Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet memonitor keragaan bibit


KODE.105. DKK 4
Melakukan seleksi bibit
Kompetensi dasar: 
Memelihara bibit hasil pembiakan tanaman secara generatif
Tujuan:
Siswa dapat memonitor keragaan bibit berdasarkan kondisi fisik bibit dengan benar di akhir pembelajaran


Dasar teori:
Monitoring keragaan bibit kelapa sawit penting dilakukan baik pada pembibitan awal maupun pembibitan utama. Kegiatan monitoring keragaan bibit sering dilakukan pada pembibitan utama dengan melihat kondisi fisik bibit di areal pembibitan. Monitoring keragaan bibit dimaksudkan untuk menentukan apakah pertumbuhan bibit dan penyerapan unsur hara mencukupi kebutuhan untuk menghasilkan bibit yang sehat yang siap untuk ditanam 1 bulan sejak kecambah ditanam, untuk menentukan apakah status hara bibit sesuai pada tahap penanaman, untuk menentukan apakah bibit yang sesuai dapat dihasilkan dari sumber benih, dan untuk mengetahui efektifitas program pemupukan di pembibitan dan mengidentifikasikan perbnaikan yang diperlukan.
Standar monitoring pembibitan dilakukan dengan pengukuran vegetatif pada setiap batch/kelompok  pada bibit yang berumur 4, 6, 8, dan 10 bulan setelah kecambah ditanam.

Bahan dan alat:
a.    Bahan
a.    Bibit tanaman kelapa sawit di persemaian
b.    LKS
b.    Alat
a.    Penggaris
b.    Mikrometer
c.    Pisau tajam
 
Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik seperti dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:
a.    Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c.    Pilih sepuluh bibit normal secara acak dari setiap kelompok dan diberi tanda cat orange untuk memonitor pertumbuhan vegetatif dan untuk pengambilan contoh daun
d.    Penambahan tinggi: pegang pada posisi vertikal 5 pelepah dan ukur tinggi dari pangkal bonggol sampai ujung daun yang terpanjang
e.    Diameter bonggol: letakan mikrometer tepat pada bagian bonggol yang terlebar dan ukurlah diameternya (mm)
f.     Penampang melintang petiol (PMP): dilakukan pada pelepah ke #3 pada titik pemunculan helai daun pertama. Ukur ketebalan dan kedalaman rakhisnya menggunakan mikrometer. PMP (mm2)=ketebalan x kedalaman


Catatan lain:
a.    Pengukuran vegetatif dilakukan 4 kali selama pembibitan
b.    Analisis daun dilakukan satu kali selama pembibitan
c.    Untuk analisis hara diambil pelepah #3. Ambil 4 anak daun yang berdampingan dari setiap sisi dari daun
d.    Ambil contoh dari 10 bibit yang telah diberi tanda untuk mencapai satu kesatuan contoh. Contoh daun dikeringkan dan dipersiapkan untuk dikirim ke laboratorium







0 komentar:

Posting Komentar