kerugian. Pembibitan dapat dilakukan di kantong plastik, polibag, atau petakan khusus pembibitan,  selama ini petani lebih suka melakukan di polibag.


  1. Pemilihan Lokasi Pembibitan


Dalam pemilihan lokasi pembibitan hal yang perlu diperhatikan antara lain: aspek teknis, ekonomis dan sosial


  1. Teknis 

Aspek teknis yang perlu diperhatikan adalah:

  1.  Kedekatan sumber air: penyelenggaraan pembibitan tanaman banyak memperlukan air untuk tumbuhnya bibit,  untuk itu perlu diusahakan tempat pembibitan didekatkan dengan sumber air agar bibit dapat disiram setiap saat.

  2. kedekatan dengan kebun yang akan ditanami: pembibitan juga diusahakan tidak boleh jauh dari kebun penanaman, karena akan memberikan resiko kerusakan pada saat pengangkutan, selain itu kegiatan dapat terpusat atau berdekatan antara kegiatan pembibitan dan persiapan lahan sehingga pengawasannya lebih mudah.

  3. Penyinaran matahari yang penuh: mengingat sinar matahari penuh dibutuhkan untuk pertumbuhan bibit maka tempat bibit dihindarkan dari naungan oleh pohon yang besar atau bangunan sehingga sinar matahari tidak sepenuhnya diterima oleh bibit. Apabila sinar yang penuh tidah terpenuhi sering terjadi etiolasi sehingga bibit tumbuhnya tidak sehat.

  4. Tanah: Tanah pada lokasi pengisian polybag harus berkualitas baik.  Sifat-sifat tanah untuk pembibitan adalah tidak kedap air, gembur dengan kadar pasir tidak lebih 60%, dan bebas kontaminasi.  Tanah untuk pengisian polybag harus disaring untuk menghilangkan kotoran, batu, ranting tanaman dan gumpalan besar.

  5. Drainese:Lokasi sebaiknya tidak terkena banjir karena akan merusak pembibitan dan bangunan, atau adanya air yang tergenang merupakan awal stres pada bibit dan ketidak seimbangan nutrisi.  Pilih lokasi yang agak tinggi dari aliran air utama, atau pastikan bahwa ada saluran air keluar yang membantu sistem drainase.


  1. Aspek Ekonomis

Pemilihan tempat pembibitan merupakan hal yang yang penting untuk menyediakan kondisi optimal sehingga menghasilkan bibit berkualitas tinggi. Tempat pembibitan sebaiknya diletakkan di tengah lokasi  dengan maksud  untuk meminimalkan jarak dan waktu transportasi.  tempat yang berada di tengah juga akan membantu kemudahan pengawasan dan pengamanan. 


  1. Aspek sosial 

Tempat pembibitan diusahakan yang berdekatan dengan perkampungan sehingga selain mudah untuk mendapatkan tenaga kerja juga membantu memberikan peluang pekerjaan dalam segala kegiatan agribisnis. Kegiatan pembibitan membutuhkan tenaga yang teliti dan rajin melihat perkembangan bibit, jangan sampai misalnya media pembibitan terjadi kekeringan maka segera dilakukan penyiraman untuk itu diperlukan tenaga penyiraman/pemeliharaan baik pada waktu pagi muapun siang hari,  sebaiknya tenaga kerja diambil kan dari perkampungan yang dekat selain juga untuk pengawasan. 

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembibitan


Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan pembibitan, yaitu : 


  1. Faktor Internal 

Faktor internal adalah faktor yang disebabakan oleh kondisi benih itu sendiri. Yang tergolong faktor internal adalah : 


  1. Kesehatan benih 

Benih yang kurang sehat memungkinkan tumbuhnya relatif rendah atau akan menyebabkan kematian bibit dalam pesemaian, maka benih yang berwarna dan bentuknya menyimpang sebaiknya dibuang karena benih tersebut kemungkinan besar tidak sehat.


