|
KODE.105.
DKK 4
|
Melakukan seleksi bibit
|
|
|
Kompetensi dasar:
|
Memelihara
bibit hasil pembiakan tanaman secara generatif
|
|
|
Tujuan:
|
Siswa
dapat memonitor keragaan bibit berdasarkan kondisi fisik bibit dengan benar
di akhir pembelajaran
|
|
Dasar teori:
Monitoring
keragaan bibit kelapa sawit penting dilakukan baik pada pembibitan awal
maupun pembibitan utama. Kegiatan monitoring keragaan bibit sering dilakukan
pada pembibitan utama dengan melihat kondisi fisik bibit di areal pembibitan.
Monitoring keragaan bibit dimaksudkan untuk menentukan apakah pertumbuhan
bibit dan penyerapan unsur hara mencukupi kebutuhan untuk menghasilkan bibit
yang sehat yang siap untuk ditanam 1 bulan sejak kecambah ditanam, untuk
menentukan apakah status hara bibit sesuai pada tahap penanaman, untuk
menentukan apakah bibit yang sesuai dapat dihasilkan dari sumber benih, dan
untuk mengetahui efektifitas program pemupukan di pembibitan dan
mengidentifikasikan perbnaikan yang diperlukan.
Standar
monitoring pembibitan dilakukan dengan pengukuran vegetatif pada setiap
batch/kelompok pada bibit yang berumur
4, 6, 8, dan 10 bulan setelah kecambah ditanam.
Bahan dan alat:
a. Bahan
a. Bibit tanaman kelapa sawit di persemaian
b. LKS
b. Alat
a. Penggaris
b. Mikrometer
c. Pisau tajam
Keselamatan kerja (K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik seperti dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
a. Bentuklah
kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c. Pilih sepuluh bibit normal secara acak dari setiap kelompok dan diberi
tanda cat orange untuk memonitor pertumbuhan vegetatif dan untuk pengambilan
contoh daun
d. Penambahan tinggi: pegang pada posisi vertikal 5 pelepah dan ukur
tinggi dari pangkal bonggol sampai ujung daun yang terpanjang
e. Diameter bonggol: letakan mikrometer tepat pada bagian bonggol yang
terlebar dan ukurlah diameternya (mm)
f. Penampang melintang petiol (PMP): dilakukan pada pelepah ke #3
pada titik pemunculan helai daun pertama. Ukur ketebalan dan kedalaman
rakhisnya menggunakan mikrometer. PMP (mm2)=ketebalan x kedalaman
Catatan lain:
a. Pengukuran
vegetatif dilakukan 4 kali selama pembibitan
b. Analisis
daun dilakukan satu kali selama pembibitan
c. Untuk
analisis hara diambil pelepah #3. Ambil 4 anak daun yang berdampingan dari setiap sisi dari daun
d. Ambil contoh dari 10 bibit yang telah diberi tanda untuk mencapai satu
kesatuan contoh. Contoh daun dikeringkan dan dipersiapkan untuk dikirim ke
laboratorium
| ||








0 komentar:
Posting Komentar