Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet Memelihara bibit tanaman


KODE.105. DKK 4
Membiakan Tanaman Secara Generatif
Kompetensi dasar: 
Memelihara bibit hasil pembiakan tanaman secara generatif
Tujuan:
1.    Siswa dapat melakukan penyiraman bibit
2.    Siswa dapat melakukan pengendalian gulma secara mekanis
3.    Siswa dapat melakukan pengaturan naungan
4.    Siswa dapat melakukan pemupukan bibit sesuai umur bibit


Dasar teori:
Sejak benih disemaikan di bedengan perkecambahan, air merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap proses fisiologis benih hingga menjadi kecambah (tanaman mini). Mulai benih disemaikan, tumbuh menjadi ke cambah, sampai menjadi bibit tanaman, sangat memerlukan air. Penyiraman bibit dilakukan minimal satu kali dalam sehari, terutama bila tidak ada hujan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari, agar air lebih lama tersedia dalam tanah dan bibit terhindar dari layu. Penyiraman bibit dapat menggunakan gembor, selang atau irigasi pengkabutan.
Penyiangan pada prinsipnya adalah membuang rumput-rumput pengganggu yang tumbuh di antara semai/bibit, yang dapat menimbulkan persaingan dengan bibit dalam hal perolehan air, hara, oksigen dan sinar matahari.
Pemupukan dimaksudkan untuk menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit. Pupuk yang diberikan terutama pupuk Nitrogen (N), Posfat, (P) dan Kalium (K). Dosis pupuk dan frekuensi (berapa kali) pemupukan, ditentukan jenis tanaman, umur bibit, dan lama bibit dipelihara.
Pemupukan dapat dilakukan dengan bermacam cara yaitu:
     Pupuk dilarutkan dalam air, kemudian disiramkan ke media tumbuh bibit tanaman
     Pupuk ditempatkan dalam jalur yang dibuat di antara barisan bibit pada bedengan
     Pupuk diberikan dalam lubang atau parit untuk setiap bibit
     Pupuk diberikan secara ditaburkan secara merata
pengaturan naungan pada bedengan pembibitan dilakukan dengan mengurangi naungan atau megatur lama waktu membuka naungan secara bertahap yaitu mulai dibuka 25%, 75%, 100%. Dengan demikian bibit tanaman akan menerima cahaya matahari secara berangsur-angsur hingga mencapai 100 %. Sehingga bibit tanaman siap dipindahkan ke lapangan.
  
Bahan dan alat:
a.    Bahan
a.    Bibit tanaman kelapa sawit di bedengan
b.    Pupuk kimia
b.    Alat
a.    Sekop kecil
b.    Sprayer kecil
c.    Pacul
d.    Peralatan tulis

Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik seperti sekop dan pacul dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:
a.    Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c.    Lakukan penyiraman bibit tanaman dengan menggunakan gembor secara merata pada bibit tanaman
d.    Cabutlah dan singkirkan gulma yang terdapat disekitar bibit dan bedengan
e.    Atur naungan agar bibit tanaman tetap terlindungi
f.     Berilah pupuk sesuai ketentuan pemupukan

Catatan lain:
a.    Perhatikan prosedur pelaksanaan praktikum
b.    Kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit hasil pembiakan tanaman secara generatif terdiri dari 4 (empat) kegiatan yang dilakukan sekaligus dalam praktikum.
 






0 komentar:

Posting Komentar