"Pulang memang menyenangkan,
Tetapi akan tetap mengukir
kesedihan"
Sahabatku...
Dalam
kesendirian Aku mulai menyadari kebersaman kita tidak lama lagi akan berakhir.
Aku mulai merenungkan lagi semua kisah bersama yang dulu pernah kita ukir.
Kisah yang tak akan mungkin pernah aku dan kamu lupakan. Kisah yang terlahir
dari tempat dimana awal kita bertemu, dari tempat dimana awal aku belajar semua
tentang kamu. Begitu juga kamu. Sehingga kita dapat saling mengerti.
Sahabatku...
Di
rumahmu di tanah Karera ini, Kau suguhi banyak arti dalam hidupku. Kau berikan
menu kemudahan dalam susah dan malangku saat berada disini. Engkau juga
hadirkan orang-orang yang penuh kasih sayang di sampingku. Kini, engkau
bukanlah sekedar sahabat, engkau adalah saudaraku. Yang akan selalu terlukis
dihati. Kini, esok dan nanti.
Saudaraku...
Tempatmu
mendidik dan mengajar juga rumahku. Kita telah berenang bersama dalam lautan
suka dan duka dibawah atap rumah berlogo turwurihandayani itu. Canda dan tawa
kita selalu menyatu di atas padang berselimutkan semak dan rerumputan disana.
Lelah dan peluh kita akan selalu menyatu dalam raga yang tak pernah menyerah.
Percayalah, meski kelak kita tak bersama, kita akan selalu menuju satu misi
yang sama. Kita akan tetap menuntun mereka menjadi insan yang berguna.
Saudaraku...
Hampir
setahun kita bersama bernaung dibawah atap SMKN 6 Karera. Hampir setahun juga
aku menemani mereka belajar bersama. Masih banyak yang belum aku berikan pada
sekolah maupun siswa siswi kita. Ku sadari bahwa dinding ruang dan waktulah
yang membatasi kita.
Saudaraku...
Sebentar
lagi ragaku tidak lagi ada bersamamu. Jejak kaki dan tanganku nantinya tidak
akan terlihat lagi olehmu. Riuh suaramu dan siswa siswi kita juga tidak
terdengar lagi olehku. Gelegar suaramu dikelas tidak lagi aku dengar. Petikan
gitar dan nyanyian "Anggur
merah" kita yang lalu tidak lagi kita mainkan bersama. Suguhan gelas
setengah sloki saat itu tanpa ada aku lagi disana.
Teman-teman guruku yang hebat juga
siswa siswiku..
Di
saat-saat tetakhir aku barsamamu, air mata ini selalu bersembunyi di sudut
kelopak mata ini. Di saat aku menulis ini, air mataku terus mengalir. Aku tak
ingin ini cepat berakhir. Aku masih merindukan kebersamaan ini.
Kusadari
saatnya aku harus pulang meski itu mengukir kesedihan. Biarlah kebersamaan ini
sampai disini. Tapi yakinlah, goresan ini akan selalu hidup dan tetap terlukis
dalam setiap kisah hidupku.
By
Henzen
02/03/2016






0 komentar:
Posting Komentar