  1. Daya kecambah 

Benih yang disimpan terlalu lama akan menurunkan daya kecambah benih, terutama benih yang dijual di toko harus lebih teliti melihat waktu kedaluwarsonya benih tersebut karena benih yang sudah kedaluwarso akan berpengaruh pada penurunan daya tumbuh benih. Benih yang baik memiliki daya kecambah lebih dari 80%. 


  1. Faktor Eksternal

Yang termasuk faktor eksternal adalah : 


  1. Air 

Benih yang tumbuh dalam pesemaian memerlukan air yang cukup. Kekurangan air dapat mengakibatkan proses perkecambahan lambat dan akhirnya kegiatan pesemaian menjadi gagal. Terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk memberikan air yang cukup selama perkecambahan seperti benih melon memperlukan perendaman air sebelum disemaikan.


  1. Udara 

Dalam perkecambahan benih memerlukan udara yang cukup, kekurangan udara akan mengakibatkan benih tidak berkecambah. Kondisi pesemaian yang menyediakan cukup udara dan air merupakan kondisi yang ideal bagi proses perkecambahan benih.


  1. Temperatur

Benih dapat berkecambah dengan baik dan normal menghendaki kondisi temperatur yang cukup hangat ± 25⁰ C. Beberapa tanaman memerlukan temperatur yang tinggi dalam perkecambahannya. Pada daerah yang relatif dingin untuk menciptakan kondisi yang cukup hangat dan tidak terjadi fluktuasi temperatur, bedengan diberi sungkup plastik.


  1. Cahaya 

Beberapa jenih tanaman berkecambah dengan baik, apabila tidak ada cahaya. Sehingga dalam penyemaian selalu ditutup dengan media semai. Tetapi ada beberapa benih tanaman yang tidak dipengaruhi oleh cahaya termasuk benih melon membutuhkan cahaya dalam mengecambahkan benihnya,  dalam pemeraman benih melon lebih baik hasil kecambahnya  kalau diberi cahaya lampu pijar 15-25 Watt.



  1. Cara Peletakan Benih

Beberapa tanaman yang ukuran benihnya besar, keberhasilan pesemaian ditentukan oleh cara meletakan benih. Meletakan benih melon terbalik dengan bagian tempat tumbuh akar diatas akan mengurangi keberhasilan pesemaian.


  1. Rumah pembibitan


Rumah pembibitan dibuat untuk melindungi  bibit tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari, air hujan, dan serangan hama dan penyakit. Luasan pembibitan tergantung dari luasan penanaman yang akan dilakukan, semakin luas penanaman semakin luas pula kebutuhan tempat/rumah pembibitan. Model rumah pembibitan disesuaikan dengan luas penanaman. Untuk rumah pembibitan melon yang digunakan adalah model I atau bentuk sungkup mempunyai ukuran panjang 10-15m  atau disesuaikan dengan kondisi lahan, lebar 100-120 Cm, dan tinggi ± 75 Cm sebaiknya dibuat setengah lingkaran (Gambar 4.3). Model I biasa digunakan untuk penanaman skala kecil. Polibag yang telah diisi dilapisi  media semai ditata secara berjajar, terlebih dahulu di bagian bawah dilapisi kertas koran agar perakaran bibit nantinya tidak menembus ke dalam tanah. 

Kelemahan dari model ini harus memindahkan bibit-bibit ke nampan/kotak khusus, baru diangkut ke lokasi penanaman sehingga memerlukan waktu dan tenaga lebih banyak.

Seperti halnya dalam pembibitan semangka kerangka naungan dapat terbuat dari besi, bambu, kayu atau bahan lain yang ada berbentuk setengah lingkaran. Atap sungkup dapat terbuat dari  plastik bening transparan, kain strimin atau gabungan keduanya. Apabila hanya menggunakan plastik bening transparan  maka harus sering dibuka dan ditutup. Sungkup dibuka mulai pagi hari sampai pukul 12.00 siang, kemudian ditutup. Sore hari sungkup dibuka lagi dan ditutup pada malam hari.



