Senin, 20 Januari 2014

Job Sheet melaksanakan penanaman


KODE.105. DKK 4
Menanam tanaman perkebunan
Kompetensi dasar: 
Melakukan teknis penanaman
Tujuan:
Siswa dapat melakukan penanaman bibit tanaman perkebunan sesuai ketentuan di dunia industri dengan benar di akhir pembelajaran.


Dasar teori:
Waktu penanaman hanya dilakukan jika kadar air dalam tanah cukup sehingga tanaman tidak mengalami ”transplanting shock”.
Penanaman biasanya dilakukan bertepatan dengan awal musim hujan. Pada tanah mineral bibit ditanam dengan bonggol sejajar dengan tanah. Pada tanah gambut dibuat lubang di dalam lubang.
Sehari sebelum penanaman, bibit sudah diecer ke dalam blok bersama-sama dengan kantong yang berisi 150 g pupuk TSP dan 300 g pupuk Meister. ”Topsoil” diletakkan di satu sisi dari lubang dan ”subsoil” pada sisi yang lain. ”Top soil” dicampur dengan pupuk fosfat, kemudian campuran tanah dan pupuk ini diletakkan pada dasar lubang setebal 4 cm. Pemberian pupuk posfat pada dasar dan dinding lubang tanam dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan akar.

Bahan dan alat:

a.    Bahan
Bibit tanaman kelapa sawit di persemaian

b.    Alat
a.    Cutter
b.    Mall lubang tanam
c.    Cangkul
d.    Sekop

Keselamatan kerja (K3LH):

a.    Pakailah pakaian praktek lapangan
b.    Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama praktik
c.    Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan


Prosedur:

1.    Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok
2.    Bersihkan areal tanam. Semak belukar dan batang-batang kayu disekitar pancang tanam (pancang hidup) sampai radius 1 meter
3.    Ratakan tanah pada posisi lubang tanam bila permukaannya miring atau terdapat gundukan tanah dengan radius 1m dari pancang tanam.
4.    Buat lubang berbentuk bujur sangkar, dengan titik tengah bujur sangkar tepat berada pada titik pancang. Ukuran lubang tanam tersebut adalah:
a.    Lubang bagian atas bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
b.    Lubang bagian bawah bujur sangkar berukuran 60 cm x 60 cm
c.    Kedalaman lubang adalah 60 cm
5.    Penempatan tanah galian adalah sebagai berikut:
a.    Tanah galian bagian atas (top soil) diletakan di sebelh timur lubang
b.    Tanah galian bagian bawah (sub soil) diletakan di sebelah barat lubang
6.    Pemeriksaan ukuran lubang tanam. Dilakukan pengecekan dengan mal lubang tanam sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan yaitu; 60 cm x 60 cm x 60 cm. Mal lubang tanam dapat dibuat dari bambu atau kayu
7.    Lubang dibiarkan terbuka kurang lebih 2 (dua) minggu untuk menciptakan kondisi aerob dan mengurangi tingkat kemasaman tanah bagi perakaran bibit kelapa sawit yang akan ditanam
8.    Masukan sebagian tanah bagian atas (top soil) ke dasar lubang ditambah dengan separuh dosis pupuk lubang, yaitu TSP atau SP 36 sebanyak 250 gram. Ukur kembali dengan mal untuk mengecek kedalaman lubang tanam setelah diberi tanah dan pupuk fosfat apakah masih tepat setinggi tanah polybag. Mal ini adalah mal tinggi tanah polybag bukan mal lubang tanam. Ukuran kedalaman mal adalah ± 36 cm. Dengan demikian permukaan tanah dalam polybag akan sama levelnya dengan permukaan tanah di luar polybag.
9.    Untuk tanah-tanah bertekstur pasir, kedalam lubang dapat dimasukan tandan kosong (tankos) kelapa sawit sebanyak satu lapis atau bahan organik lainnya seperti pupuk kandang atau lainnya. prosedur selanjutnya sama dengan butir 5 di atas, yaitu pengukuran kembali kedalaman lubang dengan menggunakan mal setelah dimasukan bahan organik lainnya kedalam lubang.
10. Pengangkutan bibit dari pembibitan. Dua minggu sebelum ditanam bibit di putar supaya akar tanaman yang menemb us polybag ke tanah terputus dan beregenerasi. Sebelum diangkut bibit harus disiram dengan air cukup banyak sampai air dalam tanah cukup jenuh air. Hal ini dimaksudkan agar ada cukup persediaan air bagi bibit setelah ditanam di lapangan, bila selama beberapa hari tidak ada hujan. Melihat kondisi lapangan bibit harus disemprot dengan insektisida dan fungisida sebelum diangkut. Bibit diangkut dan dikumpulkan di tempat-tempat pengumpulan (supply point) di tepi blok yang akan ditanami. Pada saat mengangkat bibit harus dipegang dasar polybagnya jangan pada leher akarnya.
11. Bibit berada di supply point paling lama 24 jam. Ambil bibit dari supply point dan ecer bibit ke lokasi lubang tanam.
12. Dasar plastik polybag disayat terlebih dahulu dengan pisau silet atau cutter sebelum dimasukan kedalam lubang, lalu masukan bibit kedalam lubang secara perlahan-lahan. Perhatikan agar tinggi tanah dalam polybag sama dengan tinggi tanah di luar polybag.
13.  Masukan top soil sampai pertengahan lubang tanam, lalu padatkan dengan alu atau kaki, kemudian masukan separuh dari pupuk lubang yang masih tersisi (tsp atau sp 36 = 250 gram) kedalam lubang tanam
14. Kemudian masukan tanah bagian dalam (sub soil) sampai di atas lubang lalu padatkan tanah disekeliling tanah polybag sehingga bibit dapat tegak dan kokoh.
15. Ratakan tanah melingkar disekeliling tanaman dengan menggunakan cangkul dengan radius piringan selebar 1 meter yang akan menjadi piringan tanaman

Catatan lain:
1.    Untuk tujuan perlindungan/proteksi tanaman, plastik polybag bekas bibit dapat ditutupkan pada pangkal batang tanaman dan diikat pada pangkal batang tersebut untuk mencegah serangan hama tikus









0 komentar:

Posting Komentar