KODE.105. DKK
12
|
Mengendalikan Hama Pada Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
|
|||
Kompetensi
dasar:
|
Menlakukan
pengendalian hama
|
|||
Tujuan:
|
Siswa diharapkan mampu Membuat larutan pestisida
untuk pengendalian hama dengan benar
|
|||
Dasar
teori:
Pengendalian secara kimiawi sebenarnya dapat dilakukan dengan
menggunakan zat pemikat (attractans), zat
penolak (repellents), pestisida
atau zat pemandul (kemosterilans).
Diantara berbagai cara, pengendalian menggunakan bahan kimia yang paling
banyak digunakan adalah pestisida.
Pestisida
adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu
tanaman (OPT). Dalam
pengendalian hama secara bijaksana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
agar pemakaian pestisida efektif, efisien, optimal dan maksimal.
Pestisida atau bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan
organisme pengganggu tanaman terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan
kegunaannya, pestisida dikelompokkan menjadi:
1.
Insektisida : bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan
hama serangga.
2.
Acarisida : untuk
mengendalikan tungau.
3.
Nematisida: untuk mengendalikan nematoda.
4.
Herbisida : untuk
mengendalikan gulma.
5.
Ovisida : untuk
memberantas telur serangga.
6.
Larvasida : untuk
memberantas larva serangga.
7.
Rodentisida: untuk mengendalikan tikus.
8.
Algasida : untuk
mengendalikan algae.
9.
Molluscida : untuk
mengendalikan siput.
10. Bakterisida: untuk
mengendalikan bakteri.
11. Virusida : untuk mengendalikan virus.
Ada 3 (tiga)
macam konsentrasi dalam hal penggunaan pestisida, yaitu:
1.
Konsentrasi
bahan aktif
Yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah
dicampur dengan air.
2.
Konsentrasi
formulasi
Yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air.
3.
Konsentrasi
larutan (konsentrasi pestisida dalam larutan)
Yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.
Bahan
dan alat:
1. Bahan
Insektisida
Air bersih
Tanaman
Sabun
2. Alat
Timbangan
Gelas ukur
Sarung tangan
Masker
Alat pengaduk
Ember
Alat semprot
gendong
Keselamatan kerja (K3LH):
Bahan
aktif insektisida merupakan racun bagi manusia, oleh sebab itu usahakan:
1. Hati-hati dalam menggunakan insektisida, jangan
sampai tersentuh tangan secara langsung.
2. Gunakan sarung tangan saat membuat larutan pestisida
dan kenakan masker saat penyemprotan.
3. Simpan alat dan bahan yang telah digunakan pada
tempatnya.
Prosedur:
1.
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
membuat larutan pestisida.
2.
Lakukan pengecekan, apakah alat-alat dan bahan
yang tersedia sudah sesuai (jenis, ukuran dan jumlahnya), kalau belum
pilihlah alat dan bahan yang sesuai.
3.
Simpan alat yang sudah digunakan pada tempatnya.
4.
Lakukan hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan
larutan pestisida, yaitu:
5.
Ambil pestisida yang telah disediakan
6.
Perhatikan dosis penggunaan insektisida tersebut
7.
Hitung kebutuhan cairan semprot untuk luasan yang
telah ditentukan, contohnya:
Luas
lahan 500 m2
Umur
tanaman 90 hari
Dosis
insektisida : 1 gram/liter
Kebutuhan
cairan semprotnya : 600 liter/ha
Kapasitas
alat semprot : 14 liter
Jadi
kebutuhan cairan semprot untuk 500 m2 adalah:
8.
Hitung kebutuhan pestisida per alat semprot atau
tangki, yaitu: 14 liter/30 liter x 30 gram = 14 gram
9.
Timbang pestisida sesuai dengan kebutuhan areal
yang akan disemprot
10.
Masukkan 14 gram pestisida ke dalam ember lalu
tambahkan air, + 3-4 liter, kemudian aduk sampai rata.
11.
Buka penutup tangki, lalu masukan cairan
insektisida kedalamnya, kemudian tambahkan air sampai volumenya 14 liter
(batas kapasitas alat semprot).
12.
Tutup tangki sampai rapat.
13.
Naikkan tangki ke punggung.
14.
Lakukan penyemprotan sampai seluruh permukaan
tanaman terkena cairan semprot dengan merata.
15. Setelah cairan
semprot habis, lakukan pengisian kembali sampai seluruh luasan selesai
disemprot.
Catatan
lain:
Lakukan
pekerjaan dengan tertib seuai standar prosedur yang ada
|
||||







0 komentar:
Posting Komentar