Gambar 5.2 Rumah/saung pembibitan melon



Apabila menggunakan kain strimin dapat digunakan berbagai macam warna. Berdasarkan pengalaman, kain kasa/strimin warna hijau memberikan pertumbuhan bibit tanaman yang lebih sehat dan cepat dibandingkan dengan warna lain. Penggunaan kain kasa/strimin mempunyai beberapa keuntungan , antara lain tidak perlu membuka dan menutup berulang-ulang karena sinar matahari yang masuk tidak 100%, selain itu pemeliharaan seperti penyiraman dan penyemprotan fungisida dapat dilakukan tanpa membuka kain kasaa/strimin. Keuntungan lainnya mencegah hama masuk ke pembibitan sehingga mengurangi penyemprotan insektisida. Pada penggunaan plastik transparan sebagai sungkup, hama seperti belalang, ulat tanah, dan anjing tanah (orong-orong) dapat dengan mudah masuk ke pembibitan. Kerugian penggunaan kain strimin sebagai penutup sungkup yaitu memerlukan biaya yang lebih tinggi dibandingkan plastik transparan bening. Pada saat musim hujan, sebaiknya digunakan rangkap antara plastik bening dengan kain kasa/strimin untuk melindungi bibit tanman dari terpaan air hujan.



  1. Penyiapan media 


Pesemaian adalah tempat menanam benih/bibit yang bersifat sementara, dimana tanaman muda/bibit ini dipelihara sampai saat dipindahkan ke lapangan. Media semai hendaknya dapat menjamin pertumbuhan perakaran setelah biji berkecambah. Oleh sebab itu media pesemaian hendaknya terdiri dari komposisi media yang dipersyaratkan oleh pertumbuhan bibit  sehingga bibit dapat tumbuh sehat dan baik.  

Komposisi media semai yang digunakan dalam pembibitan melon sangat bervariasi antara lain: anjuran Oisca Sukabumi campuran dari tanah gunung/sub soil 1 bagian, kompos yang sudah jadi 2 bagian, pasir/arang sekam 1 bagian, kapur secukupnya, insektisida karbofuran/furadan 25 g dan pupuk SP-36 50 g, anjuran Badan Pengajian dan penerapan teknologi (BPPT) terdiri dari tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos, dengan perbandingan 1:1:1.


Tanah media semai harus kering dan diusahakan dari kebun bambu. Tanah dari kebun bambu biasanya tidak terlalu liat dan berwarna hitam karena banyak mengandung bahan organik. Setelah ditampung, tanah yang telah dibersihkan dari serabut-serabut akar disaring dengan menggunakan penyaring pasir. Tanah lembut hasil saringan ini akan memudahkan akar bibit melon berkembang dengan baik.


  1. Beberapa hal yang harus diperhatikan yang berhubungan dengan media yaitu:

  1. Diusahakan kondisinya cukup lembab (kurang lebih 85%)

  2. Berfungsi menyediakan makanan bagi benih setelah belahan biji (cotyledon) tidak berfungsi lagi dan selama benih tersebut belum dipindahkan ke lapangan atau tempat lain.

  3. Sirkulasi udara cukup baik

Media pesemaian  sebaiknya disterilkan terlebih dahulu untuk mencegah adanya bibit-bibit penyakit yang dapat membahayakan bagi kesehatan biji atau benih. 


  1. Sterilisasi media pesemaian dapat dilakukan dengan:

  1. Autoclaf atau mengukus media pembibitan tersebut sampai 60-70° C  selama 30 menit.

  2. Menyiram dengan larutan formalin 4% sebanyak 1 liter larutan per 1 m2 luas pembibitan kemudian ditutup selama 24 jam.

  3. Menggunakan Basamid G dengan dosis 150-200 g, untuk 1 m3 media semai, aduk sampai rata ditutup dan dibiarkan selama ± 2 minggu agar gas basamid Gnya menguap. Pencampuran dan pengadukan harus menggunakan sarung tangan karena Basamid G bersifat iritasi terhadap kulit. 


