“Para Pekerja Lapangan (PPL)”

Sudah sebulan lamanya kami berada di Muara Wahau. Masih tersisa dua bulan lagi PPL ini akan berakhir. Ada kisah yang menarik dalam sebulan pertama di sini. Kisah di sekolah maupun di rumah. Seperti berada di rumah sendiri itulah yang kami rasakan di sini. Dan inilah keluarga kami disini di tanah Wahau-Kutai Timur.
Beberapa
pekerjaan di rumah kami pastinya kami ikut berperan. Kami memeainkan peran
masing-masing. Memasak, mencuci, bersihkan rumah sampai berkebun adalah
rutinitas yang kami jalankan dalam bulan pertama ini. Sudah terbiasa dengan pekerjaan ini karena memang kami
berlima pada dasarnya adalah anak dari desa juga. Tapi kami bukan kampungan. Tidak
ada agenda khusus yang harus kami kerjakan di rumah. Semuanya berjalan bagai
motor otomatis. Menanak nasi, ngopi, ngeteh, dan nyapu halaman menjadi
rutinitas di pagi maupun sore hari.
Bapa dan mama di rumah tergolong orang yang super
sibuk. Selalu saja ada pekerjaan yang di lakukan mereka setiap harinya. Mereka memiliki
bisnis yang menopang hidup keluarga mereka. Pembibitan kelapa sawit dan sebagai
penyalur barang produk ifa dan sophymartin adalah usaha yang dijalankan mereka.
Kami juga sering mengambil bagian dalam pekerjaan mereka, khususnya pembibitan
kelapa sawit. Menyiram bibit, mengangkut bibit, penanaman bibit kedalam polibag
menjadi bagian dari pekerjaan kami di rumah.
Kami
sangat berantusias dengan pekerjaan yang langkah ini. Maklum baru kali ini kami
bisa melihat kelapa sawit secara langsung dan terlibat dalam pembibitannya.
Cukup lumayan bagi kami yang masih dalam taraf belajar khususnya dalam bidang
perkebunan kelapa sawit. Hal yang terpenting pastinya dapat menambah
pengetahuan kami.
Selain ikut
mengurusi bibit kelapa sawit, dalam panen kelapa sawit pun kami berantusias
memainkan peran. Panen perdana yang kami lakoni yaitu pada tanggal 22 Juli.
Tidak butuh waktu lama untuk memanen dengan luasan 4 ha. Cukup banyak yang ikut
panen di hari pertama yang kami ikut. Ada 6 orang yang keladang ikut panen.
Semuanya bekerja berdasarkan tugas yang telah dibagikan. Ada yang memanen,
mengangkut TBS dan pungut brondol. Pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat
selesai. Pekerjaan yang dilakukan setiap 10 hari sekali itu pun menjadi
pengalaman perdana kami. Pada awal bulan kedua, kami kembali mengikuti panen
kelapa sawit di kebun yang sama. Bukan lagi menjadi hal yang baru lagi bagi
kami. Semuanya berjalan lancar dan terasa semakin menyatu dengan pekerjaan ini.






0 komentar:
Posting Komentar