Kamis, 25 Oktober 2018

GundahKu


"Pulang memang menyenangkan,
Tetapi akan tetap mengukir kesedihan"

Sahabatku...
Dalam kesendirian Aku mulai menyadari kebersaman kita tidak lama lagi akan berakhir. Aku mulai merenungkan lagi semua kisah bersama yang dulu pernah kita ukir. Kisah yang tak akan mungkin pernah aku dan kamu lupakan. Kisah yang terlahir dari tempat dimana awal kita bertemu, dari tempat dimana awal aku belajar semua tentang kamu. Begitu juga kamu. Sehingga kita dapat saling mengerti.

Sahabatku...
Di rumahmu di tanah Karera ini, Kau suguhi banyak arti dalam hidupku. Kau berikan menu kemudahan dalam susah dan malangku saat berada disini. Engkau juga hadirkan orang-orang yang penuh kasih sayang di sampingku. Kini, engkau bukanlah sekedar sahabat, engkau adalah saudaraku. Yang akan selalu terlukis dihati. Kini, esok dan nanti.

Saudaraku...
Tempatmu mendidik dan mengajar juga rumahku. Kita telah berenang bersama dalam lautan suka dan duka dibawah atap rumah berlogo turwurihandayani itu. Canda dan tawa kita selalu menyatu di atas padang berselimutkan semak dan rerumputan disana. Lelah dan peluh kita akan selalu menyatu dalam raga yang tak pernah menyerah. Percayalah, meski kelak kita tak bersama, kita akan selalu menuju satu misi yang sama. Kita akan tetap menuntun mereka menjadi insan yang berguna.

Saudaraku...
Hampir setahun kita bersama bernaung dibawah atap SMKN 6 Karera. Hampir setahun juga aku menemani mereka belajar bersama. Masih banyak yang belum aku berikan pada sekolah maupun siswa siswi kita. Ku sadari bahwa dinding ruang dan waktulah yang membatasi kita.

Saudaraku...
Sebentar lagi ragaku tidak lagi ada bersamamu. Jejak kaki dan tanganku nantinya tidak akan terlihat lagi olehmu. Riuh suaramu dan siswa siswi kita juga tidak terdengar lagi olehku. Gelegar suaramu dikelas tidak lagi aku dengar. Petikan gitar dan nyanyian  "Anggur merah" kita yang lalu tidak lagi kita mainkan bersama. Suguhan gelas setengah sloki saat itu tanpa ada aku lagi disana.

Teman-teman guruku yang hebat juga siswa siswiku..
Di saat-saat tetakhir aku barsamamu, air mata ini selalu bersembunyi di sudut kelopak mata ini. Di saat aku menulis ini, air mataku terus mengalir. Aku tak ingin ini cepat berakhir. Aku masih merindukan kebersamaan ini.

Kusadari saatnya aku harus pulang meski itu mengukir kesedihan. Biarlah kebersamaan ini sampai disini. Tapi yakinlah, goresan ini akan selalu hidup dan tetap terlukis dalam setiap kisah hidupku.

By
Henzen 02/03/2016

0 komentar:

Posting Komentar