"Derita di ujung Logika"
Saya sadari semestinya
memang kita harus rasional. Apalagi berkaitan dengan rasa dalam hati yang mulai
menguasai kita. Memang, kadang kala pilihan itu sulit. Apalagi jika kita
dihadapkan dengan pilihan antara melawan atau menuruti suara yang sama-sama bersumber
dari hati.
Saya juga menyadari
kadangkala perbedaan itu tak selamanya indah. Meski kebanyakan orang mengatakan
itu adalah anugerah.
Kita memang tidaklah
sama dan memang dilahirkan dari sebuah perbedaan. Tapi, benarkah itu adalah
masalah dalam menjalin asmara?
Saya memang bagian
terkecil dalam lingkunganmu, karena keyakinan kita berbeda. Tapi, benarkah itu
juga sebuah masalah?
Ahhh.,,tidak apalah saya
sungguh memahami itu dan mungkin juga kita memiliki konsep yang berbeda dalam
hal ini. Biarkan sang Pemilik Jagad ini yang menentukan dengan cara-Nya sendiri
yang sulit kita mengerti.
Saya tidaklah sanggup
mencari solusi dari masalah itu. Mungkin itu jadi bagian dalam perefleksian
saya nanti dan mungkin juga kamu.
Goresan dilema hati yang
engkau tunjukan menyadari saya bagaimana seharusnya logika itu harus sejalan
dengan rasa. Juga Bagaimana kita perlu mempertimbangkan keluarga dan keyakinan
dalam merajut kasih. Dan Saya hanya bisa tertunduk karena itu, dikala rasa
sayang ini semakin menggila kepadamu.
Terimakasi, engkau telah
tunjukan perasaanmu bahwa apa yang saya rasa bukanlah sekedar halusinasi saja.
Jujur, sesungguhnya saya juga senang ternyata kita sama-sama merasa nyaman
ketika bersama.
Saya juga tidak bisa
pungkiri jika memang saat ini saya sedang berpijak pada derita diujung logika
karena cinta dan sayang ini hadir dalam sebuah perbedaan.
...........👀
👀👀 ..........
#by Hence at Messderita
#20-03-2016






0 komentar:
Posting Komentar