Senin, 20 Januari 2014

Job sheet mengendalikan Hama



KODE.105. DKK 12
Mengendalikan Hama Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
Kompetensi dasar: 
Menlakukan pengendalian hama
Tujuan:
Siswa diharapkan mampu Membuat larutan pestisida untuk pengendalian hama dengan benar


Dasar teori:
Pengendalian secara kimiawi sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan zat pemikat (attractans), zat penolak (repellents), pestisida atau zat pemandul (kemosterilans). Diantara berbagai cara, pengendalian menggunakan bahan kimia yang paling banyak digunakan adalah pestisida.
Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dalam pengendalian hama secara bijaksana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemakaian pestisida efektif, efisien, optimal dan maksimal.
Pestisida atau bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan kegunaannya, pestisida dikelompokkan menjadi:
1.      Insektisida :           bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga.
2.      Acarisida   :           untuk mengendalikan tungau.
3.      Nematisida:           untuk mengendalikan nematoda.
4.      Herbisida   :           untuk mengendalikan gulma.
5.      Ovisida      :           untuk memberantas telur serangga.
6.      Larvasida  :           untuk memberantas larva serangga.
7.      Rodentisida:          untuk mengendalikan tikus.
8.      Algasida    :           untuk mengendalikan algae.
9.      Molluscida            :          untuk mengendalikan siput.
10.  Bakterisida:           untuk mengendalikan bakteri.
11.  Virusida    :           untuk mengendalikan virus.
Ada 3 (tiga) macam konsentrasi dalam hal penggunaan pestisida, yaitu:
1.      Konsentrasi bahan aktif
Yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air.
2.      Konsentrasi formulasi
Yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air.
3.      Konsentrasi larutan (konsentrasi pestisida dalam larutan)
Yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.

Bahan dan alat:
1.      Bahan
Insektisida
Air bersih
Tanaman
Sabun
2.      Alat
Timbangan
Gelas ukur
Sarung tangan
Masker
Alat pengaduk
Ember
Alat semprot gendong

Keselamatan kerja (K3LH):
Bahan aktif insektisida merupakan racun bagi manusia, oleh sebab itu usahakan:
1.      Hati-hati dalam menggunakan insektisida, jangan sampai tersentuh tangan secara langsung.
2.      Gunakan sarung tangan saat membuat larutan pestisida dan kenakan masker saat penyemprotan.
3.      Simpan alat dan bahan yang telah digunakan pada tempatnya.

Prosedur:
1.      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam membuat larutan pestisida.
2.      Lakukan pengecekan, apakah alat-alat dan bahan yang tersedia sudah sesuai (jenis, ukuran dan jumlahnya), kalau belum pilihlah alat dan bahan yang sesuai.
3.      Simpan alat yang sudah digunakan pada tempatnya.
4.      Lakukan hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan larutan pestisida, yaitu:
5.      Ambil pestisida yang telah disediakan
6.      Perhatikan dosis penggunaan insektisida tersebut
7.      Hitung kebutuhan cairan semprot untuk luasan yang telah ditentukan, contohnya:
Luas lahan 500 m2
Umur tanaman 90 hari
Dosis insektisida : 1 gram/liter
Kebutuhan cairan semprotnya : 600 liter/ha
Kapasitas alat semprot : 14 liter
Jadi kebutuhan cairan semprot untuk 500 m2 adalah:
8.      Hitung kebutuhan pestisida per alat semprot atau tangki, yaitu: 14 liter/30 liter x 30 gram = 14 gram
9.      Timbang pestisida sesuai dengan kebutuhan areal yang akan disemprot
10.  Masukkan 14 gram pestisida ke dalam ember lalu tambahkan air, + 3-4 liter, kemudian aduk sampai rata.
11.  Buka penutup tangki, lalu masukan cairan insektisida kedalamnya, kemudian tambahkan air sampai volumenya 14 liter (batas kapasitas alat semprot).
12.  Tutup tangki sampai rapat.
13.  Naikkan tangki ke punggung.
14.  Lakukan penyemprotan sampai seluruh permukaan tanaman terkena cairan semprot dengan merata.
15.  Setelah cairan semprot habis, lakukan pengisian kembali sampai seluruh luasan selesai disemprot.

Catatan lain:
Lakukan pekerjaan dengan tertib seuai standar prosedur yang ada



Kepala Sekolah                                                             SMK Negeri 1 Muara Wahau


Ir. Harmiyanto, MP
NIP. 196304192007 01 1 005
Muara Wahau,     Agustus 2013

Mahasiswa PPL



Hendrikus Charles Mbelo Enge, SST
NIM. 12521299009






0 komentar:

Posting Komentar