Media semai yang telah disiapkan dengan komposisi yang teripilih dicampur secara homogen kemudian dimasukkan dalam wadah semai atau polybag yag sudah diberi lubang aerasi, polybag terisi media sampai 90 %, selanjutnya polybag ditata dirumah pembibitan.


  1. Perlakuan Benih 


Benih yang akan digunakan sebaiknya diberi perlakuan (seed treatment), tujuannya adalah agar benih dapat dan cepat berkecambah serta daya kecambahnya tinggi, selain itu bibit yang tumbuh nantinya akan terbebas dari penyakit.

Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih melon non-biji. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. Perlakuan benih melon antara lain: pencucian, perendaman, dan pemeraman. Benih direndam dengan air hangat kuku (suhu ± 40 ⁰C) dicampur pestisida (nabati, agen hayati, kimia) sesuai kondisi lapangan dan dosis anjuran selama 4- 6 jam sebelum disemai, untuk benih yang sudah di beri perlakuan pestisida maka perlakuan pestisida tidak diperlukan lagi. 

Benih ditiriskan dan diletakkan diatas kertas Koran/kertas buram yang dibasahi setebal 3-4 lapis bagian bawah bagian atas 2-3 lapis, selama 1 hari 1- 2 malam ( ± 36 jam) pada suhu 25 – 30 ⁰C. Hasil pemeraman benih akan keluar calon akar dengan panjang ± 0,5 cm ( gambar 4.1)


  1. Penyemaian Benih


Umur pembibitan melon hampir sama dengan semangka berkisar antara 10-14hari. Oleh karena itu, penyemaian benih dilakukan bila bedengan penanaman telah selesai dikerjakan. Jangan sampai terjadi bibit telah siap ditanam, sedangkan bedengan penanaman belum seleai dikerjakan. Akibatnya, bibit terlalu tua untuk ditanam. Bibit yang terlalu tua memiliki pertumbuhan yang terlambat sehingga produksi yang dihasilkan juga berkurang.  Sebelum penanaman benih perlu dipersiapkan alat pembuat lubang tanam, alat pelubang tanam ini posisi kedalamannya dapat diatur sedimikian rupa sesuai panjang kecambah (gambar 5.3) Benih dimasukkan ke dalam media polibag sedalam ± 2 cm dengan posisi calon akar menghadap ke bawah. Satu polibag diisi dengan satu benih (gambar 5.4). Kemudian tutuplah benih  dengan campuran abu sekam dengan tanah dengan perbandingan 2 : 1 yang telah disiapkan. Siramlah secukupnya. Penyemaian benih ini sebaiknya ditangani oleh 1-2 orang saja agar kedalaman penanaman benihnya seragam sehingga pertumbuhan bibitnya pun seragam.

Gambar 5.3 Alat Pelubang Tanam  di Media Polibag


Gambar 5.4 Penanaman Benih Berkecambar Dalam Polibag



Untuk menciptakan suasana hangat yang merangsang perkecambahan benih, tutuplah permukaan pesemaian dengan karung goni basah. Apabila pada hari ke-2 atau ke-3 kecambah telah muncul di permukaan media semai maka karung goni dibuka.

Untuk penanaman melon Skala besar di musim hujan, penyemaian benih sebaiknya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penyemaian untuk penanaman, empat hari kemudian penyemaian untuk persiapan penyulaman. penyemaian secara dua tahap ini akan memberikan pertumbuhan bibit di lapangan yang seragam antara penanaman pertama dengan penyulaman. Cadangan bibit melon untuk sulaman pada musim kemarau disiapkan 10% dari kebutuhan benih pokok, sedangkan pada musim hujan diperlukan cadangan sebesar 15-20% dari kebutuhan benih pokok.


