|
KODE.105.
DKK 4
|
Membiakan Tanaman Secara Generatif
|
|
|
Kompetensi dasar:
|
Memelihara
bibit hasil pembiakan tanaman secara generatif
|
|
|
Tujuan:
|
1.
Siswa dapat melakukan penyiraman bibit
2.
Siswa dapat melakukan pengendalian gulma secara
mekanis
3.
Siswa dapat melakukan pengaturan naungan
4.
Siswa dapat melakukan pemupukan bibit sesuai umur
bibit
|
|
Dasar teori:
Sejak benih disemaikan di bedengan
perkecambahan, air merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap proses
fisiologis benih hingga menjadi kecambah (tanaman mini). Mulai benih disemaikan,
tumbuh menjadi ke cambah, sampai menjadi bibit tanaman, sangat memerlukan air.
Penyiraman bibit dilakukan minimal satu kali dalam sehari, terutama bila tidak
ada hujan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari, agar air
lebih lama tersedia dalam tanah dan bibit terhindar dari layu. Penyiraman
bibit dapat menggunakan gembor, selang atau irigasi pengkabutan.
Penyiangan pada prinsipnya adalah membuang
rumput-rumput pengganggu yang tumbuh di antara semai/bibit, yang dapat
menimbulkan persaingan dengan bibit dalam hal perolehan air, hara, oksigen
dan sinar matahari.
Pemupukan dimaksudkan untuk menyediakan
unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit. Pupuk yang
diberikan terutama pupuk Nitrogen (N), Posfat, (P) dan Kalium (K). Dosis
pupuk dan frekuensi (berapa kali) pemupukan, ditentukan jenis tanaman, umur
bibit, dan lama bibit dipelihara.
Pemupukan dapat dilakukan dengan bermacam
cara yaitu:
□
Pupuk dilarutkan dalam air, kemudian disiramkan ke media
tumbuh bibit tanaman
□
Pupuk ditempatkan dalam jalur yang dibuat di antara
barisan bibit pada bedengan
□
Pupuk diberikan dalam lubang atau parit untuk setiap
bibit
□
Pupuk diberikan secara ditaburkan secara merata
pengaturan naungan pada bedengan pembibitan
dilakukan dengan mengurangi naungan atau megatur lama waktu membuka naungan
secara bertahap yaitu mulai dibuka 25%, 75%, 100%. Dengan demikian bibit
tanaman akan menerima cahaya matahari secara berangsur-angsur hingga mencapai
100 %. Sehingga bibit tanaman siap dipindahkan ke lapangan.
Bahan dan alat:
a. Bahan
a. Bibit tanaman kelapa sawit di bedengan
b. Pupuk kimia
b. Alat
a. Sekop kecil
b. Sprayer kecil
c. Pacul
d. Peralatan tulis
Keselamatan kerja
(K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik seperti sekop dan pacul dengan hati-hati agar tidak sampai
melukai badan
Prosedur:
a. Bentuklah
kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c. Lakukan penyiraman bibit tanaman dengan menggunakan gembor secara
merata pada bibit tanaman
d. Cabutlah dan singkirkan gulma yang terdapat disekitar bibit dan
bedengan
e. Atur naungan agar bibit tanaman tetap terlindungi
f. Berilah pupuk sesuai ketentuan pemupukan
Catatan lain:
a. Perhatikan
prosedur pelaksanaan praktikum
b. Kegiatan
pemeliharaan tanaman kelapa sawit hasil pembiakan tanaman secara generatif
terdiri dari 4 (empat) kegiatan yang dilakukan sekaligus dalam praktikum.
|
||






0 komentar:
Posting Komentar