Selasa, 14 Januari 2014

Job Sheet membiakan tanaman secara generatif



KODE.105. DKK 4
Membiakan Tanaman Secara Generatif
Kompetensi dasar: 
Melakukan Pembiakan Tanaman Secara Generatif
Tujuan:
Siswa dapat melaksanakan penyemaian benih tanaman sesuai jenis benih dan metode yang digunakan dengan benar di akhir pembelajaran



Dasar teori:
Pengecambahan merupakan proses menumbuhkan bakal tanaman yang berupa tunas dan menyeragamkan pertumbuhan bibit sebelum tanam. Ada beberapa benih tanaman perkebunan yang mudah dikecambahkan misalnya kakao, kopi dan karet. Sebaliknya ada beberapa benih tanaman perkebunan yang tidak mudah dikecambahkan, misalnya kelapa sawit, sehingga diperlukan metoda perkecambahan secara khusus.
Ada beberapa metoda pengecambahan kelapa sawit antara lain:
1.  Pengecambahan terbuka
Cara pengecambahan ini adalah yang paling sederhana dan paling sering dilakukan orang. Biji-biji disemaikan di dalam bedengan-bedengan terbuka dengan media pasir dan tanah setebal 20 cm. Biji-biji dideder setebal kurang lebih 3 cm dibawah media dan disiram sekali sehari.
2.  Pengecambahan dalam peti (fermentasi)
Biji-biji yang akan disemai dimasukan ke dalam peti pengecambahan setelah dicampur serbuk arang dengan perbandingan isi yang sama. Di atas campuran tersebut diberi serbuk arang sampai penuh. Peti-peti pengecambahan dimasukkan ke dalam peti pemeraman yang telah diisi bahan pemeram (daun-daunan) setebal 20 cm.
3.  Pengecambahan dengan pipa air panas
Pengecambahan dengan cara ini memerlukan alat berupa rumah kecambah yang dapat dipanaskan dengan uap air dari pabrik dan kotak seng berukuran 40 x 25 x 25 cm.
4.  Pengecambahan di dalam rumah kecambah (germinator).
Cara ini dianggap yang terbaik di antara ketiga cara yang telah diuraikan di atas, karena suhu dan kelembaban udara di dalam germi nator dapat diatur secara otomatis.
5.  Pengecambahan dengan pemanasan kering
Biji kelapa sawit dimasukkan ke dalam alat pengecambahan dengan suhu 38ºC-40ºC selama 40 hari. Dalam proses ini, kadar air biji diatur agar tidak melebihi 18% sehingga biji tidak berkecambah.

Bahan dan alat:
a.    Bahan
a.    Benih kelapa sawit
b.    Media tanam (tanah, dan pasir halus)
b.    Alat
a.    Sekop kecil
b.    Sprayer kecil
c.    Cangkul
d.    Peralatan tulis

Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik seperti sekop dan pacul dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:
a.    Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c.    Tiap kelompok mencangkul tanah sedalam 20 cm, digemburkan lalu dicampur dengan pasir yang disterilkan
d.    Siramlah media dengan Parathion sebanyak 8 g dalam 9 liter air agar media menjadi steril
e.    Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan panjang 300 cm (Panjang dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
f.     Bedengan yang dibuat adalah model bedengan terbuka (lihat gambar a)
g.    Ketinggian bedengan 20 cm








h.    Gunakan bambu, kayu ataupun batu bata sebagai penopang tanah disekeliling bedengan
i.     Siram media dalam bedengan sebelum melakukan penanaman penanaman binih
j.     Biji-biji dideder setebal 3 cm di bawah media
k.    Jarak antar benih yang dideder 3 cm x 3 cm


l.     Lakukan pemeliharaan lanjutan terhadap benih yang telah di tanam oleh kelompok secara mandiri dengan cara disiram minimal sekali sehari

Catatan lain:
a.    Tipe pengecambahan yang dipraktikan adalah pengecambahan terbuka
b.    Pekerjaan kelompok yang berhasil akan mendapatkan nilai yang sempurna
c.    Bibit kelapa sawit dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu benih dan bibit liar, bibit unggul, serta bibit kultur jaringan (Fauzi, Y; Widyastuti. Y. E; dkk. 2012. Kelapa sawit. Budidaya. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. Analisis Usaha dan Pemasaran. Bogor. Penebar Swadaya).
d.    Benih kelapa sawit memerlukan perlakuan khusus dan dalam waktu yang cukup lama maka dalam proses pengecambahannya secara generatif. Maka, untuk keperluan praktik ini, digunakan benih liar yang terdapat di kebun praktik sekolah untuk memenuhi tujuan kompetensi.






0 komentar:

Posting Komentar