Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet identifikasi bibit


KODE.105. DKK 4
Melakukan seleksi bibit
Kompetensi dasar: 
Memelihara bibit hasil pembiakan tanaman secara generatif
Tujuan:
Siswa dapat mengidentifikasi bibit normal dan bibit tidak normal berdasarkan tanda atau ciri-ciri yang ada dengan benar di akhir pembelajaran


Dasar teori:
Tujuan seleksi bibit adalah untuk meminimalkan jumlah bibit berkualitas buruk untuk dikirim ke lapangan untuk ditanam dan untuk menjamin bahwa bibit yang ditanam dilapangan menjadi tanaman yang produktif.
Seluruh bibit yang tidak normal dan dapat menurunkan produksi di masa mendatang di afkir dan dimusnakan. Jumlah total afkir sebaiknya 15-20% pada pembibitan yang dikelola dengan baik yang menggunakan bahan tanam dari produsen kecambah yang baik. Namun pada kondisi tertentu dapat lebih besar sampai 45% untuk mendapatkan mutu bibit yang baik.
Bibit yang jelas tidak sehat dan abnormal diberi tanda jelas untuk dibuang saat pemindahan sebagai tindakan rutin aktivitas harian di pembibitan. Seleksi/pengafkiran yang sesama bibit abnormal harus dilakukan pada saat pemindahan dari pembibtan awal. Seleksi/pengafkiran pada pembibitan awal tidak melebihi 10%. Bibit yang diafkir  dimusnakan sehingga bibit tersebut tidak menjadi sarang hama dan sumber inokulum penyakit.
Pada pembibitan utama seleksi/pengafkiran dan penandaan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu, pada 3 bulan, 6 bulan dan saat sebelum pengafkiran ke lapangan. Bibit lebih dari 10 bulan sulit untuk diseleksi sampai pengangkutan untuk dipindahkan. pengafkiran tidak melebihi 20% pada sistem 2 tahap dan 30% pada sistem satu tahap.
Ciri atau tanda bibit normal maupun tidak normal tanaman kelapa sawit yaitu dengan melakukan pengamatan pada bagian vegetatif tanaman. bagian vegetatif itu di antaranya adalah bagian batang, daun (pucuk/tajuk), dan ukuran atau tinggi bibit. Bentuk-bentuk kelainan pada bibit yang dapat diamati di lapangan diantaranya:
Kelainan bibit
Deskripsi
Sebab
Tindakan
daun berputar

Daun baru melengkung atau berputar
Kecambah ditanam tidak dengan benar/terbalik
Afkir jika daun tetap terputar
colante (daun berkerut/melipat)

Daun bibit mengkerut dan melipat
Penyiraman tidak teratur
Afkir
daun alang-alang (narrow grass leaf)

Lamina daun sempit seperti rumput atau alang-alang
Kelaian genetis, stres air
Afkir
daun keriput/berkerut

Daun berbentuk tidak karuan oleh garis-garis melintang
Serangan serangga, penanganan yang salah
Bibi harus di afkir
daun menggulung

Daun menggulung tampak seperti tanduk
Kelaian genetis, stres air
Afkir
Kerdil

Bibit tampak normal namun pertumbuhan tetap terhambat dan kerdil
Kelaian genetis
Yang sangat kerdil diafkir
bibit tegak (upright palm)

Daun tumbuh pada sudut yang sempit terhadap batang, sering lebih tinggi terhadap bibit lainnya
Kelaian genetis
Afkir seluruh bibit yang tegak
bibit rata atas (flat top)

Daun baru secara progresif tumbuh lebih pendek dan akhirnya tajuknya tampak rata
Kelaian genetis
Afkir
anak daun tidak pecah (juvenil form)
Anak daun tidak membuka sampai bibit berumur 5-6 bulan
Kelaian genetis
Afkir
internod pendek

Jarak antar anak daun dan rakhis yang pendek menjadikan bibit tampak mempunyai daun yang pendek
Kelaian genetis
Afkir
internod lebar

Jarak antar anak daun sangat lebar, bibit tampak sangat terbuka 
Kelaian genetis
Afkir
anak daun sempit

Daun sempit dan menggulung, sudut daun sempit pada rakhis
Kelaian genetis
Afkir
bibit raksasa

Dasar pelepah besar dan keputihan, tanaman sangat besar, tajuk tegak pada umur 6-8 bulan
Kelaian genetis
Afkir
Khimera

Daun bergaris dengan berwarna keputihan
Kekurangan klorofil
Afkir
bibit sakit

Umumnya penyakit tajuk, daun muda berputar/membengkok
Kelaian genetis
Afkir
kerusakan tajuk (crown disease) dan scorched (pucuk terbakar)
Terjadi pada tajuk bibit
kerusakan akibat herbisida

Afkir


Bahan dan alat:
a.    Bahan
a.    Bibit tanaman kelapa sawit di persemaian
b.    Cat (merah, biru)
c.    Kuas
b.    Alat
a.    Parang
b.    Arit

Keselamatan kerja (K3LH):
a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik seperti parang dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan

Prosedur:
a.    Bentuklah kelompok kerja yang beranggotakan 4-5 orang
b.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
c.    Periksa dan perhatikan bibit setiap baris untuk melihat bibit yang kurang normal
d.    Beri tanda pada bibit yang abnormal dengan cat biru pada satu sisi polibag
e.    Setelah penandaan pertama dan sensus selesai, lakukan pemeriksaan awal untuk memastikan pemeriksaan awal telah dilakukan dengan benar.
f.     Prosedur di atas harus dilakukan ulang 8 minggu kemudian (sekitar 24 minggu setelah ditanam dalam polibag).
g.    Lakukan pemeriksaan berikutnya dengan berjalan dari arah yang berlawanan sehingga tidak melihat tanda cat biru.
h.    Bibit yang abnormal diberi tanda cat merah pada arah sebaliknya
i.     Setelah penandaan kedua dan sensus dilakukan, lakukan pemeriksaan kedua untuk memastikan bahwa seleksi kedua telah dilakukan dengan baik
j.     Bibit dengan cat biru dan merah sudah pasti diafkir
k.    Tiga minggu sebelum pemindahan ke lapangan dilakukan pemeriksaan semua bibit dengan dua tanda

Bibit yang telah diseleksi/afkir dimusnakan

                 


Musnakan seluruh bibit afkir                         

Catatan lain:
a.    penandaan pertama cat biru : 3-4 bulan
b.    penandaan kedua cat merah : 6-7 bulan
c.    seleksi/pengafkiran              : saat pengangkutan bibit ke lapangan







0 komentar:

Posting Komentar