|
KODE.105.
DKK 4
|
Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
|
|
|
Kompetensi dasar:
|
Menghitung
kerusakan akibat gangguan gulma
|
|
|
Tujuan:
|
Siswa
dapat mengitung besarnya kerusakan akibat gangguan gulma dengan tepat di
akhir pembelajaran
|
|
Dasar teori:
Kerugian yang disebabkan oleh kehadiran
gulma dalam suatu usaha tani sering kali dikaitkan dengan kemampuan gulma
sebagai pesaing atau kompetitor tanaman yang kuat atau kompetitif. Kompetensi
gulma tanaman pada sistem produksi tanaman dikaitkan dengan ketersediaan
sarana tumbuha yang terbatas jumlahnya, seperti air, hara, cahaya, CO2
dan ruang tumbuh.
Bahan dan alat:
a. Bahan
Lahan tanaman perkebunan
bergulma
b. Alat
a. Alat tulis
b. Meter
c. Tali rafia
Keselamatan kerja
(K3LH):
a. Pakailah
pakaian praktek lapangan
b. Gunakan
sepatu boot selama praktik
c. Gunakan
peralatan praktik dengan hati-hati agar tidak sampai melukai badan
Prosedur:
1.
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.
Lakukan pencarian gulma ke areal pertanian
3.
Buatlah petak berukuran 2 m x 2 m pada areal yang
bergulma
4.
Batasi petak ukur dengan tali rafia yang telah
disiapkan
5.
Catat presentase luasan gulma yang terdapat dalam
setiap petak ukur yang telah dibuat, misalnya 25 %, 20 %, 15 %
6.
Hitung rata-rata luasan gulma yang terdapat pada petak
berukuran 2 m x 2 m (luas 4 m2) misalnya 20%
7.
Hitung luas kerusakan akibat gulma di lahan tersebut
berdasarkan persentase luasan gulma yang diketemukan berbanding luas
perkebunan seluruhnya. Misalnya 20% x 90 Ha= 18 Ha
Catatan lain:
1.
Untuk mengetahui
presentase luasan gulma dilakukan dengan cara perkiraan pada areal yang
diamati.
2.
Pengendalian gulma
umum dilakukan pada kondisi penutupan gulma 30%-50%
|
||






0 komentar:
Posting Komentar