KODE.105. DKK
12
|
Mengendalikan Hama Pada Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM)
|
|||
Kompetensi
dasar:
|
Mengidentifikasi
hama
|
|||
Tujuan:
|
Siswa
diharapkan mampu mengidentifikasi hama berdasarkan bentuknya
|
|||
Dasar
teori:
Dalam kegiatan pengendalian hama,
pengenalan terhadap jenis hama yang umum dijumpai di lingkungan pertanian
(nama umum, siklus hidup dan karakteristik) sangat diperlukan bagi petugas
lapangan. Dengan pengenalan hama tersebut maka fungsi dan berbagai hal yang
menyangkut masing-masing hama dapat diketahui. Pengenalan terhadap gejala
kerusakan tanaman juga menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan
dalam mengambil langkah/tindakan pengendalian. Kesalahan dalam mengambil
langkah/tindakan pengendalian hama dapat membuang banyak biaya, waktu juga
tenaga.
Tanda-tanda atau gejala serangan hama
yang biasa muncul di lapangan berkaitan dengan tipe alat mulut hama.
Tipe-tipe alat mulut hama beserta gejala kerusakan yang ditimbulkannya,
antara lain:
1) menggigit-mengunyah:
pada kumbang, belalang, ulat, dll
a)
tanda serangan pada daun tampak sobekan, gerekan,
berlubang-lubang, daun hanya tinggal tulang daunnya saja, daun
merekat/menggulung menjadi satu, atau daun habis dimakan sama sekali
b)
tanda serangan pada akar menyebabkan tanaman layu,
akhirnya mati
c)
pada polong atau buah tampak berlubang, atau ada bekas
gerekan
2) menusuk-menghisap:
pada berbagai macam kepik
a)
tanda serangan pada polong atau biji tampak noda hitam
bekas tusukan
b)
daun yang terserang menjadi layu dan kering
c)
buah padi matang susu yang diserang menjadi hampa dan
perkembangannya kurang baik
3) mengisap: biasanya
pada kutu-kutu tanaman
a)
tanda serangan pada daun munculnya cendawan jelaga
b)
daun yang terserang berbentuk tidak normal, kerdil,
menggulung/keriting ke dalam
c)
terdapat bercak-bercak klorosis (kuning) pada daun
4) meraut-mengisap:
pada thrips
a)
tanda serangan pada daun terdapat bercak warna putih
keperakan
b)
pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
c)
jika menyerang bunga, mahkota bunga akan gugur
Sikap profesionalisme sangat diharapkan
dalam mengambil langkah pengendalian hama yang tepat, tanpa menghilangkan
populasi hama di suatu lahan sehingga keseimbangan ekosistem di lahan
tersebut dapat terus terjaga.
Mengidentifikasi hama dan gejala
kerusakan yang ditimbulkan oleh hama tersebut membutuhkan keterampilan dan
keuletan yang cukup tinggi dari seorang petani atau pelaksana budidaya
tanaman.
Tahapan proses identifikasi
hama, antara lain:
1)
Ambil hama yang ditemukan di lapangan
2)
Identifikasi di laboratorium proteksi dengan
menggunakan buku kunci determinasi serangga
Tahapan proses identifikasi
gejala serangan hama, antara lain:
1)
Ambil tanaman rusak yang ditemukan di lapangan
2)
Identifikasi di laboratorium proteksi dengan
menggunakan buku referensi yang ada
Bahan
dan alat:
a. Bahan
Contoh-contoh hama, buku pedoman
identifikasi hama
b. Alat
a. Alat tulis
Keselamatan kerja (K3LH):
a.
Pakailah pakaian praktek lapangan
b.
Gunakan sepatu boot dan sarung tangan selama
praktik
c.
Gunakan peralatan praktik dengan hati-hati agar
tidak sampai melukai badan
Prosedur:
1. Siapkan alat dan bahan praktik masing-masing kelompok yang akan
digunakan untuk mengamati dan mengidentifikasikan hama.
2. Melakukan pencarian hama ke areal pertanian/perkebunan
3. Mengambil contoh hama yang akan diidentifikasi lengkap dengan
bagian-bagiannya.
4. Lakukan identifikasi hama dan catat hasilnya pada tabel pengamatan
(lihat LKS)
5. Kumpulkan hama yang telah diidentifikasi dan gambarkan hama tersebut
(bila perlu hama difoto)
6. Cocokan sifat umum hama hasil identifikasi anda dengan gambar ilustrasi
atau foto yang terdapat dalam buku kunci
Catatan
lain:
Kenali hama yang
ditemukan dengan teliti agar dapat menentukan langkah-langkah pengendalian
hama pada pertemuan berikutnya (Pertemuan pengendalian hama)
|
||||






0 komentar:
Posting Komentar