  1. Pemeliharaan Pembibitan


Pemeliharaan dalam pembibitan meliputi  pengaturan mikroklimat, penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta sortasi bibit.


  1. Pengaturan mikroklimat

Bibit yang baru tumbuh memerlukan penyinaran matahari yang minimal. Sungkup plastik pada rumah pembibitan model I harus ditutup pada  saat hari mulai panas, kira-kira pukul 10.00 – 16.00. Pada pagi hari sampai pukul 10.00 bibit perlu mendapatkan sinar matahari  pagi yang banyak mengandung vitamin D. Pada malam hari, sungkup plastik ditutup rapat kembali untuk mencegah masuknya serangga. Pada saat muncul daun sejati, bibit mulai dilatih untuk mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak sehingga sungkup plastik harus lebih lama dibuka. Semakin lama bibit mendapatkan sinar matahari secara penuh, terutama 3-5 hari menjelang pindah ke lapangan agar bibit dapat segera beradaptasi.

  1. Penyiraman

Setiap pagi hari, bibit harus disiram air secukupnya karena pada siang hari bibit akan kehilangan air cukup banyak akibat penguapan. Pada waktu panas terlalu terik, tanah media  kering sehingga penyiraman perlu diulangi pada sore hari. Hindarilah penyiraman pada siang hari karena air yang diberikan akan segera menguap. Penguapan ini menimbulkan panas sehingga menyebabkan bibit stress dan layu terkulai , bahkan tidak jarang bibit ada yang mati.

Bibit yang terlambat  disiram akan mengalami kalayuan karana zat-zat makanan yang dibutuhkan bibit tidak dapat terserap oleh akar. Akibat lebih parah, pertumbuhan bibit menjadi kerdil. Penyiraman yang terlalu banyak akan menyebabkan terkikisnya tanah di polibag sehingga akar bibit muncul keluar. Apabila tidak segera ditutup kembali maka bibit dapat rebah dan pertumbuhanselanjutnya terganggu. (Gambar.5.5)

Gambar 5.5 Penyiraman Bibit Melon


  1. Penyiangan

Selama  pembibitan, perlu dilakukan penyiangan secara manual. Pencabutan gulma ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai akar bibit ikut terangkat. Setelah gulma dibersihkan, pertumbuhan bibit akan optimal karena semua zat makanan akan terserap. (gambar 5.6)

Picture 075

Gambar 5.6 Bibit Melon Sehat dan Bebas Gulma


  1. Pemupukan

Pupuk dasar yang diberikan pada media semai sudah cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit sehingga penambahan pupuk kimia lewat akar tidak diperlukan. Pupuk daun majemuk yang dilengkapi unsur mikro dapat diberikan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Pemberian pupuk daun ini (misalnya Complesal Special Tonic atau Kemira Green) cukup sekali, yaitu pada umur 7-8 hari setelah semai.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Penyemprotan insektisida dilakukan bersamaan dengan penyemprotan fungisida, masing-masing setengah dari konsentrasi yang digunakan untuk tanaman dewasa. Hal ini karena kondisi tanaman yang masih muda. 

Penyemprotan insektisida dan fungisida dengan konsentrasi penuh menyebabkan daun tanaman terbakar (plasmolisis). Penyemprotan tersebut dilakukan 1-3 hari menjelang bibit ditanam dilapangan. Bila dilakukan setelah di lapangan pada tanaman yang baru dipindah akan berbahaya karena tanaman masih dalam masa kritis, yaitu masa beradaptasi . Untuk mengendalikan hama di pembibitan digunakan pestisida dengan dosis sesuai anjuran pada label kemasan.

Bibit siap tanam pada umur berkisar 10-14 hari yang mempunyai 2-3  daun sejati. (G

Gambar 5.7 Bibit Melon  Siap Tanam

0 komentar:

Posting Komentar