KODE.105.
DKK 4
|
Membiakan Tanaman Secara Generatif
|
|||||||||
Kompetensi dasar:
|
Melakukan
Pembiakan Tanaman Secara Generatif
|
|||||||||
Tujuan:
|
Siswa
dapat melaksanakan penyemaian benih tanaman sesuai jenis benih dan metode
yang digunakan dengan benar di akhir pembelajaran
|
|||||||||
Dasar teori:
Pengecambahan
merupakan proses menumbuhkan bakal tanaman yang berupa tunas dan
menyeragamkan pertumbuhan bibit sebelum tanam. Ada beberapa benih tanaman
perkebunan yang mudah dikecambahkan misalnya kakao, kopi dan karet.
Sebaliknya ada beberapa benih tanaman perkebunan yang tidak mudah
dikecambahkan, misalnya kelapa sawit, sehingga diperlukan metoda
perkecambahan secara khusus.
Ada beberapa
metoda pengecambahan kelapa sawit antara lain:
1. Pengecambahan terbuka
Cara
pengecambahan ini adalah yang paling sederhana dan paling sering dilakukan
orang. Biji-biji disemaikan di dalam bedengan-bedengan terbuka dengan media
pasir dan tanah setebal 20 cm. Biji-biji dideder setebal kurang lebih 3 cm
dibawah media dan disiram sekali sehari.
2. Pengecambahan dalam peti (fermentasi)
Biji-biji yang
akan disemai dimasukan ke dalam peti pengecambahan setelah dicampur serbuk
arang dengan perbandingan isi yang sama. Di atas campuran tersebut diberi
serbuk arang sampai penuh. Peti-peti pengecambahan dimasukkan ke dalam peti
pemeraman yang telah diisi bahan pemeram (daun-daunan) setebal 20 cm.
3. Pengecambahan dengan pipa air panas
Pengecambahan
dengan cara ini memerlukan alat berupa rumah kecambah yang dapat dipanaskan
dengan uap air dari pabrik dan kotak seng berukuran 40 x 25 x 25 cm.
4. Pengecambahan di dalam rumah kecambah
(germinator).
Cara ini
dianggap yang terbaik di antara ketiga cara yang telah diuraikan di atas,
karena suhu dan kelembaban udara di dalam germi nator dapat diatur secara
otomatis.
5. Pengecambahan dengan pemanasan kering
Biji kelapa
sawit dimasukkan ke dalam alat pengecambahan dengan suhu 38ºC-40ºC selama 40
hari. Dalam proses ini, kadar air biji diatur agar tidak melebihi 18%
sehingga biji tidak berkecambah.
Bahan dan alat:
a. Bahan
a. Benih kelapa sawit
b. Media tanam (tanah, dan pasir halus)
b. Alat
a. Sekop kecil
b. Sprayer kecil
c. Cangkul
d. Peralatan tulis
Keselamatan kerja
(K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik seperti sekop dan pacul dengan hati-hati agar tidak sampai
melukai badan
Prosedur:
a. Bentuklah
kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c. Tiap kelompok mencangkul tanah sedalam 20 cm, digemburkan lalu dicampur
dengan pasir yang disterilkan
d. Siramlah media dengan Parathion
sebanyak 8 g dalam 9 liter air agar media menjadi steril
e. Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan panjang 300 cm (Panjang dapat
disesuaikan dengan kebutuhan)
f. Bedengan yang dibuat adalah model bedengan terbuka (lihat gambar a)
g. Ketinggian bedengan 20 cm
h. Gunakan bambu, kayu ataupun batu bata sebagai penopang tanah disekeliling
bedengan
i. Siram media dalam bedengan sebelum melakukan penanaman penanaman binih
j. Biji-biji dideder setebal 3 cm di bawah media
k. Jarak antar benih yang dideder 3 cm x 3 cm
l. Lakukan
pemeliharaan lanjutan terhadap benih yang telah di tanam oleh kelompok secara
mandiri dengan cara disiram minimal sekali sehari
Catatan lain:
a. Tipe
pengecambahan yang dipraktikan adalah pengecambahan terbuka
b. Pekerjaan
kelompok yang berhasil akan mendapatkan nilai yang sempurna
c.
Bibit kelapa sawit dapat dibagi
menjadi tiga jenis yaitu benih dan bibit liar, bibit unggul, serta bibit
kultur jaringan (Fauzi, Y; Widyastuti. Y. E; dkk. 2012. Kelapa sawit.
Budidaya. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Analisis Usaha dan Pemasaran. Bogor.
Penebar Swadaya).
d. Benih
kelapa sawit memerlukan perlakuan khusus dan dalam waktu yang cukup lama maka
dalam proses pengecambahannya secara generatif. Maka, untuk keperluan praktik
ini, digunakan benih liar yang terdapat di kebun praktik sekolah untuk memenuhi
tujuan kompetensi.
| ||||||||||








0 komentar:
Posting Komentar